First

30 6 1
                                        

"Let's our stories begin"

"Let's our stories begin"


Jam menunjukkan pukul 6.00 pagi. Terlihat seorang gadis dengan kemeja putih dan rok cream selutut duduk di depan meja rias menatap bayangannya di cermin. Rambut panjang sebahu, wajah tirus, lesung pipit, hidung mancung dan bibir marun menambah kesan cantik gadis itu.

"Enaknya kasih aksesoris apa ya ni rambut." Ujar Kayla yang mencari aksesori di lacinya.

"Uwawww. Keknya ini bagus deh."

Diambilnya penjepit rambut berbentuk pita warna biru muda dari lacinya. Lalu penjepit itu dipasang ke rambutnya.

"Nah sip. Udah cantik nih gue. Kay, elo emang cantik banget." Narsis Kayla di depan kaca.

Setelah bersiap-siap dengan penampilan nya Kayla mengambil tas ranselnya dan jas sekolah berwarna biru dongker. Lalu berjalan menuju ruang makan

"Pagi kak Geo. Elo masak apa hari ini?"

Terlihat seorang laki-laki seumuran Kayla menggunakan celemek menyiapkan makanan di ruang tamu.

"Nasi goreng sama omlete buat nona Kayla tercinta."

"Oh. Makasih ya pembantu."

"Itu mulut gue iris pake pisau mau?" Ucap Geo sambil menyodorkan pisau.

"Gue cuma bercanda. Oh iya. Papa dimana? Belom pulang ya?"

"Iya. Tadi pagi telpon katanya sibuk banget. Banyak pasien yang harus di operasi."

"Oh yaudah."

Setelah mendengar jawaban kakak nya, Kayla yang semula bersemangat tiba-tiba sedih.

"Ga usah sedih gitu. Kan demi kita juga. Elo cepet sarapannya. Gue ada tugas piket di sekolah."

~

Seperti hari-hari biasanya. Kayla dan Geo selalu berjalan kaki menuju sekolah. Memang dari SD sampai SMA mereka selalu berjalan kaki menuju sekolah. Dengan alasan sekolah mereka dekat dengan kompleks perumahan yang mereka tempati.

Seperti biasanya, mereka menghampiri sahabat mereka yang rumahnya tidak jauh dari rumah mereka. Terlihat Kayla dan Geo sudah sampai di depan gerbang rumah berwarna hitam.

"Assalamualaikum!! Assalamualaikum!!" Teriak Geo dari luar gerbang.

Tanpa menunggu lama, terlihat wanita paruh baya dengan hijab instan nya keluar menuju gerbang. Wanita itupun membuka kan gerbang rumah nya.

"Waalaikumsalam. Eh Kayla sama Geo. Sudah lama nak?"

Kayla dan Geo pun mencium punggung tangan Bu Santi.

"Hehe. Baru aja kok Bunda. Kak Ardi nya mana?"

"Bunda". Itulah panggilan yang sudah Kayla dan Geo pakai kepada Bu Santi sejak kecil. Sebenarnya Almarhumah Mamah Kayla dan Bunda Ardi sudah lama bersahabat. Mereka memiliki kesepakatan, jika mereka memiliki anak nanti harus memanggil Bu Santi dan Bu Siska Dengan sebutan "mamah" maupun "bunda".

"Bentar ya bunda panggilan. Ar..."

"Iya bunda."

Terlihat seorang laki-laki seumuran Geo keluar dari rumah Bu Santi. Dia adalah Ardi Junanda. Putra dari Bu Santi.

"Ya udah. Ayo berangkat. Ardi berangkat dulu bunda. Tadi udah salaman sama ayah. Assalamualaikum." Pamit Ardi.

"Waalaikumsalam. Hati-hati ya nak." Kayla dan Geo pun ikut berpamitan dengan Bu Santi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

STORIESStories to obsess over. Discover now