9. [Hening]

246 85 5
                                    


Didepan sebuah cermin, Rani hanya memandangi wajahnya yang masih berantakan oleh riasan Galuh. Aku yang melihat keadaan itu cuma bisa nunduk. Betapa sakit hatinya Rani di bully segitunya.

"Mungkin ini semenjak kejadian itu." air matanya jatuh perlahan.

Kejadian? Sontak omongan Rani membuat ku penasaran.

"Kejadian apa ran?" tanya ku seraya menghampiri Rani.

"Nanti gua ceritain. Gua bersihin dulu ya," ucap Rani lemas. Gua nunggu Rani sampe selesai membersihkan wajahnya.

Rani mengajak ku ke belakang taman sekolah, kata dia sih cerita di sana lebih aman, tapi aku masih penasaran maksudnya kejadian itu apa?

Aku mengikuti Rani ke taman sekolah, dan akhirnya kita udah sampai, pas banget lagi ga ada siapa-siapa di sana. Rani cerita semuanya dan menurut ku itu ga masuk akal.

"Jadi dia ketus sama lo semenjak dia hampir nabrak lo waktu itu?"

"Iya Kanya, stt toa kecilin. Gua juga ga bisa liat jelas sih. Kan gua belum sempet make kacamata, tapi dia kaya ngeliatin wajah gua gitu."

"Emm, kira-kira apa ya?"

Apa mungkin Rani ada apa-apanya sama Reno? Tapi ko si Reno segitunya ya. Padahal kata Rani, sebelum ngeliat mukanya Rani dia ramah.

Oh iya aku tau,

"Ran, gua mau ngubah penampilan lu nih, boleh kan."

"Ngga ah ran. Gua bakal tetep culun make kacamata begini," ucap Rani pasrah.

"Tapi lu mau berubah ga? Masalah itu gampang."

"Taapi ... "

"Ah kelamaan, udahlah mau ya." Kanya memotong omongan Rani.

Rani menganggukan kepalanya.

"Nah gitu dong, oke nanti gua ijin ke bunda dulu ya. Besok gua kabarin lagi oke."

"Iya oke."

"Nah gitu dong senyum. Lo makin cantik sumpah."

"Eh Curut!"

suaranya udah ga asing lagi nih, pasti dia.

"Tuh kan bener. Males banget gua." pandangan ku bukan ke arah si Mr.robot.

"Eh Kanya, ada masa depan tuh, gua balik duluan ya," ucap Rani cekikikkan seraya berjalan meninggalkan taman.

"Ish sumpah nyebelin lu ran."

"Ngedumel mulu lu, berisik. Gua bingung ngasih informasi soal pensi ke lu gimana," ucap Rizki kebingungan namun masih terlihat wajah judesnya seraya duduk di samping Kanya.

"Oh pensi, btw ga bisa apa MCnya diubah?"

"Emang kenapa? Lo takut sama themanya?"

Oh shitt! Tebakannya benar.

"Eng ... ngga, gua ga bisa aja."

"Yaudah selaw, nanti gua ajarin. Gua minta nomer lu buat ngasih informasi deh." membuka gadget nya.

Lo he tumben Mr.robot baik banget

"088277569176 udah kan."

"Ya okey makasih, gua duluan ya."

"Eh, satu lagi. Gausah manggil gua curut."

"Siap curut," hormatnya pada ku dan langsung meninggalkan taman.

"Eh kamprettt!! Udah gua bilang jangan manggil itu."

Dia udah ngilang aja dari taman. Pandangannya membuat ku lebih lega buat menghapadapi pensi, apalagi dia bilang mau bantuin aku jadi MC. Kenapa aku jadi lebay gini ya? Tapi emang bener tatapannya itu kaya tatapan seseorang tapi siapa ya? Duh otak ku ini ga pernah bisa di ajak kompromi.

PARTNERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang