Please kasih tahu kalo ada typo dengan cara comment ya 🥰
Budayakan vote sebelum membaca ♥️
.
Happy Reading 🤗
.
Samuel POV
Aku melajukan mobilku meninggalkan pekarangan rumah Reina. Tanpa sadar bibirku terus tertarik keatas. Sesuatu yang sangat jarang ku lakukan. Aku bahkan bisa mengingat dengan jelas bagaimana senyum manisnya, tawa kecilnya, dan muka bantalnya. Ini pertama kalinya aku merasa tertarik dengan perempuan.
Suara ponsel tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Aku mencari sumber suara itu karena aku yakin itu bukan ponselku. Aku menemukannya dan langsung mengambil ponsel tersebut. Sepertinya itu milik Reina. 'Papa'. Itu lah nama yang muncul dilayar ponselnya. Ketika aku akan mengangkatnya tiba-tiba panggilan dari papa Reina sudah berakhir.
'Lebih baik besok ku kembalikan padanya. Tapi bisa saja telpon tadi penting. Apa aku mengantarnya saja? Lagipula ini belum terlalu jauh dari rumahnya' batinku. Aku memutar balik mobilku untuk kembali ke rumah Reina.
Sepuluh menit kemudian aku sampai di depan rumahnya. Aku turun dari mobilku dan membuka pagar rumahnya. Aku memasuki halaman rumahnya. Kulihat sebuah bangunan yang didominasi warna putih. Aku berjalan hingga sampai di depan pintu. Ku ketuk pintu beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Aku mencoba membuka pintunya. Ternyata tidak dikunci.
"Permisi! Reina? Gue masuk ya?" Ucapku.
"Reina? Rein?!" Aku mencoba memanggilnya dengan sedikit keras.
Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan. Aku yakin itu suara Reina. Aku berlari mencari sumber suara itu. Dan apa yang kulihat sekarang? Ada seorang perempuan yang sepertinya mamanya Reina sedang mengarahkan pisau pada Reina. Aku berlari dan langsung menendang tangan mamanya Reina yang sedang memegang pisau itu.
Pranggg.
Pisau itu jatuh dan mamanya Reina terlihat kesakitan sembari memegang tangan yang tadi ku tendang.
"Maaf, tante. Saya tidak bermaksud menyakiti untuk tante", ucapku.
Aku menatap ke arah Reina dan langsung memelukknya. Ku sandarkan kepalanya di dada bidangku. Aku mencoba bertanya keadaannya. Aku menepuk-nepuk pipinya pelan. Ia menatapku. Tatapan matanya terlihat kosong.
Tatapanku beralih pada tangan kirinya. Aku terkejut karena tangan kirinya sudah berlumuran darah dan ia terlihat mencoba menahan aliran darah yang keluar dengan menggunakan tangan kanannya.
"Astaga, tangan kamu berdarah! Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini?" Tiba-tiba Reina kehilangan kesadaran dirinya. Aku sangat panik melihat kondisinya.
Ku lepas sweater yang ku kenakan dan ku sobek bagian tangannya untuk ku gabungkan menjadi satu. Kemudian aku menutup luka Reina dan mengikatnya cukup kencang untuk menghentikan aliran darah yang keluar.
"Astagfirullah! Apa yang sudah terjadi? Reina!"
Aku sedikit terkejut ketika seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri kami. Sepertinya itu papa Reina. Dia terlihat sangat panik.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Papa Reina mencoba bertanya padaku.
"Maaf, om. Saya juga kurang tau. Tapi sepertinya tadi ada pertengkaran antara Reina dan juga tante."
Aku melihat ke arah mamanya Reina yang menangis sambil terduduk dengan kakinya yang tertekuk keatas dan kepalanya disandarkan pada kedua lututnya serta tangannya memegangi kedua kakinya. Kondisinya terlihat kacau.
"Sayang, kamu kenapa? Apa yang sudah terjadi?" Papa Reina menghampiri istrinya dan langsung memelukmya.
"Hiks hiks. Aku benci anak itu. Harusnya dia tidak lahir ke dunia ini. Dia anak pembawa sial!"
YOU ARE READING
Fall Off [HIATUS]
Mystery / ThrillerNamaku Reina Benediximus Caelum. Papa yang memberiku nama itu dengan harapan aku bisa membawa keberuntungan dan keajaiban bagi keluarga Caelum. Aku hidup dikeluarga yang berkecukupan. Namun, aku punya satu masalah yaitu mamaku. Mama mengidap BPD ata...
![Fall Off [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/257505871-64-k15531.jpg)