2 (who is me?)

1.8K 228 17
                                              

PUNCAK KONFLIKNYA MASIH LAMA. SEKITAR DI PEREMPAT AKHIR.
TAPI SABAR YA NUNGGUNYA :<

OH YA JAN LUPA VOMMENT :V









Sore itu sepulang sekolah baejin langsung datang ke rumah sakit dan mejenguk baekhyun.

"Mamih! Maafin baejin, mamih belum bisa di operasi. Baejin gak punya uang hiks, kenapa mamih harus kayak gini mih?"
Ucap baejin sambil memijat tangan mamihnya lalu memeluk mamihnya itu.

"Mamih, baejin punya teman baru, mamih tau gak? Dia tidak seperti orang lain yang melihat fisik baejin lalu menghina dan membully baejin. Dia buta mih. Tapi itu bagus. Jadi dia tidak melihat fisik baejin saat berteman dengan baejin."

Baejin memang hanya memiliki beberapa teman saja. Tapi dia tidak memiliki teman dekat karena beberapa temannya itu sibuk dengan urusan masing2. Jadi baejin hanya dekat dengan teman barunya yang buta itu.

Selesai menjenguk mamihnya baejin pun lanjut menjenguk temannya dan mengajaknya ke taman rumah sakit.

"Apa kau sudah baik2 saja sekarang?"
Tanya baejin yang duduk di sebelah temannya.

"Iya, aki baik"

"Baguslah! Jangan berbuat bodoh lagi"

"Ini aneh!"

"Apa yang aneh?"

"Banyak hal!"

"Apa saja?"

"Pertama kita dekat tapi kita tidak tau nama masing2"

"Hahaha, kau benar kenapa aku biss lupa?"

"Ayo katakan siapa nama mu?"

"Hmmm, kau tau kadang lebih baik mengenal diri orang lain dari pada identitas dan latar belakang orang itu!"

"Maksudmu?"

"Kau tidak perlu tau namaku! Tapi panggil saja alu deep dan aku juga tidak ingin tau namamu! Karena aku akan selalu mengingat dirimu!"

"Deep? Kenapa kau sangat aneh?"

"Iya, karena aku ini penuh misteri, seperti sekarang ini! Jadi kau buat juga nama misterimu sendiri untuk ku! Anggap saja ini permainan"
Lalu baejin terkekeh

"Hmmm baiklah!"
Anak buta itu berpikir sebentar
"Aku tau"

"Apa?"

"Pan!"

"Kenapa pan?"

"Aku tidak tau. Itu muncul begitu saja di otak ku!"

"Haha baiklah kalau begitu aku panggil kau pan ya!"

"Iya deeep, aku ingin mengatakan sesuatu"

"Apa?"

Dan tangan dingin pan meraba2 ingin mencari tangan deep nya.
"Terima kasih"

"Huh?"
Deep atau baejin itu hanya melongo saat melihat temannya sekarang.

"Iya. Aku berhutang nyawa padamu. Jika bukan karena mu mungkin aku sudah benar2 mati bunuh diri. Terima kasih juga sudah memberiku semangat hidup dan mau menjadi temanku"
Dan senyum deep mengembang

"Itu bukan hal besar"

"Tapi bagiku itu sangat berarti, terima kasih aku berjanji. Suatu saat aku akan membalas semua kebaikan mu deep"

"Terima kasih juga karena sudah mau mendengarkan ku dan bertahan. Aku bersyukur bertemu denganmu"

Dan baejin menatap wajah pan yang memang terlihat sangat tampan sambil tersenyum.

Pan Meet Deep✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang