"Pertemuan Pertama"
****
Raine kalista.
Gadis berwajah imut dan cantik.juga dengan badan yang ramping bak model. rambut sepunggung berwarna brown yang dia curly. Mata sipit dengan netra berwarna hitam pekat,menambah daya pikat pada diri gadis itu.
Kaki mungil nan jenjang milik Raine terus melangkah membawa dirinya menembus deras hujan di sore hari.
Niat ingin pulang dan istirahat setelah melaksanakan hari kedua masa pengenalan lingkungan sekolah,kini harus ia kubur dalam-dalam karna hujan yang membuatnya terjebak di halte bus-tak jauh dari sekolah SMA yang sudah lama ia incar untuk masuk dan terdaftar sebagai salah satu siswinya.
Masa putih birunya baru saja selesai, tidak terasa sekarang ia sudah menjadi golongan yang harus memakai seragam putih abu.
SMAN 1 Rajawali,atau biasa di sebut SMANSARA.
Sekolah Elite Berakreditasi A yang di setiap tahunnya selalu meluluskan banyak sekali murid-murid yang berprestasi.
"Sialan!" maki raine.ia mendaratkan bokongnya di kuris halte tersebut.
Melihat kanan kiri berniat menemukan angkutan umum yang bisa mengantarnya pulang tanpa harus terkena hujan.
Karna jujur saja,Raine benci hujan.
Engga banyak yang tahu alasan gadis cantik itu membenci hujan.namun,hanya beberapa orang saja yang tahu jika kebencian Raine pada hujan berawal dari kejadian di masa lalu.
Kejadian yang setiap kali Raine mengingatnya akan membuat gadis itu memaki kesal.
"Ah double shit!" ya dia meningatnya sekarang.
Memaki adalah kebiasaan buruk gadis itu.
Menengok ke arah kanan dan kiri, Raine merasa seperti ada yang sedang memperhatikannya.tapi,tidak ada siapa-siapa di sekitarnya.
Raine merogoh saku hoodienya,berniat menghubungi sepupu lelakinya untuk sesegera mungkin menjemputnya.
"Rainal Regara.lo bisa manggil gue Rainal Rega atau Gara."
Raine tidak salah dengar maupun lihat,kini didepannya berdiri seorang cowok dengan penampilan yang sudah tak beraturan.
Rambut basahnya yang berantakan.baju seragam putih abu yang lusuh.sepatu adidas hitam yang dihiasi lumpur.tak lupa tas yang memyampir dipundak sebelah kirinya.dengan tangan sebelah kanan yang sibuk di sodorkan pada Raine.
"Hah?!" hanya itu respon yang diberikan Raine,ia terlalu terkejut.
Menaikan alis sebelah,cowok itu lalu terkekeh."Hah..Hah.. Lo kira gue kelomang apa!" suara tawanya membuat Raine tersadar.
"Ap-apasi, lo tuh tijel tau gak!"
"Dih,songong! Orang gue ngajak kenalan" cowok yang bernama Rainal itu duduk disamping Raine.
Apaandeh..
Raine bangkit dari duduknya,berjalan keujung halte lainnya untuk menjauhi cowok yang sok akrab itu.
"Malah ngejauh si juminten." gumam cowok itu yang masih bisa didengar oleh Raine.
Sekarang Rainal tidak mengganggu Raine lagi,hanya saja mata bagaikan elang milik cowok itu masih terus tertuju pada Raine.dengan cepat,Raine memberhentikan sebuah angkutan umum yang melaju ke arahnya.
YOU ARE READING
This Not True Love
Teen FictionFollow sebelum membaca!! Plagiat minggir yang jauhhhh!1!1 Cerita ini mengandung kata-kata kasar. Diharapkan bagi yang tidak suka kekasaran agar menghindar!! **** Ini kisah dua anak manusia berbeda jenis kelamin yang saling menyayangi.tapi,hanya satu...
