Sinar mentari menyelinap masuk ke dalam kamar dibalik golden berwarna hijau tosca membuat seseorang yang tengah tertidur nyenyak terbangun membuka matanya perlahan
Dengan sangat terpaksa nadine bangun dari tidurnya mengumpulkan dulu senyawa yang baru terkumpul sambil sesekali memejamkan matanya
"Hari yang indah"gumamnya dengan mata yang mulai terbuka
Dengan langkah gontai, nadine menarik dirinya paksa dari kasur nyaman itu ke kamar mandi untuk pergi bersiap siap ke sekolah
nadine membuka pintu kamar mandi, 7 menit berlalu ia segera memakai baju sma elit dan bergengsi setelahnya nadine bercermin ia hanya menyisir rambutnya rapih untuk skincare nadine sama sekali tidak tertarik dan membiarkan wajah cantik naturalnya begitu terpancar
Nama lengkapnya adalah Nadine Gabriela fadlesy seorang anak dari pasangan Reza dan alin dari keluarga fadlesy. Mereka bilang keluarga fadlesy adalah keluarga yang harmonis tapi itu menurut mereka lain lagi menurut nadine
Nadine selalu di beda bedakan dari anak mereka yang lainnya selalu dikucilkan dan direndahkan telah menjadi kebiasaannya sejak lama bahkan mungkin sudah menjadi tradisinya tak apalah mungkin ini sudah menjadi nasib nadine
" Ferfact " katanya sambil melihat lurus ke cermin di depannya
Nadine segera turun dari tangga dan mulai menggubah raut mukanya yang tadinya senyum menjadi dingin dengan tatapan yang datar, Mood nya sudah hilang saat ia melihat tatapan sinis yang diberikan oleh bundanya
"Hah ada anak pembawa sial nih" gumam alin yang melihat nadine dari atas sampai bawah dengan tatapan yang meremehkan
Nadine?cuek, dan dingin meski wajahnya tidak ada sama sekali raut kesedihan namun berbeda dengan keadaan hatinya yang tergores karena ucapan bundanya
"Kenapa bunda tega berkata seperti itu Nadine kan anak bunda juga" batin nadine yang rasanya ingin di ungkapkam tapi hanya tertahan di tenggorokan saja
"Sudah berangkat sana gak ada gunanya juga kamu disini!" Ujar alin sambil melempar sendok yang sedang di pegangnya
"Sudah bunda kak Nadine itu kakak aku anak bunda kenapa bunda bersikap seperti ini kepadanya"
Hiks hiks hiks
Adik perempuan satu satunya nadine menangis dan air matanya sudah meluncur daritadi karena melihat kakaknya dihina dan di permalukan oleh bundanya sendiri
dia adalah prisyila andaria fadlesy adik dari Nadine, prisyila selalu membela kakaknya dari hinaan keluarganya yang menyakitkan
Prangg
Sebuah piring sengaja dilempar papah nadine yang tiada lain adalah reza fadlesy
"Sudahlah cepat kamu pergi sebelum saya usir kamu untuk pergi dari rumah ini selamanya!" Bentak Reza
Reza pun bergegas meninggalkan meja makan diikuti alin yang setia menggandeng tangan suaminya tak lupa tatapan benci yang mereka tunjukan untuk nadine
"Prisyila ayo berangkat sekarang biarkan dia sendirian, nanti kita malah ikutan sial" Gumam Martin kakak Nadine, sembari menarik tangan prisyila pergi
Sedari tadi nadine hanya diam dan ketika semua orang pergi meninggalkannya air matanya jatuh dan nadine langsung mengusap kasar air mata syialannya itu dan mengambil 1 roti tawar untuk menganjal perutnya
"Miris" dia berkata pelan sehingga hanya dia dan Tuhannya yang tau
"Tahan! Aku harus segera lulus dari sma agar bisa pergi sejauh mungkin dari mereka" -batin nadine
Ini adalah cerita pertama aku, jadi maaf kalau banyak typo bertebaran dan aku juga baru belajar menulis kalau ada saran boleh komen :)
Nah jangan lupa like dan komen ya readers, biar semangat nulis hehe
Sampai jumpa di part selanjutnya👋
YOU ARE READING
NADINE
Teen FictionMereka merenggut masa kecilku kemudian diisi dengan suara rintihan tangisan anak kecil yang keluar dari mulut mungilku Mereka menyiksaku! Menamparku dengan kata kata menyakitkan Oh shit! Sudah cukup bermain main dengan kehidupanku, kini giliranku y...
