Bab 17

4.3K 123 0
                                    

     Angin sore yang berhembus kencang, dan memberikan irama didalamnya. Membuat mereka jadi merasa tenang dan terbang dilangit yang indah ini karena suasana yang membuat mereka seperti ini.

"Adohh.... capek banget." El langsung duduk di pinggir lapangan.

     El menatapi seorang kaum adam yang sedang berlatih shooting di lapangan seorang diri. Dengan memakai pakaian olahraga dengan wajah memakai kaca mata, dan melepaskannya untuk mengelap karena kaca matanya basah terkena keringat, yang lagi-lagi membuyarkan pikiran el.

     Setalah puas memasukan bola ke ring, dia mendekati el dengan muka yang penuh dengan keringat dan rambutnya yang basah. Thomas mengacak-acak rambutnya supaya keringatnya tak menetes ke wajahnya dan dia mengelap kaca matanya, lalu memakaikannya kembali ke wajahnya.

"Aduh cakep banget." El mengucapkannya dengan suara yang kecil.

"Kenapa bianca kamu bilang apa??" Thomas meneguk minumnya yang ada ditangannya.

"Ng-nggak kok gua bilang capek banget." El merasa malu karena itu.

"Oohh"

"Weh lu harus siap yah buat besok, stamina lu harus bagus. jangan kurang istirahat, makan tepat waktu, supaya bisa menang." El memberikan nasihat yang membuat thomas memperhatikannya.

"Oke siap boss." Thomas menghormat ke el.

"Apaan sih jangan lupa yah, advice gua."

"Iyah, kamu perhatian juga yah. Gk terlalu galak." Thomas mengeluarkan kata-kata itu yang membuat el malu, karena baru kali ini dia seperti itu ke kaum adam.

"Apaan sih. ini kan supaya menang. Gua gk mau digangguin ama marco sialan itu." El mengelak pernyataan dari thomas.

"Yaudah aku usahain bakal menangin pertandingan ini." Thomas memberikan senyuman termanisnya untuk el yang sedang menatapnya.

"Yaudah aku pulang dulu yah. besok kan mau menangin lomba supaya kita bebas." Thomas membereskan barangnya.

"Yaudah sana sekalian gua anter." El mengambil kunci mobilnya.

"Oke makasih bianca."

"Makasih?? Buat apaan??" El bingung.

"Buat hari ini kamu udah temennin aku." Thomas mengatakannya dengan jelas, tetapi bukan dibalas dengan kata-kata, melainkan el mendaratkan tonjokan ke tangan thomas.

"Bacot lu. cepet." El meninggalkan thomas yang kesakitan karena tonjokannya.

     Thomas dan el memasuki mobil dan menancapkan gas untuk mengantar thomas pulang. Sepanjang jalan mereka berbicara jika diperlukan saja jadi suasana didalam mobil hanya ada suara angin ac dan kendaraan dari luar mobil.

"Udah belok kanan nanti udah nyampe kok." Tukas thomas.

     El langsung memutarkan stirnya untuk belok kekanan setelah sampai didepan rumah thomas, el kaget karena rumah thomas lumayan besar dan terang.

"Udah nyampe, makasih yah bianca." Thomas membuka pintu mobil.

    El langsung meninggalkan thomas didepan pagar dan menancapkan gasnya untuk pulang kerumah. El menyalakan radio dan menyanyi di sepanjang perjalanan karena semua lagu yang diputarkan di radio, el hafal liriknya. Sehingga el menyanyi disepanjang perjalanan.

"Ci lu baru balik??" Tanya cristy yang sedang menonton TV di ruang tamu.

"Iyah."

"Lu abis ngapain??"

"Main basket."

"Sama sapa??"

"Mau tau aja!" El langsung masuk kedapur untuk mengambil minuman.

"Sama cowok yang waktu itu dateng kan. Hahahahaa..." Cristy langsung ketawa cekikikan setelah mengatakan itu.

"Apaan sih lu!! Sok tau!!"

"Alah orang beneran gua abis lewat sono, duduk bersebelahan lagi."

"Bacot lu salah orang lu." Wajah el langsung berubah menjadi merah.

"Halah boong lu, orang lu ketawa ketawa gitu kayak orang pacaran."

"Ng.." Belom selesai berbicara.

"Jangan-jangan dia beneran cowok elu. Wkwkwkkk." El hanya melihat adiknya dengan tatapan kesal.

"Masa elu ama dia." Cristy melanjutkan terawaannya.

"Gua gk pacaran tapi gua abis latihan ama dia!!"

"Ooo"

"Jadi kalo gk tau apa-apa diem aja." El langsung meninggalkan cristy.

"Kalo suka juga gpp kok, cakep juga dia pas main basket." Cristy melanjutkan menonton dan el tidak memperdulikannya dan langsung naik untuk kekamarnya.

     Setelah membuka pintu kamar dan menutupnya dia langsung menjatuhkan badan yang bau itu ke kasurnya. Setelah itu, dia tersenyum dengan sangat bahagia, karena hari ini cukup berjalan dengan baik menurutnya.

"Nice day." El langsung memejamkan matanya.

******************************************

"Thomas pokoknya harus menang" thomas mengatakannya sepanjang perjalanan dari kamar mandinya sampai dikamar.

     Thomas langsung menjatuhkan badannya kekasur dan senyum sambil tertawa kecil karena baru kali ini dia melihat seseorang seperti ini.

"Nice day." Thomas langsung memejamkan matanya.

******************************************

     Merekapun langsung tidur untuk memulai hari barunya karena besok adalah misi terbesar untuk ketenangan kehidupan mereka.

---

Mau tau kelanjutannya ikutin terus....

Jangan lupa komen vote dan follow....

Berhubung watt ini berkolaborasi difollow juga yah partner gua (Kristina_cahya ).

Dan makasih yang udah ikutin terus....
    

First KissWhere stories live. Discover now