Happy reading🐣
Sinar matahari masuk melalui celah jendela. Nampak seorang gadis yang masih terlelap dalam tidurnya. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Tok tok tok
"Bangun neng. Udah jam 7 nih. Nanti neng telat!" teriak bi Surti dari luar kamar Anindya.
Ceklek
"Hoammm... apaan sih bi pagi-pagi udah teriak-teriak aja," ucap si gadis yang masih belum sepenuhnya sadar.
"Ini neng udah jam 7. Neng Nindya kan mau sekolah. Nanti neng Nindya telat lagi," jelas bi Surti sekali lagi.
"Ohhh jam 7," ucap Anindya dalam kondisi mata tertutup.
1
2
3
"HAH JAM 7? DUH MAMPUS!! NANTI GUE DI HUKUM!" teriak Anindya yang sudah benar-benar sadar.
Lalu ia segera berlari ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
Tidak butuh waktu lama untuk Anindya mandi. Karena menurutnya 'ngapain mandi lama-lama, kayak putri keraton aja.'
Setelah itu ia segera memakai seragam sekolahnya. Tak lupa ia memoleskan bedak bayi ke wajahnya dan juga lipbalm ke bibirnya.
Lalu Anindya segera mengambil tasnya dan bergegas turun ke bawah untuk menemui bi Surti.
"Nindya berangkat dulu ya bi," pamit Anindya sambil menyalami tangan bi Surti.
"Hati-hati di jalan ya neng."
"Siap bi."
Lalu ia segera menuju ke garasi mobil untuk mengambil mobil kesayangannya untuk menuju ke sekolahan.
♡♡♡
Butuh waktu sekitar 20 menitan untuk sampai ke sekolah. Itupun jika tidak terjebak macet.
Sekarang Anindya sedang berada di depan gerbang SMA Jaya Bangsa. Salah satu SMA yang berada di daerah Jakarta.
"PAK BUKAIN GERBANGNYA PAK. SAYA MAU MASUK!" teriak Anindya dari luar gerbang.
Dari dalam pos satpam keluarlah pak Narto lengkap dengan seragamnya sedang menuju ke arah Anindya.
"Eh neng Nindya toh. Telat lagi neng?"
"Masa bapak gak liat saya ada di luar gerbang gini. Jelas-jelas saya telat bapak!!" ucap Anindya gregetan. "cepet bukain gerbangnya dong pak. Saya kepanasan ini loh," ucap Anindya tak sabaran.
"Iya iya neng sabar atuh," ucap pak Narto sambil membukakan gerbang untuk Anindya.
"Nih pak kunci mobil saya. Tolong parkirin mobil saya ya pak." Anindya memberikan kuncinya kepada pak Narto. Belum sempat pak Narto menjawab, Anindya udah ngacir duluan menuju kelasnya.
"MAKASIH PAK NARTO GWANTENG!" teriak Anindya sambil berlari.
Pak Narto hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan Anindya.
♡♡♡
Saat sudah berada di koridor kelas XI yang sepi karena pembelajaran sudah dimulai. Dari kejauhan nampak wanita paruh baya dengan badan cungkring serta makeup yang menor sedang menuju ke arah Anindya. Saat hendak melarikan diri, terdengar teriakan yang memekakan telinga.
"BERHENTI ANINDYA!" teriak bu Sri---guru BK yang terkenal galaknya.
Mampus gue, -batin Anindya.
"Mau kemana kamu hah!!" bentak bu Sri yang sudah berdiri di hadapan Anindya.
"Mau kabur bu." ucap Anindya dengan tampang sok polosnya.
"Enak aja kamu main kabur-kaburan. Kamu tau ini udah jam berapa?!"
"Jam setengah 8 bu."
"Kamu tau sekolah ini masuknya jam berapa?!"
"Jam 7 bu."
"NAH ITU TAU! DAN KENAPA KAMU MASIH TELAT!!!"
"Kemaren saya habis marathon drakor 7 episode bu. Sampe jam 2 malam. Ceritanya tuh bagus banget bu. Cowonya ganteng lagi. Jadi saya gak tega ninggalin ceritanya," jelas Anindya.
"SIAPA YANG SURUH KAMU CERITA!"
"Lahh tadi ibu nanya. Ya saya jawab lah."
"Jawaban kamu gak bermutu!!" ujar bu Sri. Lalu ia melihat kearah rambutnya Anindya, "apa-apaan ini rambut udah kayak ayam warni-warni aja!!"
"ihh ibu iri yaa. Kalo iri mah bilang aja bu," ucap Anindya dengan entengnya.
"BERANI YA KAMU SAMA IBU!! SEKARANG KAMU KE RUANG OSIS TEMUIN SI REVAN. MINTA HUKUMAN SAMA DIA!!"
"males banget gue ke ruang osis. Mending gue ke kantin," gerutu Anindya pelan. Namun masih bisa di dengar oleh bu Sri.
"Awas aja kalo kamu kabur. Ibu akan suruh Revan buat nambah hukuman kamu nanti!!" Ancam bu Sri.
"Eh jangan dong bu. Saya kesana sekarang nih?"
"GAK, minggu depan."
"Oke minggu depan aja."
"YA SEKARANG TOH ANINDYAAAAA!!!" Geram bu Sri.
"Eh iya iya bu saya kesana sekarang."
"Dasar nenek lampir," gerutu Anindya pelan, namun lagi-lagi masih bisa di dengar oleh bu Sri.
"APA KAMU BILANG HA!"
"BU SRI NENEK LAMPIR HAHAHA." Teriak Anindya sambil berlari menjauh untuk menghindari amukan bu Sri.
"ANINDYAAAAA AWAS KAMU YAAA!" teriak bu Sri.
"Astaghfirullahaladzim salah apa hambamu ini Ya Allah sampai mendapatkan anak murid modelan seperti itu," ucap bu Sri sambil mengelus dada.
****
Jangan lupa voment nyaa!!!!
Gomawo🙏
•20/06/2020
YOU ARE READING
Revanindya
Teen Fiction"Gue kasih lo 2 pilihan. Lo boleh milih salah satu sebagai imbalan karena gue dah baik hati nebengin lo pulang," ucap Revan. "Yang pertama, lo jadi pacar gue selama 5 hari, atau yang---" "WHAT?! PACAR?! GUE OGAH JADI PA--" "Oke berarti lo milih opsi...
