31. [Drama Kecil ala Tobi]

4 2 0
                                    

kau pernah menvonis dirimu sangat dekat dengannya

kau menganggap dirimu ialah matahari

yang selalu meneranginya dengan cahaya, 

sebentar ...

aku hanya ingin mengingatkan,

apakah kau lupa bahwa ada waktunya dia membutuhkan bulan?

yang harus menerangi malamnya

kenapa? karena pada saat malam matahari tidak ada

dan engkau akan tergantikan untuk sementara.

Rani menutup note book Kanya, menerawang jauh apa yang baru saja ditulis sahabatnya sepuluh menit yang lalu, bahkan ini pertama kalinya rani melihat Kanya menulis sesuatu yang sulit di mengerti olehnya. Biasanya hanya curahan hati Kanya tentang Riki yang Rani lihat, namun kali ini sepertinya itu tidak diperuntukkan untuk sang kekasihnya, melainkan yang sampai sekarang masih dipertanyakan oleh Rani.

Rani menghampiri Ranjang kanya, yang tanpa sengaja melihat kertas yang terselip diantara balutan selimut berwarna putih. Rani ragu untuk mengambilnya, mungkin dia akan terlihat sangat lancang jika Kanya tahu. Tapi? bukankah mereka seorang sahabat.

And than i don't have true friend

Coretan hitam yang melukis disana semakin membuat Rani mengernyitkan dahi, segera dia kembalikan kertas itu setelah mendengar engsel pintu kamar mandi Kanya. Kanya terlihat sangat segar, dengan balutan handuk pada kepalanya.

"Rani, sejak kapan disini? kenapa ga teriak biar aku mandinya cepet?"

Rani menggeleng , " ihh ga ada masalah kali mau kamu mandi seharian juga, aku kesini sebenarnya mau ngajak main."

"Main kemana?" Kanya bertanya tanpa melihat wajah Rani, dia meraih kertas yang belum lama dilihat oleh Rani, meremukkannya dan memasukkannya ke dalam tempat sampah kecil dekat rak bukunya.

Rani melihat Kanya asing, " ko dibuang?"

Kanya mengangkat bahunya, "ga penting ran. oh iya aku gabisa main, aku baru ingat harus nyari buku."

"Yaudah aku ikut."

"Udah kamu main sama Reno aja."

"Sekali-kali main sama kamu lah Kankan. Kangen aja gitu, dua hari ini kayaknya kamu sibuk banget."

"Kamu tau kan? kenapa aku ngelakuin ini?" Kanya menengok ke Rani yang dibalas dengan anggukan bahu oleh Rani.

"i must forget my long story with Riki. caused it i want to busy and busy more."

"Yaudah pamit ya kankan." Rani berjalan keluar dari kamar Kanya, menutup pintu kamar Kanya. "bahkan ngejawab aku aja dia enggan, apa aku harus bilang kondisi Kanya ke ka Rizki?"

🐤

"Malam bunda, malem yah," sapa Rizki seraya memasuki Rumah Kanya.

Tobi menyusul dibelakangnya.

Kanya segera mengajak Tobi dan Rizki ke ruangan diatas, tak lupa sedikit snack dan minuman dingin disediakan oleh kanya.

Tobi memulai.

"Mulai besok lu berdua harus putus," ucapnya santai dan langsung menenggak minuman.

"What?" teriak Kanya dan Rizki bersamaan membuat Bunda segera bertanya dari dari bawah.

"Kanya baik-baik aja bun, lagi main ini." Kanya berusaha menaikkan volume suaranya agar terdengar oleh bunda.

"Gua ga bercanda, itu yang si Dilla dan kawanannya mau."

PARTNERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang