ADARA SAHIRA

322 16 2
                                        

Adara sahira. atau biasa dipanggil Dara. Adalah salah satu dari sekian banyak deretan murid baru disekolah SMA GARUDA. Dia siswa kelas X-IPA 2 yang baru saja diterima disekolah ini. Saat ini Adara sedang berada dikelas bersama kedua sahabatnya. Rambutnya yang panjang diterpa angin membuat sebagian wajahnya tertutup. merasa terganggu, Dara segera menyelipkan beberapa helai rambut dibelakang daun telinga nya.

Sudah hampir sebulan lama nya Adara bersekolah disini. Dia tidak sendiri tentu nya, dara mempunyai dua orang teman yang bernama Mila dan Jane. Mereka berdua adalah sahabatnya sejak kecil. Mereka bertiga tak terpisahkan dari awal TK, SD, SMP bahkan sampai sekarang SMA. Jangan bertanya mengapa Adara betah dengan kedua teman nya. Jawabannya, karena dijaman ini susah bukan mencari teman yang benar-benar tulus tanpa adanya modus.

Jam istirahat sudah dikumandangkan sedari tadi. Tapi Dara belum juga beranjak dari bangku nya. Dia begitu fokus pada sebuah novel yang ia baca saat ini. Perlu kalian ketahui, Adara adalah tipe orang yang sangat suka membaca, tapi katakan tidak untuk pelajaran matematika.

Itu sangat membosankan.

"Bocah sableng! Berhenti dulu bacanya! Nih makan. udah gue beliin cilok tuh." Seru Mila yang baru saja datang sehabis istirahat dikantin.

Dara melirik sekilas lalu segera menutup novel nya dan tak lupa melipat sebagian kertas yang baru saja ia baca untuk melanjutkan kegiatan baca nya nanti. Dengan tersenyum lebar dia menerima cilok itu dan langsung memakan nya. Memang sangat menguntungkan mempunyai sahabat pengertian seperti mereka.

Disaat mereka sedang asik bercanda satu sama lain, datang seorang laki-laki berprawakan tinggi dan juga gendut. Adara dan teman-teman nya tahu itu adalah Jaka anak kelas 12. Hampir setiap hari Jaka selalu memberi surat itu untuk Dara. Lebih tepatnya Jaka adalah jasa pengantar saja. Jadi bukan Jaka lah yang sengaja menulis surat itu. Melainkan ada pihak lain yang ingin mendekati Dara dengan cara seperti ini.

Jaka mendekat dan langsung memberikan surat itu kepada si penerima.

"Lagi?" Tanya Jane dengan mengerutkan dahi nya saat lelaki yang bernama Jaka itu sudah benar-benar keluar dari kelas mereka.

Dara langsung membuka surat itu tanpa minat. Sungguh, jika Dara adalah cewek yang tidak tahu etika dan sopan santun, ia pasti sudah merobek-robek surat itu atau paling tidak membuang nya tepat didepan mata sang pengirim. Sayang, Dara tidak mau membuang waktunya untuk orang tidak ada kerjaan seperti itu. Dia memilih untuk tetap diam dan tidak menanggapinya. Dengan begitu, mungkin si pengirim merasa diabaikan dan berakhir dengan berhenti mengirimi nya surat.

Kalo lo gak keberatan, nanti pulang gue tunggu diparkiran

-Raka

Begitulah isi surat yang ia terima saat ini. Perlu kalian tahu, ini sudah ke SERATUS kalinya saat pelepasan MOS berakhir Adara selalu menerima surat ajakan dari Raka. Atau Raka sendiri yang mengajak nya. Dan dengan segenap hati ia tolak. Raka adalah orang asing bagi dirinya, dan Adara tentu tidak akan menerima ajakan orang yang menurutnya asing meski orang itu memaksanya sekalipun.

Dara hanya mendengus setelah membaca isi surat itu. Lalu dilipat nya surat itu kembali dan menaruhnya didalam amplop. Dara kembali menatap teman-teman nya yang cekikikan tidak jelas seperti kuntilanak kurang belaian. Tatapan horor darinya tidak membuat teman nya takut, malah sekarang cekikikan itu berubah menjadi tawa yang menggelegar.

"Coba aja sih lo terima ajakan ka Raka. Jadi lo gak perlu nunggu angkot, dan yang paling penting lo hemat duit" ucap Jane yang dibenarkan oleh Mila.

"Bener kata Jane, Dar. Gue kasihan lama-lama sama ka Raka, dicuekin terus sama lo"

Dirinya melotot tak percaya apa yang barusan teman nya usulkan. "Jangan ngada-ngada lo! Gila aja gue pulang bareng dia. Lo mau gue jadi bahan gosip disekolah ini?"

Dara memutar bola matanya jengah. Ia merasa risih dengan obrolan ini, dengan gerakan cepat Dara langsung memasang earphone ditelinga nya dan melanjutkan makan cilok yang sempat tertunda gara-gara surat tidak jelas itu.

Adara bukanlah cewe dingin ataupun susah didekati. Tapi Adara adalah tipe cewek yang jika tidak suka dengan sesuatu, dia akan menghindarinya mati-matian. Dia tak suka dipaksa dan memaksa.

Dia akan suka dengan seseorang yang selalu membuat dirinya merasa nyaman didekatnya. Merasa bahagia bila melihat wajah nya saja. Dan adara yakin, dia akan menemukan orang itu

Cepat atau lambat.

***



Kembali lagi bersama saya, wanda. Si penulis amatir yang bercita-cita menjadi penulis sungguhan. Wkwkwk

Semoga cerita ini menjadi awal yang baik dan yang paling penting! BISA SAMPAI ENDING

AYO KITA 'AMIIN' RAME-RAME

OKE. Dari pada banyak cangcingcong, mending VOTE sebanyak-banyak nya 😗🤙🏻


I LOVE YOU tiga rebuuu

X♡X♡

AKSARAWhere stories live. Discover now