Prolog

9.1K 787 482
                                        

Happy Reading

🖤🖤🖤

Seorang gadis cantik tengah duduk termenung di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir coklat panas. Matanya memandang ke arah langit yang tampak begitu gelap. Suara rintik-rintik air hujan di luar mulai terdengar.

Hawa dingin mulai menusuk kulitnya, hingga membuat gadis itu merasa kedinginan. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya untuk memberikan sedikit rasa kehangatan.

"Aku rindu sama kamu," gumamnya menatap kosong ke arah depan.

"Tapi, aku juga benci sama kamu," sambungnya menahan tangisan.

Air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa ia cegah. Pikirannya tidak bisa membuang kejadian dua tahun yang lalu. Kekecewaan, pengkhianatan, dan hancurnya persahabatan, semua ia rasakan dalam waktu yang bersamaan.

Dua orang yang selama ini ia beri kepercayaan, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang.

Suara langkah kaki seseorang membuyarkan lamunan gadis itu. Seseorang itu menepuk pundak gadis di depannya dengan pelan. Dia adalah Revano Aldevan, Kakak gadis itu, Alivia Alearyn.

"Kenapa kamu masih di sini, Dek? Masuk, ya, nanti kamu kedinginan." Suara Revano terdengar khawatir.

"Aku nggak peduli, Kak," jawabnya acuh.

Revano menatap adiknya dengan tatapan sendu. Dua manusia tidak memiliki hati itulah yang membuat adiknya berubah dingin seperti ini. Sebagai seorang kakak laki-laki, dirinya tidak terima melihat adik perempuannya disakiti dan dipermainkan. Ia benar-benar merindukan Alivia yang periang seperti dulu.

"Alivia Alearyn! Kamu dengerin Kakak! Lupakan kejadian 2 tahun silam dan lupakan laki-laki itu. Jangan sakiti hati kamu terus-menerus. Dengan sikap kamu seperti ini, membuat Kakak juga merasakan sakit Lea!" Revano berbicara penuh ketegasan.

Alivia hanya bisa menunduk dan menangis karena bentakan Revano. Jujur saja, ia paling takut dibentak oleh kakaknya. Revano yang menyadari adiknya menangis karena bentakannya, ia langsung mendekap adiknya ke dalam pelukannya.

"Maaf, ya. Kakak nggak bermaksud bentak kamu. Di dunia ini banyak laki-laki lebih baik daripada dia. Kakak harap, kamu bisa menjadi Alivia periang seperti dulu," ucap Revano dengan nada lembut.

🖤🖤🖤

See you!
Semoga suka dengan prolog-nya:)

Cold Princess (End)Stories to obsess over. Discover now