chapter 5

2.6K 298 49
                                    

           

        

         Ada tiga hal yang harus di miliki Taehyung di dunia ini yaitu harta, tahta dan Jung Airin, jelas Taehyung sudah memiliki dua di antara tiga hal tersebut, lantas belum membuat nya berpuas diri kendati gadis itu belum bisa ia dapat, namun bukan Taehyung nama nya jika menyerah begitu saja.

Taehyung itu tipe laki-laki yang ambisius, apa pun yang ia ingin kan maka hal itu harus tercapai, namun yang satu ini agak sedikit sulit, tampak harus sedikit di paksa dan perjuangan lebih kendati gadis itu sudah menolak nya, namun Taehyung bukan lah laki-laki brengsek yang  melakukan cara licik untuk mendapatkan suatu hal yang ia inginkan, tapi entah lah jika itu soal Airin.

Berbeda dengan Airin yang memiliki sifat tenang, menghadapi Taehyung seperti ini bukan lah yang pertama kali nya, tangan yang tadi semula berada di dada Taehyung kini mulai merangkak pelan meraih pipi Taehyng mengusap begitu lembut menghapus keringat laki-laki itu.

Airin yakin ini cara yang benar tidak selama nya kekerasa di balas kekerasan, jika ia memberontak mungkin taehyung akan bertindak di luar batas, maka jalan satu-satu nya adalah meluluhkan laki-laki itu.

Taehyung memejamkan mata nya sesaat setelah ia merasa kelembutan menerpa pipi, rahang dan rambut nya Airin memang pandai membuat Taehyung tenang—tunduk.

Sesaat kemudian Airin membawa kepala Taehyung untuk bersandar di pundak nya tepat di ceruk leher gadis itu.

Usapan lembut tak pernah terlewatkan dari kepala hingga punggung Taehyung, memberi apeksi, ketenangan, hingga Airin bisa mendengar Taehyung berbisik tepat di telinga nya "maaf kan aku—maaf, demi apapun jangan tinggalkan aku"

Airin menarik pelan pundak Taehyung menatap lekat mata merah yang sedikit sendu penuh penyesalan itu "tidur ya, sudah malam" Airin mengusap rambut Taehyung lembut ia tidak mungkin membiarkan Taehyung tidur di pundak nya jika tidak ingin besok pagi kaki nya mati rasa karena terlalu lama berdiri.

"Dengan mu"

"Tidak Taehyung, aku harus menemani Jungki, kau tidur di kamar ku malam ini"

"Kita bisa bertiga kan?"

Airin menghela nafas pasra, jujur saja Taehyung begitu pandai memberikan alasan atau sanggahan yang membuat Airin bungkam karena kehabisan kata-kata untuk menolak dan pada akhir nya menganggukan kepala tanda setuju—menuruti.

Entah hal seperti apa yang Airin rasakan, sangat sulit di jelaskan terlebih saat ini ntah berapa kali hembusan nafas taehyung menerpa tengkuk nya karena posisi Airin saat ini adalah memunggungi laki-laki itu, Taehyung memeluk nya begitu erat dari belakang.

Tidak ada kesempatkan bagi Airin untuk bergerak mengingat Taehyung begitu senang tidur dengan memeluk sesuatu, tapi setidak nya Airin bisa bernafas lega setelah Taehyung tertidur karena sebelum nya gadis itu sempat di hujani kecupan lembut dari kepala, kening pipi hidung dan lumatan di bibir.

Tentu Airin memberontak sebelum laki-laki itu bergerak liar di atas nya atau bahkan ia yang berbaring pasrah di bawah kukungan Taehyung dan mendesah seperti jalang.

Tentu Airin bukan gadis yang seperti itu dan melakukan nya hanya atas dasar cinta atau iming-iming Janji bahkan ia sudah kenyang makan janji terutama dari si Kim itu.

Dengan licik nya Taehyung meyakin kan lebih tepat nya memaksa Airin untuk tidur bersama nya dan berhasil memindah kan Jungki yang semula berbaring nyaman di atas kasur ke tempat tidur khusus milik nya dulu.

Dasar ayah yang licik!

Airin menatap punggung milik Jungki yang berbaring memunggungi nya yang berada di dalam sekat persegi empat yang terlihat nyaman untuk batita seperti Jungki, ingin sekali Airin memeluk bocah itu lalu menepuk pelan bokong imut nya dengan lembut, namun justru ayah sang bocah lah yang harus ia keloni.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang