Aku yang belum sadar akan kamu

22 0 0
                                        

"ahh.. Ngantuk, ga usah bawa motor deh, gara - gara ngejer deadline tidur cuman 2 jam doank"
Perempuan itu melihat kaca sembari mengcheck apakah ada sisa beda tabur yang baru dia aplikasikan ke mukanya..
Mengambil Totebag dan juga tas slongsong berisi gambar yang dia buat semalam suntuk.

"yaaah... Bunn.. Ade berangkaat..."
Ucapnya sambil mengenakan sepatu sneakers, merapihkan kaosnya memastikan sweater jippernya lalu bangkit dan berangkat.

"yaaa.. Hati hatii, ga bawa motor? uangnya udah di bawa kan" teriak sang Bunda dari dalam dapur keluar hanya untuk liat anaknya pergi.

"iyaaa udah, ade ga bawa, ngantuk"

"oh ya udah." lambaian Bundanya sambil melihat anaknya yang semakin jauh.

•••

"oke teman teman, segitu ajah dari saya..
Tugas minggu kemarin saya tunggu di ruangan, dan untuk tugas tadi bisa di kumpulkan paling lambat, lebih cepat lebih baik"

"iyaa paaak.."

"selamat siang"

Dosen dengan gaya santai itu hanya mengenakan kemeja, dan celana jeans serta alat tempur gambarnya keluar dari ruang belajar itu.

"ah.. Gilaa, ga ada hari tanpa nafas, tugas teroooos" gerutu mahasiswa itu

"ya namanya juga, jurusan Desain Komunikasi Visual, apalagi kita baru semester awal. Tar"

"iya siii, tapi bantuin gua yuk put, gua tuh susah klo ngerjain sendiri, di rumah kerjaan rebaan mulu.."

"iya boleh"

"beneran?"

"iyaaa Mentariii" Masih fokus membereskan semuanya.

"okee, Putri yang baik, kan matkul selanjutnya masih lama, mau kemana?"

"apaan si tar, ada maunya ajah lo gini, gua laper mau makan, bubur kalo masih ada, klo ga ada gua mau ke warteg ajah."

"ikuut"

"ayoo, sambil membawa totebag dan tas slongsongnya."

•••

#Bubur Depan Kampus

"beh, biasa yaa, kerupuknya pisah, jangan di kasih kacang, lada sama sambel"

"siap neng putri, neng satunya apa?"

"saya campur ajah beh, tapi kerupuknya pisah"

"ya sama ajah oon" sanggah putri

"yee, babehnya ajah ga komen"

"iya iya saya buatin, mau satenya neng?"

"Putri, ati sama puyuh beh"

"saya, ati sama usus, sambelnya 2 sendok ya beh"

"oke siap"

Putri dan mentari duduk di bangku plastik yang disediakan babeh itu.

Putri memainkan handphonenya
'put, lagi sama tari?'
'iyaa, sini kita di bubur'

"tar.. Di cariin tuh sama Dio"

"lah, dia nyari gua, ngapain ngechatnya ke lo"

"mana gua tau, lo berdua ribut?"

"kagak, yang lo bilang tuh gua disuruh untuk ngasih tau Dio klo tuh cwe ga baik"

"terus? Masalahnya?"

"ya sekarang dia suka ngechat gua, cuman kadang ga gua ladenin, agak aneh"

"jadinya suka sama lo kali"

"mana adaa, ngaco lu"

Tiba tiba Dio datang..
"hai, put,
Mentari.."

"Dih, gua singkat dia kagak"

"ngerusak suasana deh lo put"

"hehe, maap"

Bubur mereka datang..

"makasih beh, ioo lo ga mau mesen?"

"oh, ngga, gua udah sarapan, Mentari makan yang banyak yaa.."

"woi, gua lho yang nawarin, mentari mulu, lo suka ya sama mentari io?"

"apaan sih, put" bantah Mentari yang sedari tadi memperhatikan berduanya.

"ah udah lah, gua mau makan hehe" kata putri sambil melahap bubur pertamanya, ingat! Tidak di aduk.

Di tengah makan, Dio sambil memainkan game di handphonenya lalu melihat orang menggunakan waist bag lalu pergi.

•••
Di Auditorium, DKV 1-3 di satukan jadi satu dalam ruangan itu

"siang anak - anak"

"siang bu.."

"oke pada kesempatan ini, ibu mau memperkenalkan yang akan menjadi salah satu keluarga kalian, Silahkan masuk.."

"eh itu mah yang tadi di bubur" celetuk Dio

"masa sih?" tanya Mentari sambil melihat ke arah Dio

Putri yang duduk diantara mereka masih fokus dengan pena di tangannya dan mencoret - coret bukunya.

"Perkenalkan nama saya Afriandi Putra, panggil saya putra"

"wow, namanya sepasang sama lu put" senggol Mentari, membuat coretan panjang pada gambarnya

"Mentarii?! Gara gara lo, gambar gua kecoret." mata Putri akhirnya lepas dari bukunya melihat Mentari.

"maap maap, itu liat, ada anak baru namanya Putra" sembari menengokan kepala Putri ke arah depan

"iyaa.. Gua denger ko, ah ga jadi, gua upload nih" Putri melihat Putra lalu kembali sibuk dengan bukunya.

"oke Putra, bisa duduk di mana ajah yang kosong ya"

Putra berjalan ditengah auditorium lalu duduk di barisan paling belakang.

"oke kita lanjut ya anak anak"

Kelas itu berlanjut dengan putri yang fokus, mood gambarnya sudah hilang.

"

Masih KamuStories to obsess over. Discover now