Part 23

2.3K 83 7
                                    

Helloo guyss! Siapa nihh yang nungguin scenario tuhan , author balik lagi nihh bawa ceritaa nyaa . Yukk simakk !!!!!

----------------------------------------------------
Matahari mulai mengintip , rasanya malas bangun melakukan rutinitas seperti biasanya . Membuat semua orang enggan mengintip keluar jendela memperhatikan dunia bahwa ini indah sangat sayang jika hanya bermalas malasan dikasur .

Ya hari ini hari minggu wekeend bagi semua pekerja kantor maupun anak sekolah namun bukan bagi buruh . Mereka masih harus mencari sesuap nasi untuk anak istrinya , menanggung semua keringat dan keluh kesah .

Ali meraih hape di nakas samping bedcover ya , ia mulai mengetikan sesuatu .

"Selamat pagi pril, semoga harimu baik" klik send dengan nomer bertitle hazel eyes . Notif bahwa pesan sudah terkirim muncul dilayar hape nya , ali mulai beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas mandi . Ya meski libur bukan alasan ali untuk malas mandi .

Kloneng
Sebuah notif messeage muncul di layar hape ali , ali segera membaca hapenya karena ia rasa prilly membalas pesannya. 

Di layar hape tertera nama Kevin, ali mengerutkan dahinya karena tak sesuai ekspetasi .

bro hari ini gue main kerumah lo , jangan kemana mana

isi pesan yang dikirim kevin , namun ali tak membalasnya , karena yang ia inginkan hapenya berbunyi notif dari prilly. Akhirnya ali memutuskan untuk melanjutkan mandinya yang sempat tertunda.

....,................

Prilly POV

Klung

bunyi hape gue ketika gue sedang memainkan instagram , namun di layar atas terdapat pesan masuk , ali si cowo tengil itu. Gue pun membuka pesannya

Selamat pagi pril , semoga harimu baik

Ini anak kenapa jadi berubah gini sih , dulu aja sneng banget yang namanya menghina tapi sekarang ? Bahkan berkata kasar aja gk pernah , gagar otak kali ya tuh anak.
akhirnya gue mutusin buat tetap menscroll beranda instagram gue , yang isinya kids zaman now .

................

Ke esokan harinya .

Pagi ini gue bersiap pergi ke sekolah , gue memang anak orang yang berpengaruh di sekolah tapi bukan berarti gue bisa seenaknya sekolah gue tetap sama seperti siswa lain , dan itu permintaan gue ke bokap gue Karena gue cuma pengin disiplin dan sama merasakan sekolah bukan homeschooling.

"Prilly" teriak seseorang dibelakang gue yang gue sangat hafal suaranya , ya gritte dia sahabat terbaik gue.

"cantik te lo pagi ini" gue heran kenapa ini anak jadi cantik pagi ini yah ? Biasanya dia nggak mempedulikan penampilannya ,mungkin dia lagi dekat sama cowok semoga sih nggak bakal lupain gue.

"Dari lahir lo baru sadar pril"

"Baru dipuji udah terbang "

Kita pun tertawa bersama , ya inilah kita jika bersama tak akan ada kesedihan tercipta hanya tawa bahagia atau bahkan menertawakan hal yang mungkin menurut kalian nggak penting tapi menurut kita penting dan itu membuat persahabatan gue dan gritte langgeng.  Gue dan gritte pun berjalan melewati koridor sekolah untuk menuju kelas. Dikelas gue sudah disambut sama senyuman ali yang menurut gue sangat aneh yang biasanya gue hanya melihat muka ketuanya bahkan muka yang tak enak dipandang ketika bertemu gue dan sekarang dia tersenyum begitu manis bahkan sangat manis membuat kadar ke gantengan nya naik pesat.

hari ini jam olahraga , membuat seluruh siswa kelas prilly menuju loker mereka masing masing untuk mengganti baju seragam mereka dengan baju olahraga .
Prilly dan gritte pun segera menuju lapangan setelah berganti pakaian , hari ini materi nya basket . permainan pertama dimainkan grup cewek masing masing 5 orang , 15 menit prilly dan team nya berlari kesana kemari akhirnya mereka menang , prillypun akhirnya memilih duduk dipinggir lapangan mengelap keringat yang mengalir di pipinya .

Sekarang giliran cowok yang bermain basket namun tiba tiba bughhh sebuah lemparan bola mengenai prilly , prilly yang hilang keseimbangan langsung pingsan karena benturan bola yang sangat keras. Gritte yang ada disampingnya khawatir dengan keadaan prilly.

"Pril, bangun pril"

"Bawa ke uks " teriak pak Londo guru olahraga.

Rahang ali mengeras dan memukul Vino yang menyebabkan prilly pingsan , ali berlari kearah prilly .

"Minggir minggir kalian lelet amat sih" bentak ali kepada mereka . Ali langsung mengangkat prilly dan  membawanya ke uks , setelah sampai uks dia langsung membaringkan tubuhnya dikasur yang disediakan sekolah , lalu penjaga uks menghampiri prilly dan mengecek keadaanya . lalu mengambil kotak p3k dan mengobati benjolan pada kepala prilly .

"Dia nggak papa hanya saja dia syok kena lemparan bola jadi dia pingsan"

penjaga uks pun kembali ke tempat duduknya. Ali pun mengelus kepala prilly .

"Li gimana prilly" ucap gritte yang tiba tiba datang .

"Nggak papa udah diurus"

"Ya udah biar gue aja yang jagaian"

"Nggak usah biar gue aja te "

"Lo serius ?"

"Iya "

"Ya udah gue ke kelas ya li"

Gritte pun kembali kekelass meninggalkan ali dan prilly berdua , mungkin ssekarang waktunya mereka mendekatkan diri dan bertukar pikiran karena bagaimana pun seperti apapun mereka berantem orang lain akan menilai mereka cocok bahkan sangat cocok .

SCENARIO TUHAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang