18 (Sorry Im Forget A Lot)

1.6K 245 147
                                          

Vote and Comment ya :<
Biar gue semangat ngetiknya :<

Oh ya jan lupa idupin BGM nya :3





Guanlin tengah terduduk bersama jihoon di sebuah cafe. Keduanya hanya terdiam untuk waktu yang lama sampai akhirnya jihoon membuka pembicaraan.

"Guan, ada apa? Kenapa kau memintaku datang kemari?"

Guanlin menghela nafasnya sejenak
"Aku tidak tau apa motifmu berbohong padaku"

Jihoon menatap guanlin dengan tatapan penuh penyesalan.
"Maaf, tapi aku melakukan semua ini karena aku menyukaimu guan"

"Haruskah rasa sukamu mengorbankan orang lain?"

Jihoon hanya terdiam dan menitikan air mata.

"Maafkan aku, sekarang kau sudah sembuh dan baik2 saja kan? Itu artinya tugasku sudah selesai"

"Apa maksudmu guan?"

"Aku ingin kita putus, aku tidak sanggup. Setiap melihatmu, hatiku terasa tercabik-cabik"

*deg*
Rasanya begitu hancur saat jihoon mendengar kata putus dari guanlin. Dia masih belum rela kehilangan guanlin.

"Apa kau ingin kita putus karena kasihan pada jinyoung? Guan apa kau tidak menyukaiku?"

"Maaf, tapi aku suda menjaga hatiku begitu lama dan hatiku hanya untuk deep, bukan kasihan tapi ini komitmenku"
Guanlin bangkit dari kursinya
"Maafkan aku tapi kita hanya bisa sampai disini"
Dan guanlin pergi meninggalkan jihoon.

Jihoon hanya bisa menangis sejadi-jadinya di cafe yang menjadi saksi putusnya mereka.

炎炎炎炎炎炎炎炎

2 tahun kemudian.

Semua berangsur berubah, sejak polisi menyerah mencari keberadaan jinyoung semua mencoba melupakan jinyoung, meski tetap berusaha mencari dengan harapan kecil.

"Dunia memang tidak bisa di tebak, aku pikir kita akan kehilangan jihoon, ternyata kita kehilangan jinyoung"
Ucap luhan yang berbaring di samping sehun.

"Aku menerima sebuah kiriman video dari sekolah jinyoung dulu"

"Video apa?"

"Video saat dia ikut olimpiade"

"Lalu bagaimana isinya?"

Sehun menghela nafasnya
"Dia terlihat murung dan mencari2 kita diantara penonton"

"Dan kita tidak hadir saat itu"

"Tapi bagian yang paling menyakiti hatiku adalah saat ia mengatakan jika dia mengikuti olimpiade itu agar dia bisa melihat kita bangga padanya"

Luhan tersenyum dan mulai tertawa
"Bahkan tanpa kita sadari kita memiliki malaikat di rumah ini"

Sehun menggigit bibirnya untuk menahan tangisnya. Dan memeluk luhan dengan erat.
"Setiap malamku terasa menyakitkan tanpa malaikat itu"

"Aku merindukannya, aku ingin melakukan apapun yang selama ini jadi keinginannya, menontonnya lomba, pergi liburan, memperhatikannya, aku tidak bisa melakukannya dulu karena jihoon sakit, dan aku menyesalinya sekarang"

"Hiks aku ingin dia kembali, dia anakku! Dia hartaku paling berharga"
Dan sehun juga luhan kembali larut dalam tangis seperti malam2 biasanya.


炎炎炎炎炎炎炎炎

Guanlin masih belum menyerah, dia tetap berusaha mencari jinyoung lewat internet bahkan terkadang ia turun sendiri berkeliling kota mencari jinyoung, tapi tetap saja usahanya gagal.

Pan Meet Deep✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang