chapter 6

708 98 37
                                    

Tatapan itu bertemu, menimbulkan banyak pertanyaan di benak Airin, tapi gadis itu sadar ia hanya orang asing di sini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tatapan itu bertemu, menimbulkan banyak pertanyaan di benak Airin, tapi gadis itu sadar ia hanya orang asing di sini.

"Lama tidak bertemu ternyata kau sudah memiliki istri dan anak ya" gadis dengan tubuh semampai itu terkekeh atas lelucon yang ia lontar kan, sementara pribadi Kim itu hanya tersenyum kelewat manis.

"Masi calon, Noona" ujar Taehyung namun beda nya raut wajah laki-laki itu tampak begitu serius kala ia mengatakan  calon, sementara Airin hanya terpaku pada gadis di hadapan nya saat ini.

"Kapan Noona tiba di seoul?" tanya Taehyung sembari melangkah sedikit maju tepat di samping Airin.

"Tadi pagi, aku meminta hyung mu menjemput ku—"

"Lebih tepat nya memakasa!"Seokjin memotong cepat ucapan gadis di samping nya itu, sementara gadis dengan rambut sepundak itu hanya mengidikan bahu—masa bodoh.

"Oh ya, aku Ahn Seren, kekasih Seokjin" gadis itu tersenyum, mengulurkan tangan nya ke arah Airin yang sedari tadi hanya diam membisu.

Airin tersentak sesaat namun dengan segera membalas jabatan tangan dari Seren."nama ku Jung Airin" ia tersenyum ramah sembari sedikit membungkuk, dengan perasaan senang saat gadis itu mengatakan bahwa ia kekasih Seokjin, ntah lah hanya senang.

"Aku titip Seren sebentar, ada pasien pagi ini, jadi aku tidak sempat mencarikan apartemen untuk nya, tidak apa-apa kan?" tanya Seokjin sembari menatap Taehyung dan Airin bergantian.

Taehyung menggeleng "Tidak apa-apa hyung".

"Sebenar nya aku tidak ingin merepotkan mu Taehyung, tapi Seokjin tidak boleh aku ikut dengan nya" Seren  berujar dengan nada memelas.

"Harus nya Noona curiga dengan hyung, mungkin dia menyembunyikan suster cantik di rumah sakit." Taehyung terkekeh atas sebuah lelucon yang ia lontar kan untuk mengolok-ngolok Seokjin, namun siapa sangkah justru Seokjin melempar tatapan nyalang seolah apa yang Taehyung katakan adalah hal yang benar.

"Aku rasa begitu, dari dulu dia selalu memiliki banyak alasan ketika aku ingin ikut menemani nya bertugas"

Seokjin menghela nafas pasrah, jika terus berdebat dengan kekasih dan adik nya bisa-bisa pasien nya akan tinggal nama saat ini.

"Aku pergi sebentar" ujar Seokjin sembari mengecup kening sang kekasih"nanti aku kesini lagi"

Seren hanya mengangguk dengan raut wajah yang tampak begitu lelah perjalanan dari Aussie memang cukup membuat gadis itu merasa seolah tubuh nya kehilangan banyak tenaga.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang