Kringggg..... Kringgggg......
Alarm berbentuk stich berbunyi
Gadis yang mendengar suara tersebut bangun dari kasur king size miliknya dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah barunya
Setelah siap-siap gadis itu pun turun kebawah untuk sarapan bersama orang tuanya
"Pagi mah,pah" ucap gadis berkacamata bulat yang besar dan dikuncir satu itu
"Pagi juga sayang"ucap kedua orang tua gadis tersebut
Gadis itu pun duduk dikursi meja makan dan makan bersama kedua orang tuanya
"Nanti kamu dianter sama papah ya" ucap Regina kepada putri semata wayangnya itu
"Ihhh... Emangnya aku masih kecil apa musti dianter segala " ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya
Regina dan indra hanya tertawa karena melihat kelakuan putrinya yang menurut mereka sangat lucu dan menggemaskan
"Ihhh kok pada ketawa sihh" ucap gadis itu
"Kamu itu kan baru masuk kesekolah baruu jadi ayah aja ya yang nganter kamu kesekolah" ucap indra dan dibalas anggukan oleh putrinyaa
Setelah makan risa pun berpamitan keregina sambil mencium punggung tangannya
Didepan sekolah
Indra dan putrinya sudah sampai didepan gerbang sekolah
"Kalau ada apa-apa kasih tau ke ayah yaa" ucap indra
"okeyy" balas gadis itu sambil tersenyum
"Papah berangkat dulu ya" ucap indra dan gadis itu pun mencium punggung tangan papahnya
Setelah mobil Indra menjauh gadis itu pun masuk kedalam sekolah barunya sebelum masuk kesekolah barunya gadis itu mendengar celotehan para siswi disekolahnya karena melihat para most wanted boy disekolahnya
"ihhhh gilaa pacar ge lewat tuhh"
"makin ganteng aja ihhh"
"calon imam guee"
"kok yang itu kayanya dingin sih untung ganteng"
"pacar gw makin lama makin ganteng aja"
"anak siapa sihhh"
"ihh mereka berlima makin ganteng aja ihhhh"
Ya seperti itu lah celotehan para siswi yang melihat para most wanted boy diInternational School
Tapi gadis itu tidak memperdulikan celotehan dari siswi-siswi yang melihat para most wanted boy ,gadis itu pun masuk kesekolah barunya itu dan dibuat takjub karena sekolah barunya yang begitu besar dan megah
Gadis itu terus menerus menatap kesekitar sekolah barunya dan tidak memperhatikan jalan didepannya sampai-sampai dia tidak sengaja bertabrakan dengan salah satu Siswi disekolahnya itu
Brukkkk....
"aaawww...." rintih siswi yang terjatuh akibat dirinya yang tidak memperhatikan jalannya itu
"Ma-maaf" Ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu siswi yang terjatuh akibat dirinya itu dan siswi itu menerima uluran tangan dari gadis itu dan berdiri keposisi semula
"Anak baru ya?" tanya siswi itu dengan nada dingin
"i-iya" jawab gadis itu dengan gugup
"kamu gagap?" tanya siswi itu lagi dengan nada masih dingin dan langsung di balas gelengan dari gadis itu
YOU ARE READING
Dusk Till Dawn
Teen FictionPernah ku berharap pada sang fajar. Karna fajarlah yang pertama kulihat saat membuka mata. Ia datang dengan membawa kesejukan bagi jiwa. Namun sinar mentari menghilangkannya. Mengubah ketenangan menjadi keterikan, yang membakarkan. Dan akhirnya senj...
