22 🔞

1.8K 199 31
                                          

Hehe maaf ya gw ilang kek setan trus muncul kek tai :v

Jadi awalnya gw pen unpub ff ini tapi sayang juga jadi gw lanjut :v

WARNING! 18+


Hari demi hari berlalu jinyoung dan guanlin sudah terbiasa hidup berdua meski jinyoung tetap belum bisa mengingat guanlin.
Begitu banyak kesulitan yang guanlin hadapi daat mengurus jinyoung tapi ia menjalaninya dengan sabar sama seperti hari ini guanlin memasuki ruang tamu dan melihat jinyoung termenung sendiri.

"Jinyoung kau kenapa?"
Tanya guanlin sambil berjalan menghampiri jinyoung.

Jinyoung kaget dan menatap guanlin dengan tatapan bingung.
"Hah?"

Guanlin melihat keadaan jinyoung dengan cemas.
"Kau kencing disini jin"

Jinyoung melihat celananya yang sudah basah dan ikut kaget.
"A-aku lupa, tadi aku mau ke toilet ta-tapi..."

"Sudah tidak apa-apa, ini hanya  masalah kecil! Aku akan membersihkannya"

Guanlin mengambil lap dan mengepel lantai sedangkan jinyoung menatap guanlin dengan tatapan sedih.
"Hiks ma-maafkan aku"

Mendengar jinyoung menangis guanlin pun menghentikan kegiatannya
"Hey jangan menangis"

"Apa ini sering terjadi? Apa aku selalu membuat masalah untuk orang lain?"

"Tidak kau baru pertama kali melakukannya"
Dan guanlin berbohong lagi, sebenarnya hampir setiap hari jinyoung akan membuat masalah, meletakan barang di tempat yang tak seharusnya dan mengompol itu sudah sering dilakukan jinyoung tapi sekali lagi guanlin harus berbohong demi kebaikan jinyoung.

Jinyoung masih tetap menangis lalu guanlin menghapus air mata istrinya itu.
"Hey sudahlah, jangan menangis lagi, celanamu basah ayo kita ganti"

"Hiks ini menjijikan kan?"

"Tidak bae. Apa aku kelihatan jijik?"

Jinyoung hanya menggeleng sambil menggigit jarinya.

"Tidak kan? Jadi jangan menangis lagi. Aku tidak suka"

Jinyoung hanya mengangguk dan guanlin mengajak jinyoung ke kamarnya.
Jinyoung terus saja menatap kosong mungkin karena penyakitnya lebih sering kambuh sekarang.

Guanlin membuka celana dan celana dalam jinyoung tanpa respon apapun dari jinyoung.

"Hah?"
Guanlin tak bisa mengelak jika ia benar2 tergoda dengan pantat semok nan mulus jinyoung dia menelan salivanya saat melihat badan bagian bawah jinyoung.

"Kau kenapa?"
Tanya jinyoung saat melihat tingkah aneh guanlin.

"Ti-tidak, ayo pakai celanamu!"
Guanlin hendak memasangkan celana pada jinyoung.

Jinyoung hanya diam dan menatap guanlin. Guanlin yang di tatap secara intens pun menjadi sangat gugup.
"Kau kenapa?"

Jinyoung mendekati guanlin
"Kenapa kau sangat baik?"

"Karena aku suamimu"

"Suami?"

"Iya bae"

"Maafkan aku. Aku sangat bodoh sampai melupakan suamiku sendiri"

"Jika bisa memilih aku akan memilih kau selalu disisiku meski setiap saat kau melupakanku daripada aku harus berada jauh darimu"

Entah kenapa jinyoung merasakan ketulusan guanlin. Air mata jinyoung kembali tak tertahan dan lolos keluar.
"Hiks maafkan aku... suamiku..."

Pan Meet Deep✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang