15. Sorry, Sehun.

2.2K 346 266
                                    

Hai Hello.
Apa kabarnya?
Sehat-sehat terus, yah!
Jangan lupa kritik dan saran.
Dan mohon ditegur apabila punya kesamaan sama cerita orang.
Selamat membaca.
Semoga suka!

***

"Hal yang paling membebankan itu adalah ketika kita pura-pura kuat padahal sebenarnya kita sangat rapuh."

***

Malam terlihat begitu sepi hari ini. Dari atas balkon kamarnya, Rachel memperhatikan awan malam yang begitu gelap tanpa ditemani oleh sekelompok bintang yang biasa menjadi temannya ketika malam menyapa.

Meskipun angin berhembus cukup kencang, hal itu tidak berhasil membuat sosok perempuan berambut panjang yang sedang duduk sendirian di tengah angin malam itu jadi kedinginan.

Yang ada dirinya justru betah di sana. Menikmati kesendiriannya. Dirinya juga menganggap kehadirannya di sana akan menemani sang langit yang juga nampak kesepian.

"Gue nggak kesepian kayak lo. Perasaan gue cuma lagi nggak baik-baik aja," lirih Rachel pada langit yang sedang ditatapnya.

Perempuan itu menghembuskan nafasnya pelan. "Gue pasti terlihat jahat banget di mata manusia. Kalau di mata lo, gue jahat, nggak?"

"Tapi, mau dilihat dari sisi mana pun, gue memang jahat. Kok gue bisa tega sama Sehun? Kok gue juga bisa tega sama Baekhyun? Dan kok gue bisa tega sama diri gue sendiri?"

Rachel menunduk sejenak, kemudian kembali menatap langit malam dengan segala perasaannya yang tidak baik-baik saja.

"Ini bukan mau gue. Gue nggak berniat jadi jahat sebagaimana peran gue sekarang ini," lirihnya dengan suaranya yang mulai tercekat.

"Baekhyun baik ke gue. Dan gue cinta sama dia. Gue nggak punya jalan lain kecuali jadian sama Sehun. Mau minta tolong sama siapa buat nyelamatin hubungan gue sama Baekhyun? Nggak ada yang bisa restuin gue sama dia. Dan cuma gue atau dia yang bisa nyelamatin hubungan kita berdua."

"Dan akhirnya, gue milih jadian sama Sehun. Tapi, sembunyiin hubungan gue sama Baekhyun di balik hubungan antara senior dan junior yang gue peranin selama ini sama dia tetap salah, kan?"

Pandangan Rachel kabur, air matanya mendesak untuk keluar. "Tapi, gue merasa bersalah sama Sehun dan Chaeri. Sehun tulus sama gue. Tapi, gue malah jadi cewek bangsat kayak gini. Chaeri juga suka sama Baekhyun. Tapi, gue malah nyembunyiin hal kayak gini sama dia. Gunanya gue hidup sampai sekarang apa kalau cuman jadi sampah kayak gini?"

Akhirnya yang ia tahan-tahan keluar juga. Air matanya terjatuh. Rasanya sangat sulit untuk bernafas.

Ia menderita. Menderita karena ulahnya sendiri.

Lantas dirinya harus menyalahkan siapa? Bukan dirinya yang ingin hal ini terjadi. Dirinya tidak mau melakukan hal yang semacam ini.

Perempuan itu memukul dadanya yang terasa nyeri sekali, dirinya tidak menyangka bahwa akhirnya akan sesakit ini.

"Sakit banget rasanya," lirihnya kemudian menangis di sana.

Membuat seseorang yang berdiri tepat di belakangnya juga ikut menangis.

***

Sweet But Psycho (RSB 7) Sudah Terbit ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang