prolog

212 78 48
                                        

Prolog

"Hahahaaha" seorang cewek tertawa lepas mendengar sahabatnya bercanda, kantin. Ya mereka sedang berada di kantin sekolah. Bukan karna istirahat melainkan mereka sedang bolos pelajaran.

Anya Ausriella, cewek berbadan sedang tapi ideal. Membuatnya bertemu dengan sahabat nya yang bagaikan bidadari, Anya
Menyebut Belonna Hyna Claresta biasa di panggil Lonna atau Bella. Kecantikannya bak dewi yunani dari ujung rambut sampai kaki, siapa sih yang gak suka sama Lonna.

Terkadang Anya insecure dengan diri nya sendiri jika berada di dekat Lonna. Bagaimana Anya tidak insecure wajah nya kalo bisa di bilang sih kkm, gak cantik gak jelek juga sih.

Jika kalian ingin tahu bagai mana cara mereka bertemu, kejadiannya bisa di bilang sedikit lucu sih. Pada saat itu Anya tidak sengaja menumpahkan kuah bakso ke baju Lonna, ya bisa di bilang aneh sih.

"Heh!! Kalian bolos ya" Anya dan Lonna saling bertukar pandangan, baru saja kelas 10 masak langsung masuk ruang BK apa kata emak nanti.

Lonna memberanikan diri untuk menatap mata guru itu, kata nya sih guru itu guru killer di sekolah. "Ma--maaf pak, tadi di kelas gak ada gu--ru terus Bella lihat banyak yang keluar kelas. Jadi Bella sama Anya ikutan" ya panggilan Lonna hanya untuk orang terdekat nya saja selebih itu orang memanggilnya Bella.

Tatapan guru itu tajam, hingga membuat mereka berdua sedikit bergidik "ya saya maaf kan, tapi awas kalo sampai saya lihat kalian bolos lagi" hanya dengan kata itu bisa membuat mereka sangat berterimakasih.

"Lun balik aja kita, ntar di lihat guru gue gak mau tanggung jawab loh" Anya terus menarik tangan bella yang masih berdiri di tempatnya.

"Okey, tapi ada syarat nya" Anya tahu pasti Bella akan menyuruh nya yang aneh aneh, Anya menggeleng tapi tetap saja Bella mengangguk dengan menampilkan senyum licik nya.

Di sini lah mereka, di koridor kelas 11 SMA Derlangga, Bella sibuk mencari sebuah nama dan gotcha. Di intip nya kelas tersebut dari jendela mencari seseorang tapi nihil orang itu tidak ada di bangkunya.

"Lo nyari apa sih lun, mang udin?" Mang Udin itu langganan Bella beli cireng. Awal nya sih pulang sekolah Bella mengajak Anya pergi nongkrong di cafe, apadaya Gadis itu tidak seperti Bella yang kayara Anya itu Gadis yang sederhana dan untung nya kebutuhannya masih tercukupi. Pada saat itu uang jajannya telah habis, Gadis itu menyarankan Bella untuk nongkrong di gerobak nya mang Udin. Eh malah ketagihan, tanpa berfikir panjanf Bella langsung beli 100rb kata nya sih baru nyoba pertama kali jadi ke canduan.

"mang Udin jangan di bawak bawak kasian lagi buat Cireng yang the best"

"Lo nyari siapa sih Lun?"

"Shuttt. Diem dulu" Bella menaruh jari telunjuk nya di depan mulut Anya.

"Siapa sih Bellona Hyna Claresti"

Bella memberikan plototan ke Anya "no Claresta Anya buka Claresti"

"Lo sih nama susah amat" Anya berdecak kesal dari tadi Bella berdiri di depan kelas Senior yang entah mencari siapa.

"Alan Gabrialo Arsenio M" Anya mengerutkan keningnya, tentu saja Gadis itu tidak mengenal siapa orang yang di sebut oleh Bella tadi.

"Ck, masak lo gak kenal sih Nya. Tuh kata nya kakel itu ganteng banget sampe kek pengen ke mars kata orang" itulah Bella cewek cantik tapi humoris orang nya.

"Terus lo suka?"

"Gak gitu Anya, ganteng sih ganteng tapi tu kakel Bad boy, jarang senyum, dingin dan dia anak dari om Arsen"

Anya mengangguk mengerti dengan ucapan Bella. Walau tidak terlalu tertarik dengan topik ini, ya Anya juga tidak peduli jika orang yang sedang di biacarakan itu anak om Arsen lagi pula gadis itu tidak mengenalnya.

~○0○~

Sorotan lampu, banyak kamera, sorakan dari seorang fans, dan red carpet. Sudah biasa bagi seorang Alan Gabrialo Arsenio Milioner panggil saja sih pemuda tampan ini Gabriel.

"Inget!! Jangan senyum ke kamera dan jaga sikap" bisik seorang pria yang seperti nya ayah nya.

"Iya dad"

Jika kalian sedikit heran kenapa daddy Gabiriel menyuruh nya tidak tersenyum ke arah kamera. Rumor yang beredar sih Gabiriel selalu di batasi seluruh ke giatan nya jadi tidak semua orang bisa masuk ke kehidupan nya.

Prok prok prok

Gabriel menuruni tangga pesawat pribadi nya, tatapan nya sangat dingin ke arah kamera. Mereka baru saja tiba di New York karna hari ini ada pembukaan cabang perusaan yang baru.

Mereka memasuki mobil yang telah di sediakan. "Gabriel kata nya kamu buat anak orang babak belur?" Tanya seorang wanita paruh baya, bisa di bilang mommy nya atau Allysha.

"Kamu itu gimana sih kapan berubah nya, kalo sampe media tau gimana" Arsen menatap netra hijau milik Gabriel

"Gabri, mommy minta kamu ubah sikap"


Hai guys author bawa cerita baru

Vote,komen jangan lupa 🌟

Ig:nab.billa

Fall For YouStories to obsess over. Discover now