• STORY KE DUA
Menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang penuh dengan kerapuhan dan kelemahan, tetapi takdir harus memaksakannya untuk menjadi kuat.
penasaran? cus lah dibaca
⚠️ Typo bertebaran
⚠️ Terdapat unsur toxic jadi diharapkan bijak...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
°°°
Seorang pria yang duduk di atas rerumputan yang sedang bergoyang serta tiupan angin malam yang menusuk kulit nya. Ia memandang cahaya rembulan yang begitu terang.
Tatapannya menerawang ke depan. Tatapanyang begitu menyiratkan kesedihan,hampa dan luka yang amat mendalam. Cahaya rembulan itulah yang menghiburnya disaat ia terpuruk oleh keadaan. pria itu tersenyum miris menatap rembulan. "mah apa kabar? Mamah disana baik-baik aja kan" tanyanya entah kenapa siapa.
Mengingat kejadian itu rasa sesak yang menjalar di tubuhnya. Sehingga tangisan yang ia tahan sendari tadi, akhirnya tumpah. Iris mata hitam pekat miliknya mengeluarkan cairan bening yang terus mengalir tanpa henti, mewakili segala perasaan yang berkecamuk yang bersarang di dadanya. Ia terisak meruntuki dirinya yang begitu lemah dan rapuh. Ingin sekali ia mengakhiri semua tetapi itu sudah takdirnya.
Ingin sekali ia menyalahkan takdir, tapi tidak bisa, ingin rasanya mengulang waktu tapi tidak bisa.
°°° Hay selamat datang di cerita kedua aku! Jangan lupa vote, comment ya biar aku semangat ngetiknya okay? See you gays!!