Chapter 37

830 135 28
                                    



           Darah di tubuhnya berdesir, seolah naik melalu pembuluh darah hingga membuat rongga dadanya berdentum hebat, Taehyung meyakinkan bahwasanya ia sama sekali tidak memiliki masalah pada retina ataupun kerja otaknya, melihat bagaimana Airin...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

           Darah di tubuhnya berdesir, seolah naik melalu pembuluh darah hingga membuat rongga dadanya berdentum hebat, Taehyung meyakinkan bahwasanya ia sama sekali tidak memiliki masalah pada retina ataupun kerja otaknya, melihat bagaimana Airin berada di sini juga bersama Namjoon dengan tangan saling menggenggam erat tentu mengundang tanda tanya besar di kepala Taehyung.

Pun Airin juga merasakan hal yang sama, semula senyuman yang tersemat di bibir nya pudar, melihat bagaimana Taehyung duduk dengan kaki sedikit terbuka dengan setelan tuxedo yang membalut tubuhnya, rambut panjang yang hampir menutupi matanya jauh lebih tampan dan berwibawa nyaris membuat Airin ingin memutar langkah nya berbalik jika saja ia tidak ingin melihat Namjoon kecewa padanya, bahkan laki-laki itu sudah membelikan nya dres mahal pengeluaran salah satu brand ternama untuk menghadiri acara diner dengan rekan kerjanya.

Airin kini hanya bisa memaksa langkahnya, ia menundukan pandangan ke bawah setelah sempat bersitatap dengan Taehyung beberapa detik yang membuat Airin ingin menghilang seketika itu.

Ini pertemuan yang sama sekali tidak Airin inginkan setelah tujuh tahun lamanya ia pergi dari kehidupan Taehyung dan kini menemukan kembali pria itu tepat di hadapannya, duduk, tanpa sedikitpun mengalihkan atensi dari nya seolah tidak ada hal yang lebih menarik dari Airin saat ini, tentu membuat Airin bertanya-tanya juga, kenapa Taehyung bisa di sini dan mengenali Namjoon, tentu Airin tidak bisa lari lagi, atau bahkan Airin harus lebih was-was sebab Airin belum siap jika Taehyung mengetahui keberadaan putranya.

Melihat bagai mana Airin datang dan duduk tepat di hadapannya setelah Namjoon mempersilahkan Airin untuk duduk, sungguh Taehyung tak bisa berfikir apapun selain selalu kagum bagaimana cantiknya wanita itu, setelah tujuh tahun berpisah tentu merubah banyak dari keduanya Airin yang semangkin cantik, dewasa dan sexy, tentu membuat Taehyung nyaris gila, tapi rasanya Taehyung tak rela melihat Airin berpakaian seperti itu di hadapan banyak orang. Ingin sekali rasanya Taehyung membawa wanita itu sejauh mungkin memeluk saking rindunya atau mengecupi bibir merah muda yang merupakan candu yang sering di cecapinya.

Hanya saja Taehyung ingat. Airin membencinya.

"Silahkan di nikmati"

Namjoon memberi isyarat dengan tangannya untuk mempersilahkan para rekan-rekan nya yang sudah datang dan menunggu untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan, masih terlihat fres dan panas.

"Tenang, aku yang akan membayar semua ini, karena hari ini aku cukup bahagia sebab bertemu dengan Kim Taehyung, rekan kerja lama ku, orang yang berada di balik kesuksesan ku selama ini"

Taehyung tersenyum tapi kali ini senyumannya terlihat sekali seperti dipaksakan, pun tatapannya tak lepas dari Airin melihat bagaimana wanita itu bergerak tak nyaman.

Namjoon menatap Airin, membawa tangan wanita itu untuk di genggam dan meletakan di atas pahanya, menyadari bahwa Airin terlihat gelisah karena Namjoon paham bahwa ini kali pertama nya Airin ikut berkumpul dengan pebisnis besar.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang