PENGUMUMUMAN!
Aku akan repost cerita ini sampai ending, karena kontrak novel ini sudah berakhir dengan penerbit. Serta novelnya pun sudah gabisa ditemukan di mana-mana
Jadi buat kalian yg belum mendapatkan kesempatan untuk beli novelnya, wajib bgt ikutin cerita ini lagi ya
Aku udah setting jadwal update setiap hari sampai tamat. Tapi jangan lupa tetap ramaikan komen + rekomendasikan ke teman teman kamu atau pun sosmed kamu ya.
Absen dulu yuk..
Kalian tim baru baca
Atau tim baca ulang?
Kalian nemu cerita ini dari mana?
Coba komen nama panggilan kamu di sini
***
Oktober 2005,
"Melaporkan dari salah satu tempat kejadian Bom Bali 2 yang berlangsung pada pukul tujuh malam tadi, suasana terkini di lokasi kejadian sudah mulai dipadati oleh tim penyelamat serta tim medis yang berupaya untuk melakukan penyelamatan pada korban. Berdasarkan info terakhir hingga detik ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai 20 orang, sedangkan terdapat lebih dari 50 orang korban yang terluka..."
"Kejadian pengeboman yang berlokasi di Bali kembali terulang. Berlokasi di tiga titik yang ramai dipadati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang menjadi korban dari bom bunuh diri yang dilakukan oleh sekelompok pelaku terorisme, yang masih menjadi penyelidikan oleh pihak kepolisian..."
Liputan langsung yang dilakukan oleh berbagai media lokal maupun asing tampak memadati salah satu lokasi kejadian bom bali yang kembali terulang pada malam tadi. Suasana terkini dari lokasi kejadian masih tampak kacau, puing-puing dari material bangunan yang terpental dari ledakan bom tersebut masih berserakan. Terlihat tim penyelamat yang terus berdatangan untuk mengevakuasi para korban dan berupaya melakukan pertolongan pertama bagi korban yang terluka.
Suara sirine dari ambulance atau pun pemadam kebakaran membuat lokasi tersebut semakin ramai, belum lagi sahutan demi sahutan dari para reporter yang tengah meliput siaran langsung dari lokasi kejadian. Teriakan dan rintihan dari para korban yang terluka juga terdengar memilukan, diiringi dengan keluarga dan kerabat korban yang terus berdatangan untuk mengetahui keadaan mereka.
Seorang anak lelaki berumur sepuluh tahun masih tergeletak di tengah reruntuhan puing yang mengelilinya. Dalam posisi separuh sadar, anak itu merintih menahan kesakitan yang menderanya. Suara demi suara merasuk ke gendang telinganya, seolah bergantian dengan suara ledakan yang masih terngiang dengan jelas di kepalanya.
"Papa ... Papa...." Anak itu memanggil sosok orang tuanya, yang tadi datang bersamanya ke tempat ini. Matanya terus mengarah pada bangunan restoran yang kini sudah tampak hancur, mencari keberadaan sang ayah yang masih terperangkap di dalam sana.
Malam itu, setiap detail kejadian terekam jelas di kepalanya. Suara ledakan yang memeking telinga, jeritan dan rintihan manusia yang memohon ampun dan meminta pertolongan, disusul dengan suara sirine yang saling bersahutan karena armada medis yang terus berdatangan.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Nadir
RomanceDeva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, k...
