12. Arvin

1.2K 114 16
                                    

Navin memposting foto Arvin di IGnya beberapa jam yang lalu, banyak like dan komen dari fansnya. Tapi tak ada respon dari Eann. Memangnya dia tidak sadar anak kesayangannya hilang?

Baru saja ia hendak menghubungi cewek itu, saat sebuah pesan masuk ke hpnya.

RissaCarisS
Yang di IG kucing kamu? lucu banget! boleh pinjam? Sehari aja, ya?

Senyum Nav mengembang membaca chat dari Rissa. Untuk pertama kalinya gadis itu memulai obrolan dengannya. Biasanya dialah yang pertama mengiriminya pesan, baru Rissa akan membalasnya.

NavinTar
Tentu saja boleh. Akan aku antar sekarang juga. Tunggu, ya! 😉

Dengan tergesa pemuda itu menyambar jaket dan kunci mobilnya. Lalu membawa Arvin yang mengantuk dan nyaris tidur di atas kasurnya. Membuat kucing itu mengeong karena kaget.

Sepertinya kehadiran Arvin bisa membuka jalan untuknya lebih dekat dengan Rissa. Abaikan saja hal lain. Toh asal Rissa nggak bilang, Eann nggak akan tahu Arvin di mana.

.

Ren melirik kakaknya yang bermain dengan seekor kucing. Atau sedang berusaha berinteraksi dengan makhluk itu? Karena kucing itu hanya diam menatap mainan yang Rissa lemparkan padanya.

"Kenapa diam saja? Semalam dia aktif banget pas ada Nav," gumam Rissa.

Ren mengambil tempat duduk di depan Rissa. Mengulurkan tangannya pada Arvin. Dan kucing itu melenggang ke arahnya.

"Oh? Dia mau mendekatimu? Aneh, apa dia betina? Nav bilang ini jantan?"

"Mungkin dia mengenaliku. Aku sering ke rumah Nav dan bermain dengannya," ucap Ren. "Kak Rissa nggak kuliah?"

"Ntar agak siang. Cuman satu mata kuliah."

Ren mengangguk mengerti. "Kalau begitu aku duluan. Sebaiknya kakak kembalikan Arvin pada pemiliknya. Dia sangat mudah stres."

Setelah mengatakan itu, Ren meletakkan kucing putih itu di pangkuan kakaknya, dan keluar dari rumahnya. Dia masih ada satu tugas wajib. Menjemput Arveann.

Mungkin orang lain akan heran, bagaimana Alvino membiarkan ceweknya diantar jemput oleh oranglain. Tapi dengan santainya dia bilang ponakan cantiknya nggak mau dia tinggal. Dan mengingat kedekatan keduanya, semua menganggap itu wajar.

Padahal alasan sebenarnya adalah karena Ren yang selalu mendahuluinya mengantar dan menjemput Arveann. Termasuk juga hari ini.

000

Entah mengapa Ren merasa suasana kampus sedikit aneh. Sama seperti saat insiden foto Eann dan Nav minggu lalu. Mereka juga berbisik-bisik saat keduanya datang. Dan Ren yakin mereka sedang membicarakan Eann sama seperti sebelumnya.

Masalah apa lagi kali ini? Batinnya penasaran.

Sementara cewek -yang menurut feeling Ren- menjadi pusat perhatian justru dengan santai berjalan sambil bermain game dengan ponsel Ren. Sebenarnya dia itu nggak peka atau cuma pura-pura?

Langkah Ren terhenti saat mendengar seorang berbisik dengan tatapan mengarah pada Eann. Dia bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Dan terus terang itu membuat kupingnya panas. Dan dengan kesal langsung memutar langkahnya untuk menegur beberapa cewek yang membicarakan Eann.

"Sebenarnya apa masalah kalian? Jangan sembarangan menyebarkan gosip yang tidak jelas!" bentaknya tanpa peduli cewek-cewek itu adalah seniornya.

Wajah para cewek itu memucat mendengar ucapan Ren yang terdengar sarat amarah.

MY EX-BOY'S FRIENDSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang