Bagian 6

1.6K 175 8
                                    

.

Growing Pain

.

"Bagaimana keadaannya dokter?" Pria berkepala hampir botak yang kini di hadapan Kyuhyun itu pun tersenyum simpul sembari melepas kaca mata miliknya.

"Untung kau datang cepat tuan Cho, kalau tidak jika terlambat lima menit saja nyawanya bisa melayang" tukasnya menatap tubuh ringkih yang terbalut selimut itu, "Bersyukurlah, dosis obat tidur yang dia minum belum tercerna sepenuhnya, setelah ia sadar nanti berikan banyak minum air putih dan berikan makanan lunak dulu, jika begitu aku permisi "

Kyuhyun duduk termenung, memandangi sosok gadis bersurai coklat tersebut. Bibirnya mengantup rapat, dari raut wajahnya tersirat jelas jika kini gadis itu tengah menderita tekanan psikis yang tak bisa di anggap ringan. Kim Ryeowook, namanya, gadis yang tiga tahun belakangan ini menjalani hubungan dengannya.

"Huh..." Kyuhyun mendesah lirih, memijit pelipisnya pelan. Ia terlalu pusing dengan kekacauan yang Ryeowook buat hari ini. Padahal rencananya hari ini Kyuhyun akan menemani Sungmin kontrol ke Rumah Sakit. Namun harus di cancel karena panggilan dari bibi pengurus apartement Ryeowook jika gadis itu di tememukan pingsan di kamar mandi dengan botol pil yang telah kosong.

Mengingat tentang istrinya, tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar, sebuah panggilan masuk darinya, " Yeoboseo" jawabnya dengan suara setenang mungkin.

"Yeoboseo, ini aku Sungmin, Apa aku menganggu?" balas sungmin merasa tak enak. Karena ia mengira jika Kyuhyun tengah bekerja sekarang.

"Ani, ada apa?"

"Igeo, begini Kyuhyun-ssi, Sandeulie ingin bicara padamu" Sungmin menengok ke arah sang anak yang sedang menatapanya dengan tatapan memohon.

"Nee?" Kyuhyun terkejut namun ia masih bisa mengendalikan suaranya, " Min, berikan telponnya pada Sandeul!"

Entah kenapa saat Kyuhyun memanggil nama kecilnya tadi membuat hati wanita itu berbunga-bunga, perutnya bergejolak seperti ada puluhan kupu-kupu terbang di dalamnya, "Yeobo, kau mendengarku?" tak mendapatkan respon Kyuhyun pun memanggil Sungmin lagi dengan nada lembut dan membuat ia kikuk dengan pipi merona.

"Omona, Kyuhyun-ssi berhasil membuat ku merona lagi" benak Sungmin malu sendiri.

"APPA" panggil Sandeul yang cepat saat ponsel itu menempel ke telinganya.

"Nee, ada apa hmm. Kata omma Sandeullie ingin bicara pada appa?" Kyuhyun tersenyum, ia merasa semangatnya kembali lagi saat mendengar suara anaknya. Ia pun bangkit dari kursi dan berjalan santai menghadap jendela yang terbuka, dan menghantarkan air sejuk kepadanya.

"Hahahaha...." Kyuhyun tertawa lepas, hatinya senang sekali saat Sandeul dengan lancar menceritakan pengalamannya di Rumah Sakit saat menemani ibunya tadi, "Jika Sandeul menjaga omma dengan baik, nanti appa akan bawakan ayam goreng bagaimana Sandeulie mau?"

"Jinjjayo Appa! Uwah, omma, omma Chanie dapat ayam goreng lagi" sorak gadis kecil itu girang, "Nee appa cepat pulang dan..." Gadis itu menengok kea rah ibunya saat Sungmin mencoba membisikan sesuatu padanya, " Oh, selamat bekerja" ucapnya manis, mengakhiri panggilan telepon barusan.

Kyuhyun masih senyum-senyum sendiri sampai ia di buat terkejut bukan main dengan suara yang mengagetkanya.

"Oppa tampak bahagia sekali"

"Ryeong-a kau sudah sadar"

.

.

.

"Aaaa..."

Kyuhyun menyerah dari tadi hanya gelengan yang ia terima saat ia mencoba menyuapi gadis itu. "Jika kau tidak mau makan nanti akan semakin lemah, lambungmu baru saja di gilas Ryeong-a" ucapnya prihatin, " Kau harus makan setidaknya tiga suap saja" bujuknya lagi, namun tidak berhasil wanita itu masih tak bergeming.

Growing PainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang