Awal mula bertemu

26 2 0
                                        

WARNING!

!!DILARANG UNTUK COPY CERITA!!
Mohon dimaklumi jika masih banyak typo bertebaran.

💗 Happy reading 💗

Di tengah megahnya konser malam, seorang perempuan berdiri anggun di panggung utama. Jemarinya menari di atas senar biola, menciptakan melodi yang memukau setiap jiwa di ruangan itu. Gaunnya yang berkilauan memantulkan cahaya hangat dari lampu kristal yang menggantung di atas, sementara orkestra di belakangnya mengiringi dengan harmoni sempurna.

Suara biola mengalun, menyentuh hati para penonton yang duduk di kursi merah empuk, terpaku oleh keindahan musik dan atmosfer mewah ruangan itu. Di bawah langit-langit berornamen megah, malam terasa seperti mimpi—sebuah perayaan seni yang memadukan kemegahan dan emosi dalam harmoni yang tak terlupakan.

Pranesha Raespati- atau yang kerap di sapa Nesha itu sedikit membungkuk dengan biola di tangannya setelah menyelesaikan pertunjukan nya malam itu, membuat para penonton bertepuk tangan dengan meriah nya. Nesha tersenyum anggun, menyelesaikan pertunjukan nya malam ini dengan riuh tepuk tangan penonton yang puas dengan hasil pertunjukan seorang Pranesha Raespati.

-------
Pranesha Raespati- seperti yang sudah kalian ketahui, dia adalah seorang gadis berusia 19 tahun yang semalam melakukan pertunjukan orchestra dengan dirinya yang bermain biola sebagai pemeran utama.

Hidupnya yang berasal dari keluarga terhormat dan memiliki pencapaian prestasi di usia nya yang masih belia membuat orang disekitarnya kagum melihat betapa sempurnanya hidup dari seorang Pranesha Raespati.

Tapi, itu yang mereka pikirkan bukan? Bagaimana sifat asli dari tuan putri yang sempurna itu?  Entahlah, hanya dia dan tuhan yang tahu...

----
"Psstt Neshaaa chaaa" seseorang memanggil nama Nesha dengan nada yang rendah seperti berbisik, membuat Nesha yang sedang fokus mendengarkan dosen yang sedang  menerangkan materi menjadi buyar konsentrasi nya.

Dengan malas Nesha membalikkan badannya ke belakang, menatap sahabat nya yang menggangu konsentrasi nya itu.
"Apa?" Tanya Nesha dengan rendah tapi Sirat akan kekesalan.

Elora- atau biasa di panggil lora itu tersenyum melihat Nesha memutar badannya.
"Habis kelas ke cafe yuu" ucapnya dengan nada berbisik.

Nesha mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya, lalu kembali fokus kepada dosennya yang sedang menerangkan.

Sesuai yang dijanjikan Nesha kepada temannya, untuk pergi ke cafe setelah kelas berakhir. Kini mereka sedang duduk bersantai menikmati minuman mereka di cafe itu.

Dengan Nesha yang memesan minuman favoritnya- matcha latte, Nesha sambil membuka laptop nya untuk mengerjakan tugas yang baru saja diberikan dosennya tadi.

"CK ahh Neshaaa, aku kan ngajak kamu kesini buat santaii, ngobrol gituu. Malah ngerjain tugas kamunya, padahal deadline nya juga masih 2 Minggu lagi huft" lora berdecak sebal melihat temannya itu malah mengerjakan tugas saat disini.

Nesha menghela nafas sebentar lalu menutup kembali laptop nya yang sudah dia mode sleep itu, lalu kembali menatap lora yang menunjukan wajah badmood nya.

"Iya iyaa ini udah engga, yauda mau apaa" Nesha merilekskan tubuh nya di tempat duduk yang nyaman itu, menurut nya itu adalah cafe ternyaman yang dia rasakan selama dia berkuliah disini.

"Hufttt kamu bosen ga sih chaa, kehidupan cuma ngampus, ngerjain tugas, les biola, pulang, makan, tidur, kadang pertunjukan orchestra. Ga pernah aku tuh liat kamu kaya menikmati hidup, jalan jalan gitu minimal"
Nesha yang mendengar itu hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

Padahal yang menjalani kehidupan nya Dia, tapi kenapa yang complain malah sahabat nya itu.
"Akuu nikmatin hidup ko, aku suka latihan biola terus tampil di depan orang orang. Eum aku juga suka baca buku sama masih suka nonton drakor juga ko, buat jalan jalan sih kemarin kan aku abis dari Singapura kamu tau sendiri"

Lora berdecak sebal sambil memakan kue Red Velvet nya.
"Heh! Ke Singapura kamu tuh buat pertunjukan semalem doang, paginya langsung pulang juga kesini. Jalan jalan apaan kek gitu, ga ada tuh aku liat kamu minimal foto sama patung Merlion atau ga ke studio universal. Cuma ada foto waktu lagi di theater doang."

"Huftt yauda terus aku harus apa lagi? Kamu mau ngajak aku main? Ayoo aja, mau kemana?" Lora yang daritadi memanyunkan bibirnya itu seketika tersenyum sangat manis.

"Nahhh itu diaaa, sebentar lagi semester 1 kita kan selesai nihh. Habis UAS kita main ke jakarta yuk" Nesha yang mendengar itu mengernyitkan dahinya.

"Lah ngapain ke jakarta, ga ada apa apa disana. Ngajak liburan tuh yang bener gitu lora. Kaya ke Bali, malang, atau mau ke Banda Neira gitu. Ke jakarta? Mau ngapain? liat jalanan macet? Aneh aneh aja kamu Ra"
Nesha meminum matcha latte nya dengan pandangan aneh mendengar ajakan liburan dari temannya itu.

"Ishhh tuh kan gatau kan kamu mahh, cuma di jakarta yang ada aquarium tauu. Aku pengen kesanaa, aku fomo pengen foto foto disana seru kayanya"

"Yaelah lora, di Surabaya juga ada koo kalau cuma aquarium doang. Dirumah aku juga ada tuh aquarium gede, foto foto aja di rumah aku gapapa ko" lora yang mendengar itu jadi kesal.

"Yauda sih kalau gamau, aku gatau mau ngajak siapa lagi selain kamu. Bilang aja gamau ikut susah banget pake alasan ini itu." Setelah mengucapkan itu, lora pergi meninggalkan Nesha yang kaget dengan perilaku sahabatnya itu.

"Yahh ngambek deh" Nesha menghela nafas sebentar setelahnya membereskan barang barangnya di meja untuk dimasukkan kembali kedalam tas nya, dia buru buru melakukan itu untuk mengejar lora yang sudah ngambek berjalan jauh dari cafe. Sampai dia lupa memasukan handphone nya.

-----
Seorang pria dengan gitar tersampir di punggungnya melangkah masuk ke kafe, pandangannya berkeliling sejenak, mencari sudut yang nyaman untuk duduk. Sampai dia menemukan ada kursi yang sebentar lagi akan kosong karna ada seorang gadis yang sudah membereskan meja nya.

Pria itu menunggu saja dari jauh sampai gadis itu selesai dengan membereskan mejanya, setelahnya gadis itu seperti terburu buru berjalan sampai tidak sengaja menabrak bahu sang pria itu.

Nesha- gadis yang tidak sengaja menabrak bahu dari pria itu langsung menunduk meminta maaf, namun setelah itu dia kembali buru buru pergi dari cafe itu.

Pria itu hanya mengangkat bahu nya dan berjalan ke arah tempat duduk yang di tempati oleh gadis tadi. Sampai dia melihat handphone dengan casing yang berwarna pink, khas sekali milik seorang perempuan.

Melihat meja terakhir yang di tempati tadi adalah gadis itu, pasti handphone itu milik gadis yang tadi. Terlihat dari dirinya yang sangat buru buru pasti dia melupakan benda penting itu.

Pria itu melihat lihat handphone itu sejenak sampai ada satu notifikasi yang muncul di handphone itu yang membuat handphone itu menyala, tertulis disana ada salah satu chat dari seseorang bernama Benny. Karna tidak mau ambil pusing, dan malas mengejar gadis tadi yang entah sudah kemana, pria itu memilih diam saja ditempat itu. Pikirnya nanti gadis itu akan datang kembali ketika sudah menyadari handphone nya hilang.

---
Insyaallah update seminggu sekali, buat hari nya belum pasti hehehe gimana mood 🥲🙏 Terimakasih yang sudah bacaa. Semoga kalian suka yaa💗

I Finally Hold Your HandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang