Alula Farzana Ayunindya (Lula)
.
.
Assyauqie Ashraf (Asraf
.
.
Farel Ghazi (Farel)
.
.
Arshaka Virendra Shafwan (Arsa)
Author
Di koridor terlihat seorang gadis cantik tengah berjalan anggun, gadis itu adalah salah satu murid SMA Adicipta. Dia berjalan seorang diri menysuri koridor.
Gadis itu bernama Alula Farzana Ayunindya kepanjangan ya, yaudah disingkat panggil aja Lula. Seorang gadis cantik yang baik hatinya.
Alula juga mempunyai tiga sahabat lelaki dari kecil hubungan persahabatan mereka sangat baik, bahkan orang tua merekapun sampai menjalin kerjasama dalam perusahaan.
Panggil saja mereka Farel, Arsa dan Asraf dari kecil ketiga orang itu selalu menjaga Alula dengan baik, melindungi, sekaligus mencintainya layaknya seperti adik untuk mereka.
Tapi sangat di sayangkan mereka selalu saja membuat onar dimanapun berada, di SMA Adicipta pun mereka sangat di takuti maka dari itu mereka mendapat julukan PRINCESS DAN TIGA CEBONG.
"LULA!!!!" Teriak salah seorang laki-laki tampan dengan perawakan tinggi, hidung mancung, bola mata yang kecoklatan, dan rambut yang dibiarkan berantakan tentu sangat menambah kesan badboy nya.
Siapa dia? Panggil saja Asraf.
Lula yang tengah berjalan di koridor sekolah memberhentikan langkahnya menoleh kearah suara yang baru saja memanggil namanya.
"Heh ketek onta!" Ucap Arsa seraya menoyor kepala Asraf. "Bisa gak lo gak usah teriak-teriak gitu, udah kaya toa masjid anjir"
Arshaka Virendra Shafwan biasa di panggil Arsa laki-laki yang tidak kalah tampan nya dengan Asraf dia memiliki postur tubuh tinggi, hidung mancung, alis yang tebal seperti uler keket dan bibir sexy yang menambah tingkat ketampananya dua kali lipat di atas Asraf.
"Tau lo! Ini tuh sekolah bukan hutan, Lula juga denger kita manggil dia pelan. Gak kaya lo conge!" Celetuk Farel
Nah, Farel Ghazi laki-laki dengan seribu pesona. Baik, humble, ramah, soal tampan jangan di tanya. Tingkat ketampananya melebihi Asraf dan Arsa tentunya, tapi ya kalo udah di jadi satu bersama mereka emang rada gesrek wkwk.
Lula tertawa renyah melihat tingkah ketiga sahabat nya yang saling bully
"Udah-udah ko jadi pada ribut si"
Mendegar ucapan Lula seperti itu Asraf merasa menang karna Lula seolah berpihak pada nya.
Asraf berdiri di samping lula menyandarkan kepalanya di pundak kiri Lula seraya memegang dadanya sendiri.
"Sakit hati abang Lula, hancur hati abang diperlakukan seperti itu." Asraf memasang wajah memelas seolah ia paling terakiti.
Karna geram dengan tingkah Asraf seperti itu Farel menarik Asraf menjauh dari Lula
"Jijik bangke, kek banci lo begitu"
Arsa yang melihat itu bergidik ngeri
"Heh bayi dugong, lo kesurupan setan parkiran ya. Hih ngeri gue jadinya!
"Sia---
"Udah kenapa si, malah pada ribut pusing nih gue masih pagi liat lo pada adu bacot." potong Lula saat Asraf hendak membalas ucapan kedua sahabatnya.
