Matanya terpejam.
Jari jari lentiknya menari lincah menekan tuts piano yang menghasilkan melodi yang menenangkan.
Matanya masih terpejam, namun ekspresi wajahnya berubah. Ada kerutan di dahinya dan sedikit gelengan kepala.
Melodi yang dihasilkannya pun berubah menjadi lebih mencekam dan tergesa gesa. Seolah memancarkan amarah.
Tak begitu lama, nada nada yang menghasilkan melodi itu berubah lagi menjadi lebih lembut dan seolah menyiratkan kesedihan mendalam.
Mata gadis itu pun terbuka perlahan dan kini nampak berkaca kaca.
Jari jari lentiknya pun mengakhiri alunan melodi itu dengan berhenti menekan tuts piano itu.
Bersamaan dengan berhentinya alunan melodi itu, setetes cairan bening dari matanya tanpa permisi terjatuh perlahan membasahi pipinya.
~XAVERA~
Deru mesin motor terdengar bersahutan memekakkan indra pendengaran.
Tetapi orang orang yang ada di tempat itu seolah sudah terbiasa mendengarnya, bahkan mereka semakin bersorak heboh.
Terlebih ketika pada saat yang bersamaan beberapa motor ninja melaju kencang meninggalkan garis start.
Pria berjaket hitam tersenyum miring di balik helm full facenya sembari terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dan tak mempedulikan motor motor yang tertinggal di belakangnya.
Senyumnya kembali mengembang saat ia berhasil lagi menjadi orang pertama yang melewati garis finish.
Teriakan orang orang yang menyorakinya seolah menjadi melodi lama yang sudah sangat sering ia dengar.
Pada malam ini lagi lagi ia memenangkan balapan.
✏✏✏
KAMU SEDANG MEMBACA
Xavera
Teen FictionXavera adalah salah satu dari gadis yang memiliki kisah yang malang. Ibunya yang meninggal tiba tiba, cintanya yang bertepuk sebelah tangan, dan kenyataan bahwa ayahnya selingkuh. Ia memutuskan untuk meninggalkan luka itu dan berlari sedikit menjauh...
