Seorang gadis berlari kencang tak menghiraukan teriakan dari orang-orang sekitar yang tengah memadati jalanan─seakan tuli ia berlari menerjang kendaraan
"Awaas"
Brakkk
Gadis itu terhenyak ditempatnya lalu menolehkan kepalanya ke belakang, Seketika tubuhnya menegang setelah melihat seseorang yang tergeletak bersimbah darah.
Berlari─gadis itu berlari menghampiri seseorang yang terkulai lemas diatas jalanan, air matanya keluar tanpa bisa dicegah.
"Tolong... Hiks siapapun tolong panggilkan ambulans hiks... hiks.."
"Bertahanlah demi hik.. demi aku hik.."
Tak berselang lama kemudian ambulans datang dan para perawat turun menurunkan brankar, mengangkat tubuh penuh darah keatas brankar lalu memasukkannya kedalam ambulans─gadis itupun ikut mengantarkannya kerumah sakit
"Tuhan apapun yang terjadi tolong dia.. hiks.. bagaimanapun juga dia harus selamat hiks... Hiks.." gadis itu hanya bisa menangis.
Gadis itu terus menggenggam erat tangan didepannya
Dingin
Tangannya sangat dingin
Sementara para suster sibuk memberikan pertolongan pertama
Sesampainya di rumah sakit gadis itu terus mengikuti suster yang mendorong brankar dan menuju ke salah satu ruangan rumah sakit
"Mohon tunggu disini anda tidak boleh masuk" ucap salah satu suster yang mendorong brankar lalu ia menutup ruangan yang bertuliskan UGD.
Gadis itu tetap menangis dengan penampilan yang bisa dibilang mengenaskan,, darah yang menempel dibagian bajunya mulai mengering ia menjatuhkan dirinya dilantai rumah sakit yang dingin─menumpukan kepalanya dilipatan tangannya dengan memeluk kakinya sendiri, dirinya menyesali apa yang terjadi.
"Hiks... Ini semua salahku hiks.. hiks..."
"Tuhan... hiks aku mohon bangunkan dia hiks... Aku menyayanginya sangat... Izinkan aku berbicara dengannya tuhan aku mohon hiks... Hiks.. aku janji saat dia bangun nanti aku akan memaafkannya... Aku tidak akan lari dari kenyataan lagi...."
Dan setelahnya hanya kegelapan yang menghampirinya.
YOU ARE READING
FRATERNAL STAR
HumorAlethea Putri Stevano gadis berusia 15thn yang dibesarkan dengan kasih sayang penuh oleh bunda, ayah dan abangnya tentu saja. Namun siapa sangka keluarga yang ia percayai menutupi rahasia besar darinya.
