SEBELUM BACA HARUS VOTE DULU YA... TEKAN BINTANG ⭐❤️
Tiga puluh menit sudah berlalu tidak ada pembicaraan dari dua orang penghuni meja 23 di Sebuah Cafe dekat taman kota, tidak ada tanda - tanda akan dimulainya percakapan , salah satu dari mereka tengah sibuk menggeser layar ponselnya tidak jelas membuka instagram lalu menekan icon home begitu saja seterusnya , sementara satu lainnya menyibukkan diri membaca buku berjudul sebuah seni untuk bersikap bodoh amat . Bahkan Ice Cream Strobery yang di pesan gadis tersebut nampak mencair , sesekali laki-laki di depannya melirik untuk hanya memastikan gadis itu masih berada di tempatnya.
laki -laki yang sedang membaca buku meletakkan bukunya dan sedikit menggeser kursinya ke depan untuk mendekat ke arah gadis di depannya
" kapan kita mulai ngomong?" laki - laki itu membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana namun tidak ada jawaban dari gadis itu, ia justru semakin menyibukkan diri dengan ponselnya membuka semua aplikasi lalu menekan tombol home
" handphone kamu nanti rusak di tekan-tekan nggak jelas gitu" sekali lagi tidak ada jawaban dari gadis itu
" aku berangkat besok dy" suaranya lembut
" kamu marah?" laki - laki itu tetap berusaha membuka pembicaraan
" Keana Maudy Ava !" suara kevin kini sedikit meninggi dan meraih handphone yang sedari tadi di mainkan oleh maudy , membuat gadis itu terpaksa menatapnya
" apa?" balasnya singkat mulutnya maju tangannya di lipat di depan dadanya , ia memilih menghadap ke jendela dan mengalihkan pandangannya yang tadi melihat ke arah kevin
" kamu marah ?"
" Kalau aku marah , apa kamu nggak bakalan pergi?"
" ody.. aku harus tetap pergi, mana mungkin batal"
" aku nggak mau kamu pergi, aku nggak bisa LDR vin !"
tidak ada balasan apapun dari kevin, ia hanya diam dan mencoba mendinginkan pikirannya agar tidak termakan emosi yang akan membuat semuanya menjadi lebih buruk lagi, karena besok kevin harus pindah ke jakarta mengikuti tante nya yang akan pindah ke Jakarta. mengetahui hal itu maudy sangat marah , pasalnya ia tak mau LDR, baginya LDR sama saja dengan berharap pada yang tidak pasti , tidak bisa bersama tidak bisa menyatukan waktu itu sangat menyebalkan baginya. baginya LDR sama saja artinya tidak punya kekasih.
" kamu jahat vin !" suara maudy sedikit serak menahan tangis dan air matanya " katanya kamu mau terus sama aku, mau lulus bareng ! mau kuliah juga di univ yang sama !, tapi sekarang kamu bilang kamu mau pindah ke Jakarta.. kamu mau ingkar vin?"
" bukan gitu ody, aku nggak ninggalin kamu kita masih bisa sama-sama , aku bakalan kesini kalau ada waktu luang aku bisa minta tante buat izinin aku liburan ke sini, sekarang udah modern dy, kita bisa Video Call kalau kangen bisa chat juga... kamu ngertiin aku dy, aku nggak punya siapa-siapa selain tante dan Sharena"
" mudah bagi kamu, tapi aku nggak bisa vin" kini mata maudy nampak genangan air mata yang coba ia tahan, namun gagal
" jangan nangis dy, aku nggak suka liat kamu nangis" suara kevin berat ia sangat menyangi maudy mereka telah bersama selama 2 tahun baginya maudy gadis yang sempurna untuk jadi masa depannya, namun ia tak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan tantenya untuk pindah ke jakarta keputusan tantenya telah final, tak bisa lagi di ubah.
" kamu pindah sekolah ke jakarta untuk apa sih vin?"
" sharena... dia harus terapi disana, aku dan sharena bakalan pindah sekolah ke jakarta karena nggak tau kapan sharena bisa pulih"
"sharena lagi?"
" dia adik sepupu aku dy"
" aku tau vin, tapi kamu udah cukup mengalah sama dia apa harus kamu relain prestasi kamu disini hanya untuk dia?" kevin merupakan siswa yang berprestasi ia terkenal sebagai atlet pencak silat yang kerap kali memenangkan lomba
" aku nggak punya pilihan, kondisi dia ...." kevin tidak melanjutkan pembicaraan karena melihat maudy berdiri dan menyiapkan langkah untuk pergi , ia menahan maudy di tariknya tangan gadis itu hingga maudy terdiam dan berbalik menatap kevin
" kita putus aja vin"
" maudy jangan kayak anak kecil , duduk kita ngomongin ini baik-baik"
" nyatanya kita memang masik kecil vin, masih labil... mau sekeras apapun kamu berusaha yakinin aku untuk bisa LDR , jawaban aku tetap sama, AKU NGGAK BISA"
Dengan berat hati kevin mencoba merelakan perasaannya untuk gadis ini, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan agar maudy mau tetap bersamanya.
"yaudah ... kalau itu yang kamu mau, kita putus" maudy sangat kaget mendengar apa yang dikatakan kevin, niatnya tadi hanya menggeretak kevin agar cowok itu mau mengurungkan niatnya untuk jpindah ke jakarta, tangis dan airmata maudy kini tak dapat terbendung lagi ia tak mampu berkata-kata kali ini ia benar-benar merasakan yang namanya patah hati, kevin adalah pacar pertamanya dan ia ingin kevin juga yang terakhir , selama dua tahun ini hubungan mereka begitu baik tidak pernah ada masalah yang besar, biasanya kevin adalah kekasih yang peka ia akan membuat maudy berhenti ngambek , namun kali ini kevin tidak melakukannya ia menerima begitu saja saat maudy mengatakan ingin putus.
kevin yang melihat gadis yang sangat ia cintai menangis rasanya hatinya pun ikut hancur, namun tidak ada pilihan lain ia tak punya jalan lain selain menuruti keinginan maudy, baginya ini adalah jalan yang terbaik daripada harus terus memaksa maudy untuk tetap berada di sisinya yang nanti justru akan melukai dirinya dan maudy. Rasanya ingin kevin memeluk gadisnya itu dan menenangkannya namun ia tak ingin sikapnya nanti justru akan memberikan harapan semu untuk maudy, kevin mengurungkan niatnya dan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya " aku anterin kamu balik ya dy?"
" kamu nggak perlu repot - repot, aku bisa pulang sendiri"
"tapi dy.." maudy sekarang telah berlalu meninggalkannya langkah kevin terdiam ia diam mematung menatap ke arah punggung maudy yang perlahan menghilang. ia menahan perasaannya menahan pilu di hatinya untuk menghilangkan semua kenangan yang terlanjur terpahat di memorinya hanya kalimat singkat yang keluar dari mulut kevin sebelum bayangan maudy hilang sepenuhnya " aku sayang kamu maudy"
kini sosok maudy telah hilang sepenuhnya dari hadapan kevin, ia meraih tasnya untuk segera meninggalkan cafe tersebut namun perhatiannya teralihkan saat melihat kalung berbandul K yang ada di dalam tasnnya, kalung itu tadinya ia akan berikan ke maudy sebagai hadiah di dua tahun mereka bersama yaitu dua bulan lagi,namun mengingat ia akan pindah kevin memilih memberikannya lebih awal. namun semuanya sia-sia tidak ada gunanya lagi hadiah itu kevin pergi meninggalkan cafe ia memilih memasukkan kalung tersebut kembali ke dalam tasnya daripada mengejar maudy dan memberikannya kalung itu , yang justru akan menyakiti gadis itu baginya cukup tadi tangis maudy untuknya ia berharap tidak akan lagi menyakiti hati gadis itu.
gimana? jujur sambil nulis ini aku sesak banget cerita ini benar-benar masuk ke dalam hati aku sebagai sebuah pembuka chapter kali ini cukup membuat hati aku ngerasa sesak, nggak tau kenapa rasanya kayak ngalamin aja gitu
kalau kamu, apa yang kamu lakukan saat kamu di posisi maudy? komen disini ya
kalau kamu yang jadi kevin apa yang kamu lakuin?
oh ya... buat yang familiar dengan nama sharena , iya dia sharena di Le Passe' nantinya sharena bakaln sedikit mengambil peran di cerita ini
semoga suka ya.... please vote , dan jangan lupa masukin ini ke daftar bacaan kamu ya :**
KAMU SEDANG MEMBACA
HY! EX
Fiksi RemajaSebuah kisah yang akan membawa dua orang dalam pilihan yang sulit... Kembali untuk mengulang kisah yang telah lalu.. Atau Melupakan semuanya dan jalani kisah indah dengan yang lain... Semuanya bermula dari sebuah pertemuan..... Takdir? "kenangan man...
