Ketua BEM and His Secret Wife

By La_Shaleta

19M 1.4M 153K

Cerita ini tentang kehidupan pernikahan Reynand Malik Narendra Presiden Mahasiswa Liberty University dan Isab... More

Prolog
[1] Gue first kiss lo
Peraturan
[3] Satu Ruangan Bersama
[4] Secret
[5] Gue Imamin
[6] Takut
[7] Let Me Kiss U
[8] Unboxing Lo
[9] Perhatian
[10] Demo
[11] Ditahan
[12] Diinterogasi
[13] Jangan Bentak Aku
[14] Memeluk mu sepanjang malam
[15] Kepo
[16] Cemburu
[17] Hot Wife
[18] Ke rumah Oma
[19] Panas...
[20] Bella sayang Rey
[21] Cantik...
[22] Rey Gombal
[25] Manja ya sekarang...
[24] Aku mau itu...
[25] Nganterin Bella
[26] Pengakuan
[27] Sayang...
[28] Sekali lagi...
[29] Aku mencintai mu
[30] Khawatir...
[31] Strong Girl
[32] Mata-mata
[33] Kekuatan Cinta Rey&Bella
[34] Jebakan...
[36] Penyelidikan
[37] Bukti
[38] Aw Melting
[39] Daddy maaf...
[40] Aku Kangen Kamu
Info GC WA 2
Sequel
PERBEDAAN WP DAN NOVEL
Vote Cover (Gumush Serius deh)
Group Chat Keluarga Sejahtera
PRE-ORDER 1
PRE-ORDER KE-2 dan bonus part

[35] Partner

235K 24.3K 3.2K
By La_Shaleta

Cowok itu mengantar Bella sampai ke basement apartemen. Setelah mesin mobil mati, Bella tak langsung turun, dia menoleh ke cowok itu.

"Thanks udah bantuin gue."

.
.

Flash back.

"Hmmppp..."

Cowok itu membekap mulut Bella, namun dengan cepat Bella menyikut perutnya. Bella dan cowok itu terlibat perkelahian cukup sengit. Di basement parkiran gedung milik Puspita ini cukup sepi sehingga gak ada yang melerai mereka.

Cowok itu cukup terkejut dengan kemampuan bela diri Bella.

Greb...

Bella berhasil menarik slayer cowok itu. Melihat wajah cowok itu untuk beberapa saat Bella terdiam. Terkaget ternyata cowok itu sangat tampan. Dia seperti keturunan bule.

"Lo harus fokus Bella."

Greb...

Cowok itu menyeringai lalu menahan tangan Bella dan memaksa Bella masuk ke dalam mobil lalu membekap mulut Bella dengan tangannya.

"Diam."

Bella menatap mata cowok itu yang setajam elang. Mendadak Bella jadi takut.

"Gue ada di pihak lo."

Perlahan cowok itu menurunkan tangannya yang membekap mulut Bella.

"Kenapa lo ada di pihak gue."

"Karena gue benci liat orang bodoh."

"Lo ngatain gue bodoh?"

"Lo bodoh karena terlalu percaya dengan sahabat lo."

"Febby?" Mata Bella membulat, "Jangan bilang kalau Febby yang nyuruh lo mata-matain gue."

Cowok itu mengangguk, "Keluar. Gue cuma mau ngasih tau itu. Setelah ini kita gak ada urusan lagi."

Cowok itu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Bella. Namun Bella masih diam di tempat.

"Gue butuh bantuan lo."

Cowok itu mengernyit, "Apa?"

Flashback off

.
.

"Gue penasaran gimana reaksi Febby saat dia bangun melihat Rey ada di sana."

Iya semua ini adalah rencana Bella menjebak balik Febby dan Kevin. Setelah Kevin mengirim pesan pada Rey untuk datang ke apartemen. Lalu Kevin ingin menyentuh Bella saat itu juga mata-mata itu membekap Kevin dan Febby hingga pingsan.

Lalu Bella melepas baju Febby dan Kevin seolah-olah mereka baru berhubungan intim. Dengan begitu Rey akan mengira Febby bukan wanita baik-baik.

"Setelah ini Rey pasti jijik dengan Febby."

Bella tertawa, namun perlahan tawanya memudar dan kini matanya berkaca-kaca. Dia mengusap dadanya yang terasa sesak. Lalu perlahan air matanya mengalir.

"Oh sial kenapa juga gue nangis. Air mata gue terlalu berharga untuk orang seperti Febby."

Bella mengusap air matanya dengan cepat, menarik napas dan mengeluarkan perlahan.

"Sorry ya gue malah nangis di depan lo. Sekali lagi gue mau ngucapin makasih. Oh ya nama lo siapa?"

Bukannya menjawab, cowok itu tiba-tiba mencondongkan tubuhnya membuat Bella menahan napas.

"Lo... Lo mau ngapain?"

Ceklek

Pintu mobil terbuka.

"Silakan keluar Nona."

"Gue belum tau nama lo."

Cowok itu mendorong paksa Bella keluar dari mobil.

"Sampai bertemu lagi, Nona," cowok itu tersenyum lalu menutup pintu dan melajukan mobilnya.

Bella berdecak, "Misterius banget sih, tapi gue pasti nemuin identitas lo."

.

##
.

Malam itu Bella langsung pura-pura tidur saat Rey sampai rumah. Bella bisa merasakan sepanjang malam Rey memeluknya seolah takut kehilangan.

"Sayang, aku udah tau siapa yang selama ini ngirim foto-foto kamu sama Kevin."

Bella yang sedang ngepel pun menoleh pada Rey yang sedang mengelap meja. Seperti biasa sabtu pagi rutinitas mereka membersihkan apartemen.

"Siapa?"

"Kevin. Dia yang selama ini pengen hancurin pernikahan kita."

"Ohya? Kok bisa? Kamu tau dari mana?"

Rey menghampiri Bella dengan wajah serius, "Kemarin Kevin chat aku, dia nyuruh aku datang ke hotel, maaf aku sempat berpikir kalau kamu dan Kevin ada apa-apa. Tapi ternyata Kevin tidur sama Febby."

"Kok aneh sih? Kenapa Kevin nyuruh kamu ke sana? Atau Kevin pengen live pas naena terus nyuruh kamu yang videoin."

Rey terkekeh, "Ada-ada aja kamu. Duh kamu ngomongin itu, aku jadi pengen."

"REYY MASIH PAGGIIII."

Blam...

Pintu kamar tertutup.

.
##
.

Febby melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju ke sebuah Villa yang letakkan cukup jauh dari pusat kota.

Setelah sampai Febby bergegas masuk ke pekarangan Vila.

"Di mana lo Regan!"

Puluhan laki-laki berbadan kekar yang ada di pekarangan vila itu mengernyit heran melihat Febby marah-marah. Mereka memang tidak asing dengan Febby, karena beberapa kali Febby ke sini.

The Eagle Eyes. Itulah nama mereka. Dipimpin oleh Herman. Sudah bertahun-tahun The Eagle Eyes bekerja sama dengan Liberty Groub sebagai bodyguard.

Iya, Liberty University berada di bawah naungan Liberty Group yang sampai sekarang dipimpin oleh Wisnu Aditama.

"Regan..."

Febby menatap benci Regan yang sekarang sedang membaca buku di sofa.

"Apa maksud lo semalam? Lo khianatin gue? Lo tau kan macam-macam sama gue artinya lo macam-macam dengan Pak Wisnu."

Regan berdecak kesal, pagi ini dia ingin membaca, tapi cewek berisik ini sudah menganggunya.

"Mulai sekarang gue berhenti, gue gak mau jadi mata-mata lo. Dan sebaiknya lo juga berhenti. Berhenti rusak pernikahan Bella dan Rey."

Febby berdecih, dia mendekati Regan dan mengambil bukunya lalu melemparnya ke lantai. Regan yang sedari tadi menahan emosinya kini terbakar juga melihat buku itu tergeletak di lantai.

Regan langsung berdiri dan mencengkeram leher Febby, "Berani sekali lo ngusik gue."

Febby menahan tangan Regan, "Lepasin."

Kalau tidak ingat Febby simpanan Wisnu, sudah pasti dia habisin gadis sialan ini.

Febby terbatuk, dia berjalan mundur, waspada kalau tiba-tiba Regan mencengkeram lehernya lagi.

"Kenapa lo lakuin ini, lo suka sama Bella makanya lo lindungi dia?"

"Keluar."

Febby tertawa, "Oh jadi benar lo suka Bella. Satu hal yang harus lo tau Regan, Bella sudah menikah. Gak ada tempat untuk cowok lain di hatinya."

"Dengar ini baik-baik. Pertama, gue gak suka Bella. Kedua, gue gak suka suara cempreng brisik lo itu. Ketiga, lo udah lancang nrobos masuk area privasi gue. Keempat..." Regan mengambil pisau di meja, "Pergi dari sini sebelum pisau ini rusak wajah lo."

Febby mengepalkan tangan, "Gue gak terima, gue bakal ngaduin lo ke Daddy. Dia pasti sangat marah."

Febby berbalik badan dan pergi, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Herman. Febby melengos membuat Herman heran.

"Kenapa dia?"

"Apa selera Wisnu serendah itu?"

Herman terkekeh, "Dia cukup bagus, body-nya seksi."

Herman mengambil buku yang ada di lantai, lalu meletakkan buku itu di meja dan duduk di sofa, Regan pun ikut duduk di sampingnya.

"Kapan kamu balik ke Amerika?" tanya Herman.

"Oh ayolah, Pa, aku masih mau di sini."

Sebulan yang lalu setelah acara kelulusan di  Stanford University, Regan kembali ke Indonesia. Lalu malam itu Febby datang ke Herman dan minta seseorang menjadi mata-mata.

Saat itu tanpa sengaja Regan melihat foto Bella di meja. Gadis itu terlihat cantik, dia memiliki senyum yang indah. Rasanya Regan ingin bertemu secara langsung. Dia pun menerima tawaran Febby, lagian dia tidak punya kegiatan apa-apa di sini.

"Kamu mau bekerja di Indonesia?"

"Masih aku pikirin," Regan menyandarkan pungunggnya di sofa, "Ngomong-ngomong bagaimana keamanan proyek perpustakaan di kampus Liberty, Pa?"

Herman menoleh pada Regan dengan dahi berkerut, "Memangnya kenapa?"

Regan tersenyum penuh arti.

.

.

##

Kalau Regan benar-benar jatuh cinta dengan Bella, Regan bakal lebih nakutin daripada Kevin. Pertama, Regan adalah orang yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau. Kedua, pengalaman dia lebih banyak, entah soal cinta atau pengalaman hidup. Ketiga, dia menguasai banyak hal, baik dalam bela diri maupun ilmu pengetahuan. Bahkan sejak kecil dia sudah bergabung dengan papanya melakukan banyak pekerjaan gelap menjadi mafia.

Oh ya aku mau ngasih tau setiap tokoh dalam cerita ini saling berkaitan, jadi bacanya jangan diskip.

Kalau ada typo, bolehlah saya diingatkan.

Terima kasih.

Continue Reading

You'll Also Like

12.8K 1.9K 48
Pernah mengagumi kakak kelas yang dingin, cuek? [JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR DULU YA!] Sama seperti gadis satu ini yang mengagumi kakak kelasnya karena...
8.7M 803K 64
πŸ“ŒSUDAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHERπŸ“Œ TERSEDIA DI SHOPEE [FOLLOW AKUN WP KU SEBELUM MEMBACA] AWAS BAPER! JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT SETIAP ...
10.8M 836K 64
[CERITA INI HANYA ADA DI WATTPAD (DI AKUN INI), SELAIN ITU PASTI PLAGIAT] seperti apa jadinya jika seorang CEO mesum menikah dengan seorang gadis SMA...
5.3M 322K 43
"𝑲𝒂𝒍𝒐 π’”π’‚π’šπ’‚ π’ƒπ’Šπ’π’‚π’π’ˆ π’„π’†π’Žπ’ƒπ’–π’“π’– 𝒂𝒑𝒂 π’Œπ’‚π’Žπ’– π’‘π’†π’“π’„π’‚π’šπ’‚?" - π‘·π’“π’†π’”π’Šπ’…π’†π’ π‘΄π’‚π’‰π’‚π’”π’Šπ’”π’˜π’‚. β€’β€’β€’ Gimana perasaan kalian saa...