Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Pagi Pra." sapa perempuan berseragam putih abu-abu,untuk laki-laki berseragam sama yang berada di depan gerbang duduk diatas jok sepeda motor bertuliskan scoopy berwarna hitam.
"kamu tuh ya Ra,udah dibilang panggil aku Rey." sahut laki-laki yang disapa Pra itu dengan raut kesal.
"ih,kenapa sih,itu kan panggilan sepesial dari Rara buat kamu,itu tuh singkatan juga tau,Pra Punya Rara." ujar yang di panggil Ra oleh Pra menjelaskan,sambil mendekat ke arah Pra.
"apaan,singkatan-singkatan,nggak ada singkatan-singkatan. Panggil aku Rey,atau berangkat dan pulang sendiri mulai hari ini dan seterusnya." sahut Pra mengancam perempuan yang dipanggil Rara,dengan menekan kata seterusnya.
"nggak mau, valid no debat. Aku tetep panggil kamu Pra,sepesial nggak pakek telor dari Rara." kekeh Rara memanggil nama laki-laki itu Pra. "Bilang aja,udah nggak mau nganter Rara,susah amat,pakek ngancem-ngancem segala,bye,nggak usah nganter Rara lagi." lanjut Rara.
Setelah menyelesaikan ucapannya,Rara berjalan cepat menjauh dari tempat pra berdiri,menuju perempatan ke dua yamg disana terdapat halte,tempat dimana dia dulu sering menunggu line yg mengantarnya ke sekolah,sebelum ia diantar oleh laki-laki yang ia panggil Pra. Sesampainya di halte,rara duduk di kursi besi yang ada,tak lama dari kejauhan rara melihat sebuah mobil putih dengan nomor plat yang sangat rara kenali,mobil itu berhenti di seberang jalan tepat di depan halte tempat ia duduk. Seorang wanita paruh baya keluar dari bangku kemudi menghampiri Rara.
"loh Rara kok disini,Pra mana? udah hampir telat loh kamu."tanya wanita paruh baya tadi yang sekarang ada di depan Rara.
"Pra nggak mau nganterin Rara lagi bunda." jawab Rara dengan wajah cemberut.
"loh,yaudah sekarang bunda aja yang nganterin kamu,udah jam setengah tujuh ini,ayok,ceritanya di mobil aja." ujar wanita paruh baya yang di panggil bunda oleh Rara,dan ia mengiyakan.
Setelah itu Rara dan wanita paruh baya yang ia panggil bunda itu menyeberang jalan,masuk mobil,lalu pergi ke sekolah Rara.
-Di mobil-
"Bunda dari mana?masih pagi banget loh ini." tanya Rara.
"Bunda barusan dari butik Ra,ngasih kunci ke Mbak Dea." jawab Bunda.
"kenapa Pra nggak mau nganterin Rara tadi? Berantem?" lanjut Bunda Bertanya.
"tadi pagi,waktu Pra sampek depan rumah,kan Rara panggil Pra,eh dia marah,trus dia bilang gini bunda,panggil aku Rey atau berangkat dan pulang sendiri mulai sekarang dan seterusnya. Yaudah deh Rara ke halte nunggu line lewat." jelas Rara pada Bunda.
"Dasar anak itu,biarin nanti biar bunda bicara sama Pra." ucap Bunda
"iya bun marahin aja Pra,ngeselin dia,hihihi,lucu mimik wajah Pra kalo Bunda marahin." ujar Rara.
"Padahal ya Ra,Pra biasanya buru-buru yang mau nganterin kamu,waktu bunda tanya kok buru-buru,kata Pra takut kamu nya telat,dia itu cuman ngancem kamu doang mungkin itu,nanti juga balik-balik sendiri,udah. Dia nggak mungkin gitu masak dia nggak mau di panggil Pra sama kamu,nggak mungkin" jelas Bunda panjang.
"semoga aja deh Bun,masa aku panggil pakek nama sepesial nggak pakek telor Pra marah,aneh emang." ujar Rara.