Apa yang ada di pikiran kalian jika kalian mendengar kata "Piala"? 🏆
Kalian tentu saja tahu'kan benda yang selalu di impikan banyak orang yang berlapis emas.
Apa kalian tidak ingin memilikinya?
Bodoh jika kalian tidak menginginkannya.
Piala itu untuk apa? Apa bagusnya punya piala? Kalian tahu kan, Piala adalah simbol kemenangan.
Kemenangan? Tentu saja tidak mudah meraih kemenangan. Ya, kalian harus berusaha dengan keras untuk mendapatkan kemenangan. Piala? Adalah dimbol kerja keras kalian.
Berapa piala yang kalian miliki? 1? 2? 5? Atau bahkan kalian belum pernah menyentuh Piala?
Rasanya pasti menyenangkan mempunyai benda yang "Wah" seperti itu. Kalian tau kan makna dari sebuah piala?
Bagaimana jika benda yang kalian dapat dari kerja keras kalian hancur?
BRAAAAKKKHH
Terdengar suara sebuah barang dibanting dari kamar Nyonya Mirae yang tak lain adalah ibu Minso.Ternyata ia membanting piala milik Minso. Piala itupun pecah menjadi beberapa bagian.
MinSo yang melihat langsung kejadian piala itu dibanting, seolah olah kerja keras dan usahanya ikut terbanting. MinSo hanya diam dan menangis.
"Menangis?! Apa yang kau tangisi? Piala bodoh ini?" Bukan kah kata katanya terlalu kejam untuk putrinya
"I..ibu" Minso terus mengusap air mata yang mengalir dari matanya tanpa henti.
MinSo segera memunguti hasil kerja keras dan usahanya itu. MinSo segera keluar dan membawa pialanya yang sudah pecah menjadi beberapa bagian. Air matanya tak henti mengalir
Ahjumma yang melihat kejadian ini, tentu saja tidak bisa diam saja. MinSo pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya. Ahjumma yang khawatir dengan keadaan MinSo, ahjumma pun menghampiri pintu kamar MinSo dan mengetuk pintu untuk memastikan keadaan Minso baik baik saja.
Walaupun ahjumma sudah tahu kalau Minso pasti tidak baik baik saja.
/Tok Tok Tok/
"MinSo!! Apa kamu baik baik saja? Biarkan ahjumma melihatmu! Tolong buka pintunya!!" teriak ahjumma yang jelas khawatir
"Biarkan aku sendiri hiks.. Ahjumma pergilah hiks.." jawab MinSo sambil mengusap sungai kecil yang mengalir deras di pipinya.
Ahjumma menyerah dan memilih untuk membiarkan Minso sendiri.
MinSo masih saja menangis sambil menatap pialanya yang sudah pecah.
Kenapa ibu benci padaku?
Aku benar benar tidak mengerti?
Apa lagi yang aku harus lakukan supaya ibu sayang padaku?
Aku sudah melakukan semua yang aku bisa, tapi kenapa?
Ibu tetap membenciku?
Apa yang harus aku lakukan?
「TBC」
Thankyou for giving me vote and coment
[Rev:21.11.19]
YOU ARE READING
Suffering Of Smart Girl
RandomSeorang ibu yang membenci anaknya karena pintar. Lah? Bagaimana rasanya dibenci oleh ibu sendiri? Bukankah harusnya bangga mempunyai anak yang pintar? ☡WB (Writer Block)☡ Itulah yang dirasakan gadis bernama MinSo🌻 ☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁🌻☁☁...
