Sembilan belas : Sekolah baru

Mulai dari awal

Kata kata yang muncul dari mulut gue saat liat dia

"Gue kangen banget sama Keyla"

Bingo!

Dia melihatku saat di kelas. Aku duduk di depan pojok dekat pintu.

Tak kusangka dia menghampiriku.

"Lho, Fik lo di kelas ini juga?" Gadis itu memegang bahuku

Aku hanya tersenyum tipis sambil memberikan sebuah anggukan.

"Cie cita citanya kegapai cie" Gadis itu tertawa kecil

Tanpa basa basi lagi aku mulai berdiri dari bangku, lalu memegang kedua pipi gadis itu.

"Kamu kemana aja?"

Mungkin gadis itu shock, matanya langsung membulat seketika aku memegang pipinya.

Dia melepaskan tanganku dari pipinya.

"Gue, ke Korea aja kan udah gue tulis alasan gue ke Korea lewat surat, yha lo masih nanya, gimana sih"

"Hp lo kenapa?" Aku mencoba bertanya lagi, menghiraukan jawaban Keyla sebelumnya.

"Gue kejambretan sama seisi tas tas gue. Alhasil hp gue melayang." Gadis itu berbicara seolah olah tidak ada setitikpun rasa kangennya padaku, aku tak berharap dia kangen padaku sebagai mantan, hanya sebagai sahabat saja aku sudah senang. tapi ini?

"Dan lo ga kangen sama kita kita?" Gue sengaja pake kata 'kita-kita' karna aku juga ga mau bilang 'dan lo ga kangen sama gue?'

"Yaa kangen lahh"

Tes

Setetes air mata muncul di pipinya, aku tak tau dia akan meneteskan air mata seperti ini..

Hanya dengan hitungan detik, aku segera memeluknya.

Tak sadar, semua pandangan murid di kelas tertuju pada kami berdua.

Aku melepaskan pelukan itu karna aku tak ingin orang orang berpikiran kalau aku dan dia berpacaran.

Keyla POV

Aku sengaja mendekat ke arahnya dengan alasan aku kangen dia sebagai mantan(?)

Gaisss aku udah move on dari Fikri. Doain aja gak galon yaa!

Tapi,

kenapa, di saat dia memelukku, jantungku berdegup cukup kencang? apa karna efek semata di peluk?

Ayolah, aku yakin aku berhasil move on kok, jangan karna dia memelukku aku jadi galon, kan ga asik

Tapi suer deh, aku kaget loh pas dia meluk aku, rasanya tuh kayak aneh gitulah.

Waktu dia megang pipi gue aja, gue kaget.

Aku mencoba menatap ke arah sekeliling kelas, semua mata tertuju pada kami berdua. Oh inilah alasan Fikri melepas pelukannya.

Eh kalian perlu tau nih, aku tadi kan netesin air mata? aku gatau loh dengan alasan apa aku bisa meneteskan air mata seperti itu.

"Fikk, yang lain gimana kabarnya?" Aku mencoba bertanya padanya

"Nanya kok ke gue? gue kagak akrab sama mereka La, jadi, mana gue tau"

"Lah, tadi kan lo bilang 'ga kangen sama kita-kita?' gue kira lo akrab sama mereka makanya lo bilang gitu" Aku kebingungan

"Ya soalnya pas itu mereka nanyain kabar lo ke gue. tapi kita ga akrab La"

"Ohh" aku hanya ber-oh ria sambil berjalan menuju bangkuku.

Saat aku duduk, perepuan bermata coklat yang duduk di sebelahku menatapku secara sinis.

"Kenapa?" karna menurutku itu mengganggu, aku bertanya padanya.

"Engga" Dia mendelekkan matanya je arahku lalu pergi meninggalkan kelas.

Aneh.

....
* masih Keyla POV ya

Aku pulang dengan keadaan basah kuyup.

Aku.terjatuh.ke.dalam.kolam.ikan.di.sekolah.

MALU BANGET SUER. MASA YA TADI YANG LAIN BUKANNYA NOLONGIN MALAH KETAWA DONG.

Da aku teh bukan badut atuh:(

Di saat yang lain tertawa aku berusaha masih bertingkah so cool. Habis kalo aku ikutan ketawa nanti dikira aku sakit..... sakit jiwa . Kalo aku nangis... yakali aku ga secengeng itu.

Aku berusaha kabur dari keramaian tersebut, parahnya mereka tuh ya mereka berhasil memotret gue. kurang kampret apa coba kan, kalo mereka bayar sih gapapa gue jadi serasa model kebasahan gitu ya. tapi ini kan engga:(

Aku berlari.

Terus saja berlari, sambil menutup muka

Heh gais gue aneh ya, lari pake nutupin muka segala, kalo nanti gue ketabrak baru deh gue sadar kalo menutup muka sambil berlari itu gak baik.

BRUK

Tuhkan bener Keyla ketabrak. nabrak seseorang sih tepatnya.

"Yah basah" Suara laki laki itu cukup terdengar di telinga Keyla

Keyla berusaha membuka matanya, mengecek apakah dia( dibaca; orang yang Keyla tabrak) baik baik saja atau kah terluka?

"Yaampun maaf banget, gue ga sengaja"

"HAHAHAHAHA gapapa santai aja"

Kami pun saling bertatapan. Tatapan kaget muncul di mata kami berdua.

Ternyata dia mang batagor deket rumah aku gais!!

Kalian percaya? jangan percaya ya bohong kok bohong.

"Ya ampun Keyla?!" Dia memegang bahuku.

"Justinn!!! Pakabar nyedh? UDAH LAMA YA GA KETEMU, MAKIN PENDEK AJA YA LO!" Pada kenyataannya Justin nambah tinggi gais.

"Baju gue kok basah gini? bau ikan lagi" Justin bertanya pada Keyla

"Gue tadi jatuh ke kolam ikan" Aku menundukan kepalaku antara malu dan entahlah.

Pertama tama aku melihat wajah Justin yang sepertinya merasa kasihan padaku tapi, lama lama ekspresi wajah Justin berubah menjadi... seyuman yang lebar lalu, ia tertawa dengan puas.

"Dan lo juga malah ketawa?!" Keyla melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya, di atas perutnya.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA NGAKAK BANGETTT, KASIAN BANGET SIH LO HAHAHAHAHAHA,

udahlah sini ikut gue"

Tawa Justin yang membahana tiba tiba berhenti.

Lalu, dia menarik tanganku, dan mengajakku ke suatu tempat.

============
a.n.

HAI!
bantu Vommentsnya yaa, makasihh.

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!