PROLOG

782 56 5
                                        

AWAL DARI SEBUAH DENDAM
"Terlalu percaya sampai lupa caranya memudarkan luka"

Pagi hari yang cerah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun turun dari atas kasurnya. Matanya menyipit, mencari-cari keberadaan kedua orang tuanya. Sesekali ia menguap lantas memutuskan untuk pergi ke dapur. Ia pun menghela nafas lega kala menemukan mamanya yang tengah sibuk memasak.

"Mama !", panggilnya sembari memeluk mamanya dari belakang.

Sontak mamanya membalikkan badan. Berjongkok di depan anak semata wayangnya. "Eh, anak mama ternyata udah bangun. Mau mama buatin susu cokelat ?", ucapnya dan mendapat gelengan dari sang anak.

"Papa mana ?", tanya anak itu.

"Papa udah berangkat kerja, sayang."

Terlihat jelas raut wajah kecewa di wajah anak itu. Tak tega, mamanya pun memegang kedua pipi anaknya.

"Mama punya hadiah buat Lang.", ucapnya lalu berdiri, mengambil sesuatu di atas meja makan.

Ia kembali berjongkok dan memberikan sesuatu yang ia pegang kepada anaknya.

"Ini apa ?" tanya anak kecil itu kebingungan.

"Ini tiket ke luar kota, sayang. Papa ngajakin kita jalan-jalan minggu depan. Lang mau kan ?."

"Beneyan ma ?. Hoyee..", teriak anak itu kegirangan.

Ia pun memeluk mamanya dengan erat. "Makacih ma."

Satu minggu kemudian...

Seorang anak kecil berlarian setelah memasuki kamar hotel termewah di kota itu. Kedua orang tuanya tengah membereskan koper dan barang-barang mereka.

"Jangan lari, Lang nanti jatuh", ujar mamanya.

Anak kecil itu pun berjalan menghampiri kedua orang tuanya. "Papa, ayo pegi", ucapnya menarik-narik tangan papanya.

"Besok, Lang jalan-jalannya. Udah malam tidur aja ya." Papanya berucap lembut.

Anak itu mengangguk lemah. Mengingat dirinya yang juga kelelahan karena pejalanan jauh yang baru saja ia tempuh. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidur.

Saat ia terbangun sudah pukul 09:15 WITA. Ia mengucek matanya dan hanya menemukan sosok mamanya disana.

"Mama mau pegi ?", tanyanya kala melihat mamanya yang tengah siap hendak pergi.

"Mama mau keluar sebentar. Mau belanja Lang mau ikut ?."

Anak itu menggelengkan kepala. "Papa mana ?."

"Papa ada di atas hotel sama teman-temannya."

Anak itu menghela nafas lalu kembali merebahkan dirinya di atas kasur.

"Mama keluar ya, sayang. Jangan kemana-mana sebentar lagi papa kesini", ucap mamanya lalu mencium kening anaknya sekilas sebelum pergi keluar.

Beberapa menit telah berlalu dan papanya belum juga datang. Rasa bosan pun menyelimuti anak kecil itu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menemui papanya di atas gedung.

Sesampainya disana, ia mendapati tiga sosok laki-laki yang salah satu diantaranya adalah papanya. Anak itu pun tersenyum lantas berjalan menghampiri mereka. Mendadak langkahnya terhenti kala ia melihat salah satu dari mereka terjatuh dari atas gedung. Ia melihatnya sendiri teman papanya telah mendorong orang itu hingga jatuh. Sedangkan papanya berteriak histeris disana. Lalu, mereka berdua turun ke bawah dengan terburu-buru.

Anak kecil itu ikut turun. Banyak orang mulai mendekat dan polisi pun telah datang. Ia melihat tangan papanya di borgol oleh polisi disana.

Apa yang terjadi ?. Kenapa papa dibawa oleh polisi-polisi itu ?. Pikir anak itu kebingungan.

Lalu, ia menghampiri papanya. "Papa Lang mau dibawa temana ?", tanyanya.

"Papa kamu bersalah, nak. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya", jawab salah satu polisi itu.

"Papa nggak salah", tegas anak kecil itu.

Ia menatap sendu wajah papanya yang tengah menitikkan air mata. Lalu, tatapannya jatuh ke arah teman papanya yang menewaskan orang tadi. Dan, teman papanya itu malah melangkah pergi.

"Jangan bawa papa pegi !. Papa nggak salah", ucap anak itu lagi sambil memegang lengan papanya dengan erat.

Seorang polisi lalu menahan anak kecil itu. Ia menjerit kala polisi-polisi itu membawa papanya masuk kedalam mobil patroli. Sekilas, papanya menatapnya sembari tersenyum hambar. Lalu mobil itu melesat meninggalkan halaman hotel.

Anak itu pun berlari ke arah mamanya yang tengah menangis histeris, lantas memeluk erat mamanya.

"Papa nggak salah, ma", ucapnya lirih

***

Gimana ? Penasaran sama kelanjutan ceritanya ?
Ini cerita ketiga aku setelah ERGA dan REYGRAN for NATALIE❤
Kuy kasih vote & komen kalian dibawah😋
Happy reading all^^
Mau lanjut ?➡

SANG LANGITWhere stories live. Discover now