Suara ricuh dari satu kelas membuat beberapa siswa dari kelas lainnya langsung berhamburan keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Kelas dengan tulisan 'XII-IPS 1' tersebut dipenuhi oleh siswa-siswi yang memang penasaran dengan apa yang terjadi di dalamnya. Pasalnya, XII-IPS 1 adalah kelasnya para pentolan sekolah—lebih tepatnya kelasnya keenam inti Allegart.
Allegart sendiri merupakan suatu geng motor yang beranggotakan ratusan orang. Anggotanya berasal dari berbagai sekolah. Terkenal karena sifat kejam dan tindakan kekerasan yang sering mereka lakukan. Sangat meresahkan warga karena berbagai tindakan kriminal selalu mereka perbuat.
Allegart pernah dibubarkan oleh polisi. Namun, dengan berbagai upaya dari Gilang—ketua Allegart, akhirnya Allegart dapat bangkit kembali menjadi geng yang sangat disegani dan lebih kuat dari sebelumnya. Allegart sudah berdiri hampir 7 tahun dan melakukan pergantian kepemimpinan sebanyak 2 kali.
Parka—ketua Allegart pertama sekaligus pendiri Allegart, kini beralih menjadi ketua gangster. Posisi Parka digantikan oleh Gilang. Parka sendiri yang menunjuk Gilang sebagai ketua saat Gilang menduduki kelas 10. Walaupun masih kelas 10, Gilang sudah memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa karena dirinya merupakan anak karate.
Pola pikir cerdas dan jiwa kepemimpinan milik Gilang membuat Parka tidak ragu untuk menjadikan Gilang sebagai ketua Allegart—meneruskan kepemimpinannya. Terbukti kini Allegart menjadi geng motor yang berjaya.
Jaket berwarna hitam dengan lambang khusus milik Allegart dan gelang yang dibuat khusus—hanya anggota Allegart yang memakainya, merupakan identitas yang dimiliki oleh setiap anggota. Di setiap jaket dan gelang ada nama pemiliknya.
Semua pasang mata terkejut begitu melihat wakil ketua Allegart sedang mencekik salah satu siswa yang kini wajahnya sudah merah karena tidak bisa bernapas. Tatapan tajam milik Rocky tertuju pada Erik—teman sekelasnya.
Tidak ada yang berani menjauhkan Rocky dari Erik. Kelima sahabat Rocky—inti Allegart, hanya duduk santai ditempatnya mengabaikan Rocky. Bahkan Resta dan Farrel malah asik bermain game tanpa memedulikan perbuatan yang sedang dilakukan oleh sahabatnya. Bara yang merupakan pecandu rokok malah asik merokok dan meniupkan asapnya ke udara membuat ruangan terasa sesak dan ada Evan yang sibuk mempelajari chord gitar. Sedangkan Gilang, ketua Allegart itu sibuk pada ponsel yang berada di genggamannya.
Mereka berlima sama sekali tidak peduli. Karena apa? Karena mereka sudah terbiasa mengalami hal seperti itu. Masing-masing dari mereka selalu melakukan tindakan kekerasan. Sehingga mereka membiarkan hal yang berlebihan atau berakibat fatal tapi masih dianggap wajar oleh mereka.
Dengan tidak rela Rocky menjauhkan tangannya dari leher Erik. Tatapan tajamnya seperti sebilah pisau yang akan membunuh siapa saja. Napasnya memburu karena amarah yang menguasai tubuhnya.
"Masih berani lo nantangin gue?" tanya Rocky.
Erik mengatur napasnya. Dia memegang lehernya yang mungkin saja sudah merah. Tenaga Rocky sangat kuat. Itu sudah pasti karena Rocky adalah wakil ketua Allegart. Kemampuan bela diri Rocky pasti jauh diatasnya. Berhadapan dengan Rocky saja Erik sudah tidak sanggup. Lalu bagaimana jika Erik berhadapan dengan Gilang? Selain menjadi ketua Allegart, Gilang juga merupakan ketua karate yang selalu memenangkan medali emas di Kejuaraan Nasional.
Seketika Erik melihat Gilang. Dia menelan salivanya ketika Gilang menatapnya dengan tajam—tidak ada bedanya dengan Rocky. Sialan! Selain mempunyai masalah dengan Rocky, Erik juga mempunyai masalah dengan Gilang.
Erik berlutut dikaki Gilang ketika Gilang beranjak dari duduknya. Sontak saja hal tersebut mengundang perhatian siswa-siswi yang melihat. Walaupun penasaran, mereka tidak mampu bertanya karena keadaan tidak mendukungnya untuk bertanya. Sehingga mereka hanya bisa melihat peristiwa yang sedang terjadi.
YOU ARE READING
GILANG [END]
Teen Fiction[Harap follow sebelum membaca] "Ma-mau apa?" tanya Sheena ketakutan. "Gak usah takut. Gue gak akan nyakitin lo." "Jangan deket-deket." "Sheena." "Jangan deket-deket." "Tenang. Gue gak akan nyakitin lo." Hanya suara isak tangis yang terdengar. Tap...
![GILANG [END]](https://img.wattpad.com/cover/281891079-64-k245476.jpg)