Chapter 39

1.1K 179 209
                                    

Jahat kali yang gak mau
Ngevote sampi detik ini

Ini part lumayan panjang
Jadi bacanya pelan-pelan aja
💜

Apapun yang terjadi udah
Siap dong

Apapun yang terjadi udahSiap dong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

       




         Airin tak tahu, perasaannya berkecamuk, dirinya bahkan tidak bisa fokus bekerja hari ini, sedari tadi pun pikiran nya selalu di penuhi oleh Taehyung. Pria itu sudah mengambil alih segalanya dari Airin, bahkan jika mengatakan cinta Airin ragu untuk bilang tidak, Selama tujuh tahun berpisah saja Airin tak bisa melupakan Taehyung sedikit pun dan kehadiran Namjoon sama sekali tidak membantu, sejauh ini Airin berpikir apakah keputusan yang ia ambil ini sudah benar atau salah.

Semenjak rekannya berkata ada seseorang yang ingin menemui nya di depan, Airin pun menghentikan sejenak pekerjaan nya.

Sungguh rasanya Airin ingin berbalik, atau barangkali mengusir seseorang tersebut jika saja restoran ini miliknya ketika ia mendapati siapa orang tersebut.

Airin menghentikan langkah nya sesampai di depan, seseorang yang menanti kedatangan nya sedari tadi pun berdiri dengan senyuman yang mengembang namun tidak dengan Airin, wanita itu menunjukan ekspresi tak suka dan spontan berbalik kembali kebelakang.

"Unni. tunggu, aku ingin berbicara dengan mu sebentar"

Dengan rasa tidak peduli, Airin terus melangkah tanpa menghiraukan panggilan Caeyoon, dia muak sekali melihat gadis itu.

"Unni"

Caeyoon berhasil menggapai tangan Airin namun langsung di tepis kasar.

"Aku sedang banyak kerjaan, silahkan pergi jika tidak ada hal penting untuk di bahas"

Airin kembali melangkah, sementara Caeyoon hampir menangis. Wanita itu sudah cukup lama mencari Airin.

"Unni, aku mohon dengarkan aku sebentar saja"

Masi tetap acuh, Airin tak peduli ia terus melangkah kebelakang sementara Caeyoon terus mengikuti nya tanpa rasa putus asa.

"Ini tentang kak Taehyung"

Airin berhenti sejenak tapi tidak menoleh kebelakang. "Aku tidak peduli"

"Kak Taehyung membutuhkan mu, dia sakit"

_______

Sejak pagi Taehyung masi tetap setia menunggu Noah belajar di sekolah, ia berada di luar tepat di bawah pohon yang terdapat sebuah kursi, menunggu tanpa rasa jenuh walau hampir dua jam, jika tiga atau empat jam sekalipun Taehyung tidak mempermasalahkan jika itu demi buah hatinya, ia sudah banyak kehilangan kebersamaan dengan Noah terlebih lagi anaknya itu sudah besar tentu banyak moment yang terlewati oleh Taehyung, Noah pasti sangat membutuhkan figur nya selama ini.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang