8 (Hunhan Love Bae)

1.2K 206 38
                                          

VOMMENT JUSHEYO :V

GUE NGERASA GAK BAKAT BAT BIKIN FF KEK GINI. KOSA KATA GW BELUM NYAMPE GITU RASANYA. TAPI GUE SUKA GIMANA DONG? :<









Hujan turun dengan lebatnya malam itu sehun masih mencari jinyoung keliling kota karena saat mereka menghubungi rumah sakit tempat baekhyun dirawat mereka mendapat informasi jika jinyoung tidak disana.

"Ayah! Bagaimana ini? Dimana jinyoung kita hiks..."

"Kita akan menemukannya bun"
Sehun menatap setiap sudut jalanan dengan jeli berharap bisa menemukan jinyoung.

Sedangka luhan menangis sambil gelisah dan khawatir akan keselamatan jinyoung.
"Ayah bagaimana jika jinyoung diculik? Bagaimana jika dia melakukan hal yang aneh-aneh? Hiksss aku tidak mau kehilangan anakku lagi yah!"

"Tenanglah bun! Aku juga khawatir! Jika kita panik maka kita tidak akan menemukan jalan keluar!"
Sehun mengemudikan mobilnya pelan saat melewati sebuah taman di dekat sekolah dimana jinyoung sekolah.

"Bun! Apa itu jinyoung?"
Sehun melihat seorang anak laki2 duduk di ayunan yang karatan sambil hujan-hujanan.

"Iya yah! Sepertinya iya! Ayo kita hampiri!"
Dan sehun dan luhan turun dari mobilnya da ln menghampiri anak yang di duga jinyoung itu dengan memakai payung.

Dan benar saja, itu adalah jinyoung. Ia menatap kosong ke arah tama bunga yang hanya nemiliki penerangan minim. Badannya sudah basah kuyup dan tatapannya kosong.

"Bae... Sayang kau kenapa disini hiks... Bunda mengkhawatirkanmu!"
Luhan langsung memeluk jinyoung yang sudah mulai menggigil kedinginan itu.

"Jinyoung! Ini berbahaya kau bisa sakit nak! Untuk apa kau hujan-hujanan disini"
Sehun memayungi jinyoung dan membiarkan dirinya sendiri kehujanan.

"Karena... Ka-karena air hujan menyamarkan air mataku..."
Suara parau itu menandakan jika jinyoung sudah menangis sejak tadi. Bahkan matanya sudah memerah dan sembab.

Hunhan tidak bisa mengatakan apa lagi. Mereka sudah mencoba memberikan perhatian yang sama pada jihoon dan jinyoung. Tapi jinyoung tetap merasa tidak dipedulikan.

"Sayang... Ada apa? Kenapa kau menangis disini? Ayo katakan pada ayah dan bunda!"
Luhan mengusap wajah putranya itu lembut dan akhirnya jinyoung menatap luhan dengan mata sembabnya.

"Aku merasa sendiri dan larut dalam kesepian... Ini sudah terlalu lama... Dan aku tidak sanggup lagi"

"Sayang... Ada kami disini. Kami ada untukmu"

Kali ini jinyoung hanya diam. Wajahnya ingin menngungkapkan sesuatu tapi hatinya menahan itu semua.

"Ini sudah terlalu malam. Ayo kita pulang"
Sehun mengangkat badan jinyoung.

"Aku tidak mau pulang"

"Lalu kau mau kemana?"
Tanya sehun datar

"Kemana saja. Aku bisa mengembara sendiri. Itu mungkin lebih baik"
Dan ucapan jinyoung itu sukses membangkitkan amarah sehun.

Sehun menarik tubuh jinyoung kasar dari sana.

"Ayah lepas!"

Sehun tidak menjawab dan memasukan jinyoung ke mobil.

"Ayah. Jangan kasar pada jinyoung!"
Ucap luhan sedikit kesal pada sehun.

"Pakai sabuk pengaman kalian!"
Ucap sehun mengalihkan pembicaraan.

"Apa kau pernah melakukan itu pada jihoon? Pasti tidak kan? Kau kasar padaku karena kau tidak membesarkanku dari kecil kan? Aku ini hanya orang asing bagimu!"

Sehun benar2 marah sekarang. Dia tidak menjawab semua ucapan jinyoung. Dia hanya mengeraskan rahangnya lalu menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan penuh.

"Sehun hati2!"
Teriak luhan tapi sehun mengabaikannya.

"Sudah sampai! Ayo turun"
Sehun turun dan menunggu jinyoung turun juga tapi jinyoung tak kunjung turun.
Sehun pun membuka pintu mobil dan menarik jinyoung keluar. Jinyoung hanya menangis dalam diam dia masih kecewa dengan semua yang terjadi tapi kali ini dia mmilih menurut.

Luhan membawa jinyoung ke kamarnya luhan menggantikan pakaian jinyoung dan mengeringkan rambut jinyoung dengan handuk.

Heninng. Tak ada yang bicara. Luhan tidak berani bertanya apapun pada bae karena takut jinyoung akan menangis lagi.

Sedih. Ya itulah yang dirasakan luhan saat melihat keadaan jinyoung sekarang. Ia tidak sanggup lagi dan memilih keluar dari kamar jinyoung dan menangis di kamarnya tanpa ada yang tau.

Tak lama sehun datang ke kamar jinyoung dengan membawa nampan makanan.

"Bae..."
Panggil sehun namun jinyoung tak menjawabnya. Sehun pun duduk di samping jinyoung yanh terbaring dikasur.

"Ayah tau kau marah, Tapi kau harus tetap makan. Ayah tau ayah salah. Ayah minta maaf"
Sehun menarik telinganya sendiri.
"Kau belum makan kan dari tadi siang. Ayo ayah suapi"
Dan sehun menyuapi sesendok bubur pada jinyoung.
Jinyoung hanya menatap ayahnya itu dengan mata yang kembali berair.

"Ayah..."
Baejin memakan bubur itu lalu kembali menangis.

"Kadang orang tua memang tidak mengatakan jika mereka menyayangi anaknya. Tapi kami akan menunjukan itu dari sikap kami"

"Hiksss... Aku hanya merasa ayah tidak menyukaiku"

"Hey tidak! Kenapa kau berpikir begitu?"

"Karena ayah sebelumnya selalu mengabaikanku"

"Itu karena kami harus mengobati jihoon nak"

"Kenapa ayah sangat takut karena jihoon mungkin berumur pendek. Tapi kenapa ayah tidak takut jika aku mati besok?"


 Tapi kenapa ayah tidak takut jika aku mati besok?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








TBC

AKHHH KEKNYA GW CUMA BAKAT DI NC DOANG YE :V

NGENA GAK SIH FEELNYA SAT!

EH ANJING GW NGEGAS :V

BAKU ITU BUKAN BAHASA GW SIALAN😭

Pan Meet Deep✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang