chapter 22

1K 163 14
                                    

Part sebelum nya banyak typo, maaf

Vote nya chingu, yang siders vote aja aku dah seneng kok, kalau mangkin banyak yang vote aku semangat buat up lebih cepat.

Vote nya chingu, yang siders vote aja aku dah seneng kok, kalau mangkin banyak yang vote aku semangat buat up lebih cepat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   

           Udara yang terasa cukup panas, menggelitik kulit dengan cucuran keringat pada pelipis padahal penyejuk ruangan berada pada kisarana angka 16 derajat, sungguh itu tidak berpengaruh samasekali bahkan seolah pasokan udara di sekitar terasa menipis  sebab Airin merasa cukup sulit mengatur deru nafas dengan normal, hal itu tentu membuktikan betapa gusar nya airin semenjak 10 menit lalu kesadaran nya kembali, presensi Taehyung begitu nyata, daksa yang tegap itu seolah tidak bisa menyembunyikan sebuah emosi yang terserap nyata pada rupa nya yang teramat elok.

Deru penyejuk ruangan yang terdengar samar, dan juga hening nya suasana malam kian memperjelas bahwa Airin nyata nya tidur cukup lelap, ia menilik jam weker di nakas, baru pukul 10:30 malam gumam nya sembari mengusap wajah nya yang sedikit gelisah.

Dengan tungkai yang masi bergetar Airin menurunkan nya perlahan untuk menyentuh dingin nya lantai yang di poles keramik abu-abu sedikit berkilau berkat pantulan dari cahaya lampu kamar yang tamaram.

Kain yang menutup bingkai jendela di buka perlahan, sungguh tidak ada apa-apa disana terkecuali beberapa lampu jalanan yang terus menyala dan satu tiang di ujung persimpangan dengan lampu yang berkedip lambat sebab pasokan listrik yang terhambat dan juga sedikit gerimis yang mengurai debu pada daun-daun usang, Airin menghela nafas, sungguh mimpi nya terlihat begitu nyata. Sangat.

Airin menoleh pada gawai yang terletak pada nakas yang menyala dengan sambungan kabel untuk pengisian daya, tidak ada apa-apa yang tertera pada layar ponsel terkecuali nominal angka 100% sebab daya yang sudah terisi penuh.
           
Sungguh Airin harus nya senang Taehyung tidak menghubungi nya, tapi bohong jika airin tidak khawatir pun gelisa dengan sorot mata berharap ada secarik pesan singkat yang mungkin membuat hati nya menghangat tapi nyatanya pesan terakhir yang masuk pada ponselnya dan itu dari taehyung sekitar 6 jam yang lalu yang ia abaikan cukup memberi sebuah pukulan keras bagi airin.

Taehyung
Aku tahu apa yang seharusnya
Bukan milik kita tidak harus di
Paksa untuk di dapat,
Semoga ada kebahagiaan lain
Untuk mu.

Aku mencintai mu, sangat.

Bayangkan ibarat sebuah bongkahan es yang cukup besar terjun bebas pada dasar samudra, gelombang yang di timbulkan tidak main-main hingga ada getaran aneh yang menusuk, sakit sekali hingga rasa pening itu kian bergejolak seiring rasa teriris pada hati.

Apa baru saja taehyung mengakhiri hubungan mereka, lantas ini sebuah peluang bagi Airin untuk menjauh, bukankah ini hal yang ia inginkan harus nya airin masa bodoh, tapi hati dan perasaan nya tak bisa berbohong.

Lutut nya seperti mati rasa, tubuhnya merosot hingga ia terduduk bersimpuh di lantai dengan air mata dan isakan yang terdengar cukup memilukan.

Bahu nya bergetar lirih, mata yang mulai buram sebab air yang mulai mengisi hampir seluruh permukaan netra coklat nya, dan gawai yang terletak hiba di lantai dengan masi menampilkan pesan dari Taehyung.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang