Bagian 3

1.9K 199 14
                                    


Kyuhyun berjalan pelan masuk  ke rumahnya. Tubuhnya tampak lesu dan penampilannya berantakan. Tampak beberapa maid yang berdiri di belakang menatap cemas padanya. Setelah mendengar kabar jika nyonya mereka mengalami kecelakaan dan sekarang sedang koma di rumah sakit,  dan ditambah lagi dengan kondisi Kyuhyun yang seperti sekarang.

Yah, meskipun mereka tahu jika selama ini Kyuhyun kurang memperhatikan Sungmin ataupun puteri mereka.

Namun ada satu hal yang mereka cemaskan sejak tadi, yaitu pertanyaan Sandeul akan ibunya yang belum pulang. Mereka bingung harus menjawab apa. Dan lagi, bocah jiplakan Sungmin itu  demam sejak pulang dari pentas sekolah tadi. Kibum yang tadi mengantarkannya tidak bisa menginap dikarenakan ia punya pekerjaan malam ini. Mungkin karena Sandeul tidak pernah lepas dari ibunya, jadi sekalinya berpisah anak itu mendadak demam.

"Tuan" cicit pak Kang salah seorang kepala pelayan disana, dengan hati-hati ia berusaha agar tidak membuat marah Kyuhyun.

"Ada apa?" tanyanya singkat, memijit pelipisnya yang pening.

"Nona Sandeul demam, sejak tadi ia menanyakan nyonya. Kami bingung harus menjawab apa. Setelah nona Kibum pulang, Sandeul tiba-tiba teringat ibunya dan menangis kencang hingga ia demam dan..."

Kyuhyun menyela ucapan pak kang tadi dengan isyarat tangannya. Ia melempar jasnya ke salah satu maid dan pergi ke atas. Membuat para maid yang disana hanya saling melempar tatapan takut.

Cho Kyuhyun, membuka pintu kamar puterinya perlahan. Dari daun pintu ia melihat Sandeul yang kini tengah rewel dengan mata terpejam digendongan Sunny pengasuhnya.

"Hiks, hiks, omma" rancaunya dengan suara parau. Demamnya naik lagi akibat sering menangis. Sunny sampai panik dan hanya bisa mengelus punggung gadis kecil itu lembut. Mengusap butir-butir keringat yang mengucur deras dari dahinya.

"Tenang ya sayang, sebentar lagi omma pulang. Sandeullie sembuh ya, cup,cup,cup" ucapnya , membuka sedikit jendela agar angin masuk.

"Hiks, ommaa, hiks ,(cough,cough,cough) omma , hoek..." Sandeul tiba –tiba saja muntah akibat ia menangis terus. Sunny sungguh panik karena anak majikannya itu hanya menutup matanya saja, dan ia kejang.

"Sandeul!" pekik Kyuhyun segera mendekat dan refleks membawa puterinya itu ke dalam gendongannya.

Sunny yang kaget akan kehadiran tuannya itu , bergegas turun ke bawah untuk mengambil handuk basah dan baskom air hangat untuk Sandeul.

Puterinya masih terpejam, sungguh Kyuhyun baru kali ini merasakan cemas yang sangat dalam. Pria bermanik obsidian itu berusaha membangunkan sang anak, namun nihil, puterinya tetap terpejam dan merancau memanggil ibunya.

"Sandeullie"  panggilnya cemas dan takut, seraya memanggil nama sang putri untuk pertama kalinya.

***

Growing Pain

***

Flashback

Musim panas, tanggal tiga belas di bulan Juli adalah awal dari segalanya bermulai.

Di gereja kecil yang letaknya dipinggiran kota Seoul, lebih dari dua ratus tamu undangan hadir didalam menambah kesan yang penuh sesak didalam gereja. Sedangkan sisanya tampak menunggu di luar sambil menyantap hidangan dari pesta yang dusungguhkan.

Lee Sungmin, gugup meremas bucket bunga pengantinnya. Ia serasa ingin mati lantaran kegugupannya sekarang. Tiba-tiba saja sesosok tangan hangat menggenggam jemari Sungmin yang dingin, pria yang masih penuh dengan Kharismanya diusianya yang menginjak senja. Pria itu tersenyum ramah dan hangat kepadanya. Membisikan kata-kata menyenangkan untukknya.

Growing PainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang