Bima membuka Mobil berwarna putih yang sudah terparkir rapi di depan rumah nya, mengeluarkan beberapa barang yang tidak penting dari dalam mobil, rumah bernuansa putih dengan pot pot raksasa yang terjejer disana, semakin menambah suasana asri rumah bima. Hari ini ia rencana mendaftarkan diri di salah satu Universitas ternama di jakarta, yakni di UKI ( Universitas Kedokteran Indonesia).
Dimana bima akan mengambil jurusan kedokteran, tentu saja karna ayahnya adalah seorang dokter ginjal, dan bundanya seorang dokter binatang, jadi tidak heran jika anak mereka akan melanjutkan study sebagai seorang dokter.
Menjadi seorang dokter layaknya kedua orang tua nya, bukanlah pilihan yang bima inginkan, terlebih bima ingin sekali menekuni kebisaanya dalam bermain piano, bima sangat handal dalam memainkan alat musik ini, beberapa kali diam diam ia mengikuti perlombaan musik tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Namun apa yang bisa ia lakukan selain menjadi putra penurut kebanggan kedua orang tuanya, berat Hati bima mengiyakan tawaran di kampus bergelar dokter karna permohonan bundanya yang menginginkan keturunan dengan profesi sama.
Bima menghela nafas, sering kali penyesalan membuat langkahnya sedikit berat, ketidak jadian memasuki kampus bergelar seni terpandang di jogjakarta hanyalah sebatas angan angan saja.
Bima Abigael, kalian bisa menyebutnya dengan panggilan Bima, ia akan marah ketika seseorang memanggilnha dengan nama Abi atau Iga, dipikir iga bakar apa, karna bima adalah nama yang pas untuk seorang bima abigael, laki laki yang tidak banyak bicara, selain hemat ngomong, otak cerdasnya lah yang membuat bima mendapat tawaran untuk kuliah di mana mana, terlebih UKI.
Bunda dan ayahnya sering kali membanggakan bima di depan teman teman mereka, bima sendiri agak risih dengan pujian yang diberikan ole bundanya mengenai kepandaianya.
Kakinya melangkah masuk ke dalam rumah, seorang wanita dengan kerudung berwarna navy sudah terlihat cantik sepagi ini tentu saja karna bersiap untuk bekerja, tanganya menuang susu ke emoat gelas yang sudah ditata rapi di meja, ayahnya sendiri sudah mengenakan kemeja putih khas seragam kerja yang setiap hari ia kenakan, menyantap roti bakar buatan istri tercinta,Sudah ada gadis kecil, merengek rengek karna tanganya tidak sampai ketika hendak meraih raih garbu yang berada jauh dari meja tempat ia menyantap makanan saat ini
Arumi menyodor kan garbu kepada putrinya itu. " Susunya jangan lupa diminum dulu kak" ujar arumi, menyerahkan gelas kaca bening terisi susu coklat penuh kepada bima, tutur lembur arumi mampu membuat siapa saja kagum dengan sosok ibu karir yang tetap memperhatikan dan mengurus anak anaknya dngan sangat baik.
Bima menerima gelas susu dari arumi dan menengguknya, menyisakan sedikit seperti biasa.
" Bun benerin dasi ayah dong" ujar adam meendekat sembari membenadkan krah bajunya yang masih belum sempurna, diam diam kepalanya maju dan bibirnya menyentuh kening sang istri, arumi dengan cepat membennahkan dasi suaminya itu dengan telaten. Bima hanya bisa tersenyum melihat kehangatan yang selalu hadir di sela sela kehidupanya.
" Bim, jangan lupa obatnya di bawa, udah bunda siapin air putih di tas kamu tadi" arumi benar benar memperhatikan putra kesayanganya itu, mulai dari hal terkecil sekalipun. Bima rasa itu tidak perlu sebab kekhawatiran arumi hanya membuatnya kasihan, bima sudah besar ia bisa mengurus dirinya sendiri, terlebih tentang rutin mengonsumsi obatnya.
" Jangan lupa kabarin ayah kalo ada apa apa" sambung adam.
" Iya bun, yah, yaudah Bima berangkat dulu." ujar bima, lalu mencium punggung tangan bundanya, dan memeluknya. Kemudian bergantian dengan ayahnya. " Yah" ujarnya.
" Kamu hati hati ya bim, jangan lupa berdoa, bunda sama ayah bakal doa in kamu terus" ujar bunda bima, atau lebih akrab dipanggil Bunda Arumi. Arumi mengusap pelan puncak kepala bima sebelum putranya menunduk mencium punggung tanganya.
YOU ARE READING
Bi & Ti
Teen FictionKebaikanmu yang membuatku merasa tidak sendiri, segala yang kamu lakukan untuku mampu mebuatku tak asing lagi di semesta, entah mengapa aku tidak bisa mencintai lelaki sebaik kamu, membuat ragaku jatuh pada pelukanmu, semampuku aku akan menjagamu se...
