Bagian 7

1.5K 157 9
                                    

Note: Yang garis miring itu flashback ya...

.

Growing Pain.

_Ilsan, September 1986_

.

_Flash back_

.

"Aku sangat mencintaimu Eunhyuk-ah" ucap Donghae mantap saat menyatakan perasaannya kepada gadis yang sedang berdiri di depannya sekarang ini.

"Aku tahu tetapi hubungan kita takkan bisa bertahan. Ada banyak sekali perbedaan dan pertentangan diantara kita Hae" jawab gadis itu dengan suara serak, matanya berkaca-kaca saat melihat betapa rapuhnya sosok laki-laki yang ada di hadapannya kini.

Lee Donghae pria yang sudah dikencaninya selama lebih dari setahun terakhir itu tiba-tiba saja datang kepadanya lalu mengajaknya kawin lari.

"Maafkan aku tapi maukah kau menikah denganku, aku akan membawamu pergi jauh dari sini, kita akan menikah dan hidup bahagia" Donghae memegang erat tangan Eunhyuk tak ingin melepaskan tangan gadis itu.

"Ayo Hyuk, kita menikah dan pergi sejauh mungkin" pintanya memohon lagi hampir menangis, sebab gadis yang di pinangnya itu tidak bergeming sama sekali.

'PLAK'

Tak tahan dengan sikap Donghae, ia pun menampar pria tersebut, "Apa kau sadar jika lusa kau akan menikah dengan puteri tuan Cho!" bentak Eunhyuk emosi, "Kau sadar jika kau sudah akan menjadi milik orang lain! Aku... aku..."

'GREP'

"Kau kejam, Hae-ah, kau kejam, tapi aku pun tidak bisa berbuat apa-apa..." Eunhyuk tak henti menangis dan memukul dada bidang kekasihnya itu.

"Makanya ayo kita menikah sekarang lalu pergi jauh" pintanya lagi, "Aku hanya mencintaimu Hyuki-ah, aku tidak bisa menikah dengan wanita yang bahkan kini tengah mengandung anak orang lain"

"Mianhae, tapi aku tidak bisa... kau tahu jika ayahku menentang hubunganku denganmu. Aku menghormati ayahku lebih dari apa pun di dunia ini. Maafkan aku, dan selamat atas pernikahanmu lusa" putus Eunhyuk lalu pergi begitu saja.

.

.

.

"Kau tahu jika aku sekarang tengah mengandung anak dari laki-laki lain" ucap Heechul dingin kepada Donghae.

Saat ini mereka berdua tengah duduk di dalam kamar pengantin mereka, hanya kekakuan lah yang terlihat di saat upacara pemberkatan pernikahan selesai di gelar tadi sore.

"Katakan padaku berapa banyak kau di bayar untuk ini" tukasnya dengan mata yang yang terus mengarah ke depan.

Donghae hanya diam tidak menjawab, jujur saja sikap Heechul berbeda seratus delapan puluh derajat dari sikapnya tadi sore. Beberapa jam lalu, ia masih terlihat bagaikan pengantin wanita lugu yang sangat bahagia, namun sekarang wajahnya penuh dengan amarah dan kebencian.

Sebuah sandiwara yang bagus bukan...

"Aku harap kau menjaga ucapan mu, aku tidak mau berbuat kasar pada istriku di malam pengantin ku" ucap Donghae tak kalah dingin.

"Orang seperti mu tidak akan ku izinkan untuk menyentuhku bahkan sampai ujung kaki sekali pun" Heechul tersenyum sinis, lalu tertawa "istrimu kau bilang? Lucu sekali..."

"Ku harap kau menjaga sikap mu nona, biar bagaimana pun sekarang aku ini suamimu" ucap Donghae mencoba sabar dan mengerti, namun...

"Tssk, kau pikir aku takut padamu. Siapa kau berani-beraninya masuk ke dalam hidupku. Kalau bukan karena anak ini, Hanggeng tidak akan meninggalkan ku!" teriak Heechul histeris, memukul-mukul perutnya.

Growing PainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang