#01. PROLOG

250 14 3
                                        

Namaku ISABELLA CITRA HABIBIE, nama HABIBIE adalah nama resmi keluarga ku yang diambil dari nama ayahku, YUDIST HABIBIE

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Namaku ISABELLA CITRA HABIBIE, nama HABIBIE adalah nama resmi keluarga ku yang diambil dari nama ayahku, YUDIST HABIBIE.
Aku adalah seorang pelajar kelas 3 SMA, umurku 18 tahun.
      Aku adalah seorang Disc Jockey (DJ) yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, tak jarang bagiku untuk gelar konser dan menghadiri acara musik lain. Aku juga mahir dalam memainkan piano.
      Aku selalu bersikap dingin kepada orang yang belum aku kenal dengan baik dan juga orang yang menurutku mepunyai sifat buruk. Aku terkenal dengan sifatku yang pemberani.
Sejak kecil aku tinggal di INDONESIA bersama ayah, ibu (MARISSA HABIBIE)
      beserta 3 saudara ku yakni:
- kakak laki² ku yang mencapai kuliah di Venesia, REGAN CAHYA HABIBIE. (Regan)
- Adik laki-laki ku yang masih kelas 2 smp (14 th), SATYA HABIBIE. (Satya)
- dan adik perempuanku yang terakhir, SHARON LAYLA HABIBIE. (Layla)

Aku adalah anak ke 2 setelah Regan. Sejak kecil aku memanggil kakak ku dengan nama panggilan biasa. Begitupun yang lain kadang juga begitu.
      Ayahku bekerja sebagai seorang pengusaha di pusat kota. Dia terpandang sebagai orang yang terhormat di kalangan masyarakat, serta juga termasuk orang yang kaya raya.
      Walaupun demikian beliau tetap menjadi orang yang rendah hati dan dermawan juga sederhana.
Aku sekolah di MARTARIN, itu nama sekolahku.
Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah, hingga memungkinkanku untuk berjalan untuk menempuhnya.
      Rumahku terletak di seberang jalan yang bersebelahan dengan laut, rumahku di disain model bawah tanah yang ujungnya terdapat balkon yang terdapat di atas laut. Di gerbang depan terdapat tangga menuju ke pintu rumaku, serta konsepnya di buat elegan dan indah.

Setelah 3 tahun tinggal dirumah nenek yang sedang sakit, aku pun akhirnya pulang ke rumah. Setiap hari aku merawat dan menemani nenekku yang sedang sakit, karna tidak ada yang dapat mengurusnya setiap jam setiap detiknya. Akhirnya ayahku menyarankan ku untuk tinggal bersama nenek sementara. Namun setelah sekian lamanya nenek tidak dapat berjuang melawan penyakitnya. Pada hari Kamis, 25 Maret beliau meninggal dunia di Rumah Sakit.

~bagian 01
Pagi itu... hari Minggu 28 Maret setelah kematian nenek.
Aku pulang sendirian setelah semua keluargaku pulang, saat itu ibuku mengajakku pulang bersama tapi aku menolak karna aku masih ingin mengenang nenek sejenak dirumahnya.
Pada hari itu aku berangkat dari stasiun untuk pulang, aku duduk sendirian dengan membaca buku buku lama milik nenek di dalam kereta. beberapa jam kemudian...
Kereta berhenti di stasiun, aku pun bergegas keluar dalam keramaian. Aku mendapati wajah yang ku kenal, namun aku menghiraukan karna stasiun saat itu benar benar ramai sekali.
Aku tidak menyangka bahwa orang yang seperti ku kenal tersebut akan menghampiriku.
"Selamat datang.." (kata orang tersebut)
Aku belum menatapnya akan terapi aku ingat suaranya, lalu aku menatapnya
"Regan!" Kataku yang dengan gembiranya melihat saudara laki² ku.





Next Episode

ISABELLADonde viven las historias. Descúbrelo ahora