Bab 31

3.3K 98 9
                                    

*LINE*

Thomas : El

Thomas : Nanti jam 7 aku jemput yah..

Thomas : Kita pergi makan soalnya aku mau kenalin ke seseorang.

El : Males..

Thomas : Ayoklah...

El : Yaudah.

Thomas : aku jemput jam 6 pake baju bagus!!

El : Banyak maunya lu!! Gk jadi nih!!

Thomas : Serius kalo gk pake baju bagus kita jangan temenan lagi

Thomas : Masa sama temen kayak gini jahat!!

El : Zzz

Thomas : Oke kalo gk bagus aku suruh ganti, dah sampai ketemu jam 6 besok minggu kok jadi kita bisa pulang malem. (El read)

Ini baru pertama kalinya Thomas ingin mengenalkan seseorang kepada El. Karena hal ini El yang tadi menonton TV dengan serius bersama adiknya. El sekarang jadi bengong sendiri sambil memegang HPnya.

Cristy yang melihat El yang terus memandang HPnya. Membuat cristy untuk mencari tahu apa yang Ia pikirkan.

Ctisty berpindah duduk kelantai untuk mendekati El. "Ci, lu kenapa??"

"Emangnya gua kenapa??" El yang mendengar perkataan adiknya menjadi bingung sendiri.

"Lu bengong."

"Gakpapa. Masa sih Thomas ngajak gua makan dan dia mau kenalin ke seseorang." El melanjutkan memainkan HPnya.

"Yaelah gitu doang. Biasanya kalo cowok ngajak elu jalan juga lu gk mau."

"Yang ini beda!!"

"BEDA?? BEDA KENAPA??" Cristy melototkan matanya.

"Yah beda aja." El pergi kekamar.

"Tunggu ci, gua bantuin elu pilih baju yah." Sang adik langsung mematikan TV dan berlaru menyusul kakaknya.

Cristy langsung membuka pintu surga. Pintu itu biasanya pintu yang paling dicintai maupun disukai dan selalu dijaga oleh kaum wanita. Pintu itu adalah pintu lemari baju yang besar, dan dipenuhi oleh dress yang bergelantungan. Serta baju dan celana yang dilipat rapih dan tak lupa kotak sepatu yang tersusun rapi.

"Ci, lu main hp mulu." Cristy melemparkan gaun yang Ia pilih untuknya. "Sono coba." Cristy duduk dan gantian El untuk berdiri dan berganti di kamar mandi.

"GUA MALU!!!" Teriak El dari dalam kamar mandi.

"Keluar dulu." Tak lama pintu kamar mandi terbuka perlahan-lahan dan ada Bidadari yang keluar dari suatu ruangan.

Baju terusan model terbaru yang berwarna ungu muda lembut. Modelnya yang elegan dan kainnya yang jika dipegang kita akan merasakan kelembutan yang membuat laki-laki menyukainya. Baju itu sangat pas dengan bentuk tubuhnya yang singset, baju itu membalut ketat dan dengan jelas memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.

"Gila ci, lu cantik banget." Adiknya berjalan mengelilingi dirinya dan menghelus pakaiannya itu. "Udah lu pake ini aja, sama sepatu hak rosegold lu itu. Itu pasti pas." Cristy kembali mengorek lemari kakaknya untuk mencari sepatu yang ia anjurkan.

"Yakin???" Tanya El, karena baru kali ini ia memakai pakaian seperti ini dan ia memakai pakaian seperti ini untuk menemui seseorang yang belom Ia tahu, siapa yang akan Ia temui.

"Iyah udah gk usah bawel, percaya ama gua. Adik elu yang gak kalah cakep ama elu." El langsung sinis melihat tingkah adiknya. "Udah sono suruh bebeb elu jemput, gua mau mandi. Semoga perjalanan kalian menyenangkan." Cristy keluar dari kamarnya.

*LINE*

El : Weh

El : Jemput gua!!

El : Cpt!!!!!!!!!

* 15menit kemudian *

El : Weh

(Free call)
El : Not answer

"Setan chat gua gk dibales, ditelpon gk diangkat kemana nih orang!! Mending gk usah ngajak pergi!!!" El makin kesal dia sudah bersusah payah memakai pakaian yang Ia tidak suka.

Tiba-tiba suara bel berbunyi. "Itu siapa??? Jam segini." El langsung turun sambil membawa sepatunya. Iapun membuka pintu dan melihat disana hanya ada anak kecil sambil memegang sebuah amplop.

"Kenapa yah dek??" Tanya El sambil membuka gembok. "Ini ada surat buat kakak dari orang disa..." anak itu menoleh kearah yang Ia tunjuk tetapi disana tidak ada siapa-siapa.

"Mana dek??"

"Tadi disana kak."

"Yaudah, makasih yah."

"Iyah kak, sama-sama."

Anak itu langsung pergi dan el kembali mengkunci pintunya. El kembali masuk dan duduk di ruang keluarga, sambil membuka amplop yang berisi sesuatu yang baru Ia terima dari anak kecil.

"Ci, gua pergi dulu yah." Cristy tiba-tiba turun dengan kecepatan penuh sambil memakai gaun selutut yang sangat cocok dengan tubuhnya itu.

"Lu mau kemana??" Tanya el dan ia kembali meletakan suratnya itu.

"Kesuatu tempat ama temen gua, temen gua udah diluar. Gua pergi dulu, jangan lupa kunci pintu yah. Dadahh, semoga perjalanan elu menyenangkan." Dan "BRAK!!" Suara pintu dibanting yang menghasilkan suara yang cukup keras. El tidak memperdulikan dan Ia kembali ketujuannya yaitu membuka amplop itu.

Suara dari HP El berbunyi, dan ada telepon dari Thomas. El mengangkatnya. "Aku diluar." Thomas langsung mematikan teleponnya sebelum El menjawab atau mengoceh Thomas yang tak baca chatnya. El langsung memakai sepatunya dan berlari dan setelah Ia keluar dia melihat sedan silver yang Ia bisa lihat ada sesosok laki-laki yang mengemudi mobil itu.

El masuk kedalam mobil itu setelah mengunci pintu rumahnya. "Kok lu lama sih!!"

Thomas langsung membalas. "Giliran cewek lama cowok gk boleh ngoceh, giliran cowok lama cowok langsung dengerin nyanyi merdu dari cewe."

"Nyindir??"

"Nggak."

"Kita mau kemana??" Tanya El.

"Ke hati aku, supaya kamu seneng."

"Apaan sih lu." El mengeluarkan hpnya dari tasnya.

"Kalo ngambek pasti main hp, bosen liatnya."

"Yaudah sih!!!" El makin jengkel mendengar kalimat yang dikeluarkan dari Thomas.

Tiba-tiba suara telepon berbunyi......

---

Jangan lupa comment dan vote yah.

Ikutin terusya...

Berhubung wattnya colab jadi kalian bisa follow partner gua Kristina_cahya

Thanks yah yang udah ikutin dari awal dan thanks juga buat votenya.

Ditungguyah part selanjutnya pasti keren jadi ikutin terus dan jangan lupa share keteman-teman kamu.

Jangan bosen nunggu updateannya yah soalnya sibuk diusahakan bisa update cepet jadi ceritanya bisa selese. Jangan bosen yah ama author yang seperti ini labil, biasa anak muda #apaansih😂 . Support terus yah 😚😚

First KissWhere stories live. Discover now