Di sini aku mulai berpikir, Apa ini cara Tuhan untuk aku menemukan pasangan dan membantuku melupakan Lolipop untuk selama-lamanya? Mustahil bagi teman-temanku yang mendengar cerita ini. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya, dengan orang yang tidak pernah kenal meskipun telah bertemu di 2 tahun silam. Ini aku dan ini alasan aku. Kami bisa dikatakan sangat dekat hingga kami dipandang oleh teman terdekat kita di kampus seperti kita sudah pacaran, baru saja beberapa minggu, kami sudah dikira pacaran, terlalu cepat untuk kami memahami perasaan diantara kami yang terpendam pada waktu itu.
Hari demi hari kami lalui bersama dengan status masih teman pada waktu itu. Kami sering kali jalan bersama, makan bersama, chattingan bersama, bahkan hingga telpon dan video call. Tapi, percayalah kami tidak dapat saling mencintai satu sama lain dengan secepat itu. Waktu terasa cepat, serasa kemarin masih pada kesempatan bertemu pertama kalinya di hari Minggu pada ibadah di Salatiga, sekarang sudah berjalan 4 bulan bersama dan bahkan dekat "seperti" kami pacaran padahal kami belum ada yang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan masing masing. Ternyata waktu yang mengubah ini semua. Sekarang kami dapat merasakan apa yang kami rasakan dalam hati kami.
Berjalannya waktu aku mulai tertarik kepada Air, "Air" sebagai sebutan nama samaran orang yang menjadi topik utama pada cerita ini. Aku memilih nama samaran itu karena kata itu terdapat langsung pada nama asli dia. Jadi, kalian akan mulai semakin penasaran untuk membaca cerita lanjutannya dan pada akhir series akan terbongkar, siapa Air sebenarnya? Follow aku agar tidak ketinggalan update terbarunya dari series ini.
~to be continued...
YOU ARE READING
Halusinasi
Non-FictionIni bukan cerita tentang Lolipop. Melainkan, sebuah kutipan cerita untuk kami yang baru. Aku rasa kenangan itu indah disaat kita kenang, itulah sebabnya aku buat cerita ini atau cerita di media ini untuk menyimpan sebuah kenangan yang pernah aku jal...
