30.5.2023.
***
GADIS berkucir kuda itu mematikan kompor, kemudian menarik mangkok yang sudah berada didekatnya, lalu, dituangkannya isi dalam panci tersebut ke dalam mangkok. Terakhir, Ia mengaduk mie instan buatannya menggunakan sendok dan garpu.
Gadis itu— Helena– membuka kulkas dan langsung meraih botol coca-cola, kemudian menuangkannya pada Mug berwarna putih dengan gambar beruang. Setelah dirasa penuh, Helena kembali menaruhnya ke tempat semula lalu menutup kulkas. Gadis itu beralih membawa mangkok mienya. Helena memilih memaknnya diruang TV sembari bersantai dan menonton siaran berita lokal.
Gadis berambut panjang itu mendudukkan tubuhnya diujung sofa. Kemudian menarik meja oval dihadapannya agar lebih dekat, setelah itu menempatkan mangkok mie dan mug-nya disana. Tangannya yang lain mengambil remote dan menekan tombol merah disana.
TV menyala; Menayangkan berita terkini yang sedang panas. Suara sosok pembawa berita itu terdengar mengintrupsi rungunya.
“Dikabarkan, telah ada 4 Orang yang ditemukan tidak bernyawa di Hutan Arhang dengan kondisi beberapa bagian tubuh terpisah. Beberapa di Identifikasi oleh Polisi bahwa, 3 Orang diantaranya adalah Wanita yang diperkirakan berumur 48 Tahun, 23 Tahun, dan 21 Tahun. Lalu 1 Orang lagi adalah seorang Pria yang diperkirakan berumur 50 tahun. Polisi mengatakan bahwa semua kepala korban ditemukan sedikit jauh dari TKP dengan wajah yang rusak, bahkan beberapa diantaranya tidak memiliki bola mata, lidah, bahkan telinga. Sampai saat ini, Polisi sedang berusaha mengusut tuntas kasusnya. Dan terlihat, mayat korban dibawa kedalam ambulan untuk diautopsi lebih lanjut.” Papar Pria berjas hitam dilayar TV yang membuat Helena, mengernyit ngeri.
Gadis itu menggeleng samar, “Ya ampun, kok sekarang makin marak kasus pembuhan gini, sih?! Serem amat. Mana sampai sekarang Pembunuhnya belum ketemu lagi. Udah berapa orang coba yang dia bunuh? Gue penasaran, kira-kira alasannya apa ya..? .” Komentarnya, kemudian bergidik ngeri tatkala menyadari bahwa Sang Killer pasti berkeliaran diluar sana dan mencari mangsa baru untuk diburu. Mungkin, Helena harus lebih waspada jika akan pergi keluar. Apalagi, akhir-akhir ini ia merasa seperti sedang diawasi.
Helena memakan mienya sembari terus menyimak apa yang dipaparkan diberita. Gadis itu berhenti mengunyah kala rungunya mendapat suara-suara aneh didepan pintu apartemennya.
Tap Tap Tap
Gruduk! Gruduk! Gruduk!
Kening gadis itu mengerut samar. Kemudian berpikir mungkin itu ulah tetangga didepannya. Lalu melanjutkan kegiatannya. Gadis itu mengambil remote dan mengganti channel nya menjadi kartun dua anak TK berkepala plontos. Helena terkekeh kala kedua bocah itu dimarahi oleh Kakaknya hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Tok! Tok!
Helena terdiam beberapa saat. Siapa yang berani mengetuk pintu apartemennya disore hari begini? Apalagi keadaan diluar sedang hujan deras. Apakah itu tetangganya?
“Hek,” Gadis itu tersedak, tatkala pikirannya menyuarakan fakta yang sempat dilupakannya.
Bukannya apartemen didepan sama kanan masih kosong, ya? Yang dikiri, 'kan biasanya pulang larut malam.. Helena memukul pahanya pelan, matanya memejam erat. Lalu itu siapa?
ESTÁS LEYENDO
HELLINA - Transmigrasi (On Going)
Novela JuvenilHELLINA - TRANSMIGRASI (ON GOING) Helena tidak pernah menyangka, bahwa kehidupannya yang semula baik-baik saja. Kini justru berubah 180° akibat ulahnya dimasa lalu yang menimbulkan dampak buruk pada kehidupannya saat ini. Semuanya berawal dari kemat...
