Kamu yang tak pernah terlintas dalam benakku.
Pradipta Wiradana dan Larisa Ananta adalah pasangan suami istri dari keluarga konglomerat Wiradana Group.Dari pernikahan keduanya, lahirlah dua orang anak yakni seorang putri bernama Larita Pradipta Wiradana, dan seorang putra yang bernama Emeraldy Pradipta Wiradana.
Putri pertama mereka, Larita Pradipta Wiradana sudah membangun biduk rumah tangga dengan seorang pengusaha muda bernama Alvino Ragata. Hal itu membuat Pradipta dan Larisa merasa tenang, lantaran sang putri sudah berada di tangan lelaki yang tepat. Namun lain hal nya dengan sang putra, yakni Emeraldy yang di kenal nakal, gemar clubbing, balap liar hingga dikenal sebagai gangster di SMA Galaksi. Dimana SMA Galaksi adalah salah satu sekolah ternama milik Wiradana Group, hal itu tentu membuat keduanya pusing bukan main.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini Emer? Kartu kamu memang tanpa limit, tapi bukan berarti kamu bebas menghaburkan uang hanya untuk memanjakan seorang wanita yang belum jelas asal-usulnya!" Tanya Pradipta dengan wajah penuh kekesalan terhadap putranya.
Emer pun hanya melirikkan matanya saat mendengar pertanyaan sang Papa, jujur saja Emer sangatlah malas jika harus berhadapan dengan sang Papa, yang ujungnya akan berakhir dengan sebuah perdebatan, bahkan dapat menimbulkan sebuah pertengkaran.
"Emer jawab dong sayang, Papa tanya loh ke kamu." Ucap Larisa yang melihat anaknya hanya diam tak berucap sedikitpun.
"Aku lagi males debat sama Papa, aku capek Pa mau istirahat dulu." Ucap Emer seraya meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja.
Jelas saja perlakuan Emer yang seenaknya pergi begitu saja membuat Pradipta merasa pening dan menatapnya dengan sinis sembari memijit pelipis kepalanya.
"Sepertinya kali ini Papa harus ikutin ide dari Mama untuk menjodohkan Emeraldy sebelum semua semakin tak beraturan." Ucap Pradipta kepada sang istri.
"Iya Pa, Mama juga semakin ingin mempercepat perjodohan Emeraldy agar dia punya rasa tanggung jawab," ujar Larisa.
"Tapi kita akan jodohkan Emeraldy dengan siapa Ma? Papa enggak mau wanita enggak jelas yang mendampingi Emer, apalagi wanita yang hanya ingin harta kita saja tapi tidak tulus pada Emer, kita butuh wanita yang sabar dalam menghadapi Emer."
Larisa pun mencerna ucapan sang suami, siapa wanita yang cocok dan bersedia untuk disandingkan dengan Emeraldy, benar saja semua wanita mengidamkan menjadi istri sekaligus menantu keluarga Pradipta, bagaimana tidak? Emeraldy mempunyai segala nya, secara fisik dia begitu tampan, secara akal dia juga cerdas dalam berbagai bidang, bahkan secara finansial dia memiliki begitu melimpah harta kekayaan, tetapi secara akhlak jangan ditanyakan, jelas saja begitu hancur.
"Papa tenang aja biar Mama yang pikirkan semuanya, Mama arisan dulu ya Pa," ucap Larisa yang hanya diangguki oleh Pradipta.
*****
Seusai acara arisan di salah satu hotel berbintang, Larisa tidak langsung kembali pulang ataupun pergi ke kantor, ia memilih untuk bersantai menikmati teh hijau kesukaannya bersama Ratih sahabatnya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, meski sempat terpisah saat di masa-masa akhir sekolah menengah atas lantaran tuntutan pekerjaan orang tua Larisa yang berpindah tempat, tak membuat persahabatan Larisa dan Ratih terputus.
Di sela-sela menikmati teh hijau, Ratih bercerita tentang kesulitan yang tengah menimpa keluarganya, saat perusahaan Andra, suami Ratih di ambang kebangkrutan dan tak bisa lagi untuk membayar hutang-hutang perusahaan membuat Ratih meminta bantuan suntikan dana dari perusahaan keluarga Pradipta, yang notabane nya terkenal dengan sebutan konglomerat membuat Ratih memberanikan diri dan berharap Larisa bisa sedikit menyelamatkan keluarganya. Larisa benar-benar tak tega melihat Ratih sahabatnya sedang terbelit kesusahan, tentu saja rasa ingin membantu timbul begitu besar dalam benak Larisa, hingga ide cemerlang terbesit di pikiran nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EMERAL (TELAH TERBIT)
Teen FictionNOVEL OFFICIAL "EMERAL" DAPAT DI BELI DI SHOPEE 💞 SEBAGIAN PART DI HAPUS GUNA KEPENTINGAN PENERBITAN 🙏 ( 17 + ) Perjodohan? Hal yang paling menyebalkan di era milineal , apalagi jika dijodohkan dengan seseorang yang jauh dari kriteria jodoh imp...
