BAB 9 - Sunrise Bersamamu

13.8K 835 74
                                    

Kapanpun mimpi terasa jauh,

Oh ingatlah sesuatu.

Ku akan selalu, jadi sayap pelindungmu.

 Sayap Pelindungmu - The Overtunes

***

Matahari memang belum sepenuhnya muncul dari peraduannya. Namun mata Lana sudah terbuka sejak beberapa saat yang lalu.

Matanya yang selalu memancarkan kepercayaan diri di meja hijau itu kini menatap langit-langit kamar cottage yang ia tempati. Ia menghela napas. Kemarin sore adalah… momen paling menakjubkan dalam hidupnya.

“Lana, kau sudah bangun?”

Suara serak khas orang yang baru bangun tidur menyentak Lana dari lamunannya. Tanpa menjawab, ia segera bangkit dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya. “Ada apa?”

Sedetik setelah bertanya, baru Lana sadar akan pemandangan pertama di pagi harinya yang terpampang indah di hadapannya.

Tuhan pasti sedang tersenyum saat menciptakan lelaki seindah dia, batinnya tanpa sadar.

Matanya tanpa menyia-nyiakan satu detik pun segera menjelajah tubuh atas Raka yang dengan seenaknya tidak ditutupi busana apapun. Lelaki itu hanya mengenakan celana piyama dan jubah tidur yang tidak diikat. Hanya dikenakan begitu saja.

“Kau menikmati aku layaknya aku menikmati sunrise, Sayang.”

Suara itu semakin parau, membuat Lana akhirnya mendongak dengan wajah yang memerah. Raka yang berdiri di depannya, hanya tertawa lalu merangkul bahu Lana. Keduanya berjalan menuju balkon yang sepertinya sudah disiapkan dengan benar oleh pegawai Raka.

Dua kursi santai yang berdampingan, lengkap dengan menu sarapan kesukaan dirinya dan Raka.

“Bahkan matahari belum benar-benar terbit, tapi kau sudah mengajakku untuk sarapan,” Lana bergumam sambil merebahkan dirinya di kursi.

“Aku ingin membuka hariku denganmu. Menikmati sunrise berdua. Momen menanti matahari yang romantis bukan hanya sunset, Sayang.”

“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Raka bertanya saat Lana hanya diam saja selama beberapa saat. Lelaki itu meraih tangan Lana, kemudian menggenggamnya erat. Menyalurkan kehangatan yang bahkan belum diberikan oleh sang mentari.

“Aku hanya menikmati pagi ini,” jawab Lana pelan. “Nanti siang kita sudah akan pulang kan? Jadi, aku akan menikmati keindahan ini sebelum pergi.”

Raka tersenyum, betapa bahagianya kini ketika ia mendapat kesempatan untuk menikmati awal harinya dengan perempuan yang dalam diam begitu ia puja.

Matahari terbit di Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu tentang betapa mendambanya dua orang yang awalnya bertemu di pernikahan orang yang mereka cintai.

***

Liburan pendek mereka di Kepulauan Seribu adalah titik balik dari hubungan mereka.

Raka dan Lana kini adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Walau Lana masih segalak dulu, walau Raka masih semesum dulu, namun tidak ada lagi ingkaran bahwa mereka tidak cocok untuk bersama.

Raka sudah berani melangkah satu langkah lebih maju. Dan kini tinggal Lana yang berusaha untuk meraih tangan Raka dan ikut maju bersama lelaki itu. Lelaki yang menawarinya hidup yang lebih baik di momen sunset kala itu.

“Raka….”

“Sebut namaku seperti itu, Sayang,” gumam Raka sambil tetap bertahan di ceruk leher Lana. Ia yang tadinya mau membangunkan Lana yang tertidur saat mereka menuju restoran untuk makan siang, kini lebih tergoda untuk ‘memakan’ leher jenjang Rana yang mulus dan harum tersebut.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 11, 2015 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Beautiful Sunset (ON HOLD)Where stories live. Discover now