Disini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalin kasih sayang
Bahagia ku dengan mu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ikur nama kita berdua
Disini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayang ku akan hilang
(Feat. Acha septriasa)- Irwansya🎶
.
.
.
"Vin kamu duduk dulu sama papa, mama mau bangunin Jingga bentar" ujar Callista
"Ngak usah ma, biar Gavin yang bangunin Jingga, kalau mama yang bagunin bisa-bisa mama di amuk Jingga pagi-pagi" ujar Gevin, sedangkan Callista hanya mengangguk, lalu Gavin berjalan menuju kamar Jingga
"Gue apain biar nih bocah cepat bangun" gumam Gavin lalu berfikir, lalu terlintas sebuah ide dikepalanya
"Aaa kebakara bangun Ga, BANGUN" teriak Gavin yang membuat Jingga terlonjak di atas kasurnya
"Ha kebakaran? dimana Vin, dimana?" Tanya Jingga panik
"Ngak ada lo ketipu" ujar Gavin lalu menjulurkan lidahnya kearah Jingga
"Awas lo Vin, tunggu pembalasan gue"
"Main balas-balasannya nanti lo udah di tunggu sama papa dan mama di bawah, lo ingatkan hari ini lo pindah sekolah ke Antariksa, lo berangkatnya sama gue, dan kata papa ini sekolah terakhir lo, ngak ada namanya DO lagi" tutur Gavin panjang lebar
"Iya-iya, ngak bakal di DO lagi, tapi gue males sarapan sama Callista, dia bukan mama gue, mama gue cuman mama Syera"terang Jingga kepada Gavin lalu memasuki kamar mandinya
"Pokoknya lo harus sarapan sama mama, lo gaak boleh kayak gitu, bagaimanapun Callista mama lo sama gue, ngak ada bantahan Devalia Jingga El Bara"
Jingga tahu jika Gavin sudah memangilnya dengan nama lengkap perkataan Gavin tidak boleh di bantah
"Iya, tunggu gue di bawah, ingat gue sarapan karena ngehargain papa sama lo"
-Oringga-
Jingga berjalan dengan malas menuruni tangga dan menuju meja makan
"Kamu mau makan apa, biar mama ambikan" tutur Callista lembut
"Ngak usah sok perhatian" Jingga lalu duduk dan mengolesi rotinya dengan slei strobery
"Jingga kamu ngak boleh kayak gitu, dia mama kamu, kamu harus sopan" nasihat Adira papa Jingga, meski Adira bukan papa kandung Jingga dia sangat menyayangi Jingga
"Iya pa" jawab Jinga patuh, jika Adira sudah bicara Jingga akan sangat patuh dan penurut
Keadan sarapan pagi itu sunyi, hanya bunyi sendok dan garpu menemani sarapan mereka, setelah sarapan Jingga dan Gavin pamit untuk ke sekolah
"Pa, Ma Gavin berangkat dulu" lalu Gavin mencium punggung tangan Adira dan Callista
"Pa Jingga berangkat dulu" lalu Jingga mencuim punggung tangan Adira, Callista masih tetap menggantung tangannya di udara menunggu Jingga menyalaminya
"Kamu ngak salaman sama mama mu, liat tangannya menggantung, dan papa tegaskan ini terakhir kalinya pindah sekolah" ujar Adira
"Males dia bukan mama aku, iya ngak bakal kena DO lagi"
Adira sempat mau memarahi Jingga karena tidak pernah menganggap Callista sebagai mamanya, tapi semuanya di cegah Callista dengan mengusap punggung suaminya dan berkata pelan "maklumkan saja, dia masih kecil"
-Oringga-
"Vin, lo duluan ae, ntar gue nyusul" ujar Jingga
"Kenapa ngak barengan gue?"
"Males lo jelek" ucap Jingga, mendengar itu wajah Gavin langsung berubah kusut "becanda gue, gue males cepat-cepat ntar gue di suruh upacara capek" tutur Jingga
"Semerdeka lo, gue barangkat" Gavin lalu melajukan mobilnya kesekolah
Sesampainya di sekolah Gavin langsung bersiapa-siap untuk melaksanakan upacara, ketika barisan upacara akan di bubarkan Jingga datang di tengah-tengah lapangan dan berkeliling lapangan dengan motor Sport merah miliknya sampai-sampai lapangan itu penuh dengan asap, Jingga melepaskan helm full face yang dipakainyaa
Semua orang menatapnya takjub sedangkan Gavin menatapnya tajam, menimbalkan banyak teriakan dari siswa siswi
"Gila dia cewek, berani-beraninya kayak gitu"
"Ada bidadari nyasar ke sekolah kita"
"Dih anak baru sok-sokan, mana rambut di warnain lagi"
"Neng minta nomor"
"Ngak sadar diri, anak baru banyak gaya"
"Pacar gue ngapain ke sini"
Begitulah teriakan para siswa Antariksa, tapi lain halnya dengan Orion dia sama sekali tak tertarik untuk melihatnya
"Oi, bengong mulu lo, lo ngak mau liat anak baru? sumpah dia cantik, mana rambut di cat lagi" ujar Rafka sambil memukul pelan punggung Orion, lalu Orion mengangkat kepalanya
Dia? Tapi ngak mungkin, dia kan udh meninggal
Bation Orion sambil berekspresi aneh dan menggeleng-gelengkan kepalanya, Orion melihat Gavin berjalan kearah perempuan itu akhirnya Orion memutuskan untuk mengikuti Gavin
****
Typo bertebaran
Gimana ceritanya?
Ditunggu Vote dan komennya
Byee Love You
24 Februari 2020
YOU ARE READING
Oringga(hiat)
Teen Fiction_Masa lalu terlalu pahit untuk di ingat, tapi mengapa kau memaksaku untuk mengingatnya?_ *Devalia Jingga El Bara* "Udh gue bilang berhenti merokok, lo tuli!" tegas Orion lalu mengambil alih rokok yang dipegang oleh Jingga "Apa-apaan...
