1. KELULUSAN

134 22 39
                                        

HAI, WELCOME!
SEDIKIT ANNOUNCEMENT AJA, MAAF DI AWAL-AWAL CHAPTERNYA EMANG MASIH SEDIKIT BERANTAKAN, KARENA WAKTU AKU AWAL NULIS INI MASIH BUTA EYD/PUEBI. TAPI SEIRING BERJALANNYA CERITA SEMUA MULAI AKU PERBAIKI DAN MULAI SERU KOK!

SEMOGA KALIAN SUKA YA, TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA! ❤️✨

[PROLOG]

Sorak sorai para siswa pecah ketika hari pengumuman kelulusan tiba. Ratusan siswa SMP Adi Jaya tengah merayakan kelulusan mereka dengan suasana yang berbeda-beda. Ada yang senang, ada yang sedih karena akan pisah sekolah dengan teman-teman, ada juga yang kesal karena suara teriakan-teriakan tidak jelas.

Di sebuah tempat tidak jauh dari keramaian Diana duduk dibawah pohon mangga yang buahnya sudah habis dicuri maling sekolah.

Ya siapa lagi tersangkanya kalau bukan murid-murid sekolah ini. Masih mending kalau metiknya yang udah matang, kadang yang masih mentah aja udah dilahap diatas pohon, kayak monyet, ckckck.

"Eh na, ngapain sih lo disini? Ayo dong ikut rame-rame disana seru tau!" Ucap Melisa, sahabat Diana yang sudah dikenalnya 3 tahun lalu.

"Dih, kayak gitu lo bilang seru? Lo sama mereka tuh sama! Sama-sama sintingnya" Ucap Ria dengan sarkas. 


Tiba-tiba Dino sang ketua kelas yang tak tahu dari arah mana datangnya pun ikut menyambar "Iya Ri, kek gitu masa dibilang seru, kalo ada dangdutan tuh baru seru!"

"Eh, Emangnya ini kondangan apa?" Sewot Melisa.

"Udahlah, gue disini tuh pengen suasana yang tenang kalian dateng dateng malah ribut gitu, panas nih kuping!" Ucap Diana sambil memegang telinganya.

"Iya deh na, maaf," kata Melisa, Ria dan Dino bebarengan.

"Eh iya, Dino lo ngapain disini sama kita-kita? Temen-temen lo mana?" Tanya si Rena.

"Dih Rena mah gitu, to the point aja sih, lo pasti nyari Andi yekan?"

"Dih apaan sih Lo, gajelas banget," ucap Rena ketus.


"Eh gue ke kelas dulu ya, haus pengen minum" Ucap Diana lalu bangkit menuju kelasnya yang tidak jauh dari lapangan.

"Eh ikut dong! Ayo Ri, Ren," Melisa menoleh kebelakang melihat Ria dan Rena.

"Wait, wait, wait kok si clara gak ada sih? Kemana dia? Dino, mana si clara?"

"Apaan sih gue gak tau,gue bukan cenayang. Dahlah gue juga mau ke kelas juga." Jawab Dino lalu pergi.

"Paling clara lagi ngaca di toilet, lo tau sendiri kan clara kalo ngaca gak inget waktu. Udah ayo ke kelas aja!" Ajak Ria sambil menarik tangan Rena dan Melisa.

Setelah merayakan kelulusan, mereka langsung pulang kerumah masing-masing. Sampai dirumah Diana berlalu pergi ke kamar tanpa menghiraukan ibunya yang sedang menonton FTV di ruang keluarganya.

Diana bingung, dia sedang memikirkan bagaimana kehidupan persekolahannya tanpa para sahabatnya.

Waktu di sekolah mereka bercerita mau kemana mereka bersekolah. Ternyata sekolah mereka terpisah-pisah, mulai dari Diana yang mau ke SMA Pelita Bangsa, Rena yang akan dibawa ayahnya pergi ke luar kota karena pekerjaanya dipindahkan, clara yang dipaksa orang tuanya ke pesantren, Melisa dan Ria yang akan sekolah di SMA Wirabrata.

AMRETATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang